Tampilkan postingan dengan label Kapolri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapolri. Tampilkan semua postingan

3 Jul 2022

Pesan Kapolri ke Taruna-Taruni Akpol: Turun, Dengar dan Serap Aspirasi Masyarakat


 

Semarang – FBINEWS


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup pendidikan taruna Akademi Kepolisian angkatan ke-53 ‘Arkana Satriadharma‘ di Semarang, Jawa Tengah. Mereka yang dinyatakan lulus tahun ini sebanyak 246 orang, yang terdiri dari 215 taruna dan 31 taruni.


Dalam sambutannya, Sigit menyampaikan, bagi yang meraih penghargaan dan prestasi, kedepan harus dipertahankan serta mengasah diri untuk menjadi lebih baik lagi. Sebaliknya bagi yang belum mendapat kesempatan itu, prestasi akan bisa diukir ketika sudah bertugas sebagai prajurit Korps Bhayangkara.


“Saya harapkan prestasi terbaik selanjutnya bisa diukir dimanapun anda bertugas, selama anda melaksanakan dinas,” kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (1/7/2022).


Mantan Kabareskrim Polri ini meminta kepada taruna dan taruni, untuk terus mengembangkan potensi diri melalui Lifelong Learning dan Learning Under Pressure. Pasalnya, hal itu dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang terus berkembang dengan cepat dan tak menentu.


“Karena dua hal tersebut, Lifelong Learning dan Learning Under Pressure harus terus diasah dan dilakukan untuk membentuk diri menjadi pimpinan Polri yang tangguh, di masa yang akan datang,” ujar mantan Kapolda Banten ini.


Lebih dalam, Sigit menekankan, para taruna-taruni, nantinya akan menjadi calon pemimpin yang harus selalu siap dalam keadaan apapun. Serta mampu mengawal visi untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045.


“Adik-adik taruna, menjadi seorang polisi adalah tugas yang sangat mulia, namun disisi lain kalian harus terus ikuti dan senantiasa menyesuaikan diri dengan perkembangan situasi lingkungan strategis yang terus berubah dan akan berdampak terhadap situasi kamtibmas,” ucap Sigit.


Sigit menekankan, Indonesia dan negara lainnya sedang dihadapkan dengan dinamika global yang penuh dengan ketidakpastian. Sehingga, Sigit berharap, calon perwira muda Polri ini mampu mengasah jiwa kepemimpinannya untuk bisa menjalankan tugas pokok ataupun lainnya.


“Jadi inilah gambaran tugas yang rekan-rekan akan hadapi, disamping anda semua melaksanakan tugas pokok kepolisian melindungi, mengayomi, melayani serta melakukan penegakan hukum,” tutur Sigit.


Dalam menghadapi dinamika tersebut, kata Sigit, Pemerintah memiliki Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022 dalam rangka pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Didalamnya, ada tujuh program prioritas nasional yang diharapkan bisa merubah pondasi ekonomi indonesia dari negara konsumen jadi negara produsen.


“Diharapkan dengan program yang ada, akan menjadi langkah bukan hanya out of the box tapi jump out of the box,” imbuh Sigit.


Sigit mengungkapkan ada target capaian yang harus dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi diangka 5 persen, sehingga terlepas dari middle income trap.


“Ini adalah program kebijakan pemerintah dari hulu sampai hilir. Dan saya harapkan adik-adik belajar memahami hal-hal bersifat makro dan mikro,” ungkap Sigit.


Kemudian dalam rangka mendukung RKP 2022, Polri memiliki konsep transformasi menuju Polri Presisi. Ia berharap gagasan tersebut benar-benar dilaksanakan, mengingat hal itu menjadi dasar dalam mengimplementasikan predictive policing.


“Kita harus terapkan responsibilitas, bergerak sesuai tugas dan tanggung jawab serta tuntaskan itu semua. Tentu responnya juga harus dilaksanakan dengan cepat sehingga masalah tidak menjadi besar. Begitu juga transparan, berkeadilan dan akuntabel. Terutama masalah hukum yang ciderai rasa keadilan masyarakat kecil. Ini tentunya menjadi tugas kita semua untuk bisa melaksanakan dengan baik, sehingga rekan-rekan semua dekat dan dicintai masyarakat,” papar Sigit.


Sigit melanjutkan, salah satu hal yang kemudian bisa dilaksanakan adalah bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Dengan memanfaatkannya, diharapkan saluran pengaduan masyarakat bisa terlayani dengan lebih cepat. Karena teknologi memberikan ruang untuk itu. Disatu sisi dengan manfaatkan teknologi tersebut mengurangi interaksi sehingga bisa memperkecil risiko terjadinya penyimpangan.


“Para taruna atau perwira remaja terus kembangkan kompetensi diri sehingga nanti jadi polisi muda unggul profesional dan dapat diandalkan,” jelas Sigit.


Mantan Kadiv Propam itu lalu menekankan tiga kompetensi. Kompetensi teknis, etika dan leadership. Kompetensi teknis menjadi hal yang harus dimiliki karena terkait pelaksanaan tugas pokok.


Misalnya di era teknologi informasi ini muncul kejahatan baru. Seperti robot trading, pinjol ilegal, cyber terorism dan tentunya ini membutuhkan kemampuan yang terus diasah. “Jadi bagaimana kedepan kalian miliki kemampuan tersebut. Kemampuan digital, bangun talent digital Polri dalam berbagai giat,” ucapnya.


Selanjutnya kompetensi kepemimpinan, Sigit meminta untuk memahami dan melaksanakan bagaimana menjadi first line supervisor yang akan berhadapan dengan anggota dan masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Jadilah pemimpin yang bisa melindungi dan mengayomi.


“Turun langsung ke lapangan jangan biasakan memerintah. Mendengar apa yang terjadi dilapangan, dengar aspirasi masyarakat,” kata Sigit.


Sementara terkait kompetensi etika, Sigit menyebut, hal ini juga sangat penting bagi personel kepolisian untuk dijadikan personal security system, atau melindungi serta mencegah dari perilaku menyimpang. Dengan adanya hal tersebut, taruna-taruni akan mampu membentengi diri dari segala bentuk godaan ataupun hasutan dari manapun untuk melakukan hal yang melanggar.


“Jadi hati-hati, empat tahun kalian laksanakan pendidikan dan kemudian terpeleset hal-hal seperti ini. Tanamkan, dimana pun bumi dipijak disitu langit dijunjung. Yang kita lakukan adalah bagaimana kalian, dimanapun bertugas bisa tunjukkan kalian adalah anggota terbaik. Calon pemimpin muda terbaik, dimanapun kalian berada. Sehingga kalian betul-betul bisa diterima oleh masyarakat,” pesan Sigit


Ditengah situasi yang lebih kompleks saat ini, Sigit meminta, kepada taruna-taruni untuk berusaha menjadi pendengar yang baik. Pasalnya, Sigit menegaskan, Polri dewasa ini, bukanlah institusi yang anti-kritik. Perwira muda harus mampu mendengar dan menyerap apa yang menjadi aspirasi masyarakat.


Bahkan demi menyerap aspirasi masyarakat saat ini, dijelaskan Sigit, Polri melakukan pendekatan soft approach dan restorative justice khususnya untuk menangani permasalahan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Meski begitu, disatu sisi, Sigit menekankan, kepolisian tetap menindak tegas atau tidak kompromi terkait permasalahan yang berpotensi memecah belah bangsa.


“Namun jangan ragu-ragu lakukan tindakan tegas terukur terhadap hal yang sifatnya menimbulkan potensi memecah belah bangsa, meresahkan masyarakat, menimbulkan korban masyarakat. Terkait peristiwa tersebut rekan-rekan harus lakukan tindakan tegas. Kita tetap harus junjung tinggi HAM, ikuti aturan yang ada secara terukur. Karena memang diberikan kewenangan oleh negara. Namun demikian kewenangan tersebut harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” papar Sigit.


Dengan melakukan hal tersebut, Sigit berharap, taruna-taruni Akpol akan menjadi pemimpin yang matang ketika visi Indonesia Emas 2045 tercapai. Sigit pun menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ‘polisi bukan sekadar profesi, melainkan jalan untuk mengabdi’.


“Artinya harapan besar dari pak Presiden tolong diterjemahkan dengan baik. Kalau anda bisa laksanakan tugas polisi dengan baik, yakinlah bahwa kalian juga tentunya akan mendapatkan posisi, akan mendapatkan kehormatan,” tegas Sigit.


Disisi lain, Sigit menekankan kepada seluruh taruna-taruni agar selalu siap ditempatkan dimanapun dalam bertugas. Hal ini sejalan dengan semangat ingin mewujudkan Indonesia sentris. Dimanapun ditugaskan, Sigit berpesan, untuk tidak mengeluh melainkan terus meraih prestasi untuk negara, institusi dan diri sendiri.


“Carilah tempat paling sulit karena disitu akan mendapatkan mutiara-mutiara. Kalian dapatkan pengalaman yang mungkin tidak semua mendapatkan dan itu bisa jadi fondasi bagi kalian. Dan kalian kumpulkan sehingga kalian siap pada saat nanti menjadi seorang pemimpin,” imbau Sigit.


Tak lupa, Sigit mengingatkan kepada taruna-taruni untuk selalu menanamkan di dalam sanubari untuk selalu setia terhadap negara atau Satya Haprabu. Dalam hal ini, polisi siap mengawal seluruh kebijakan yang dilakukan demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik.


“Saya bangga kalau kalian bisa melakukan hal tersebut. Saya bangga apabila kalian bisa jawab tegas saya adalah anak negara, dan siap ditempatkan dimana saja. Jadi anda sudah siap untuk menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang,” ujar Sigit.


Lebih jauh, Sigit berpesan kepada taruni Akpol, untuk terus mengukir prestasi. Mengingat, Polri saat ini memberikan kesempatan yang sama bagi Polwan dalam menjalankan tugas, sebagaimana semangat kesetaraan gender di institusi Polri.


“Banyak Polwan yang sudah berpangkat jenderal kalian juga akan diberikan kesempatan jadi kepala satuan wilayah atau kapolsek, kapolres bahkan suatu saat kapolda. Ini tergantung bagaimana kalian bisa menemukan potensi kalian. Karena ada kelebihan dari polwan kita harapkan dapat melaksanakan tugas khusus terkait masalah kekerasan perempuan dan anak, posisi yang haruskan sentuhan humanis. Dan itu tentunya rekan-rekan taruni polwan miliki kemampuan lebih dibandingkan laki. Jadi terus kembangkan kemampuan kalian karena kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan prestasi,” tutup Sigit.


Source : humaspolri 

27 Jun 2022

Kapolri Resmikan Rumah Kebangsaan Cipayung Plus


 

Jakarta – FBINEWS


Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri launching ‘Rumah Kebangsaan’ oleh pemuda dan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus. Launching digelar di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan.


“Tentunya hari ini saya sangat mengapresiasi terkait dengan launching yang dilakukan oleh teman-teman pemuda dan mahasiswa tergabung dalam Cipayung Plus yang melakukan kegiatan untuk bersatu di dalam Rumah Kebangsaan,” kata Sigit di lokasi, Senin (27/6/2022).


Sigit mendorong rumah kebangsaan ini dijadikan wadah para pemuda dan mahasiswa untuk saling berbagi. Menurut Sigit, hal ini bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan persatuan Bangsa Indonesia.


“Dan juga hal-hal yang akan dihadapi kedepan utamanya terkait bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi persiapan kita menuju Indonesia Emas, menyiapkan kemampuan kewirausahaan, dan menyiapkan kemampuan kepemimpinan,” ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Tak hanya itu, Sigit berharap rumah kebangsaan dibentuk di seluruh wilayah Indonesia. Dengan begitu, menurut Sigit, semangat menjaga persatuan dapat digelorakan seluruh masyarakat Indonesia.


“Saya kira ini semua harus di glorifikasi digerakkan menjadi satu langkah, satu kekuatan, dari pusat ke daerah untuk bisa bersama-sama berjuang menjaga nilai besar, menjaga persatuan dan kesatuan,” tuturnya.

Dengan adanya dinamika ketidakpastian global, kata Sigit, seluruh elemen bangsa tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan. Sigit mengatakan, diperlukan sebuah strategi luar biasa untuk terus menjadi nilai tersebut.


“Sehingga tentunya dibutuhkan suatu strategi khusus, cara khusus satu hal yang sifatnya extraordinary (luar biasa) dan ini yang kemudian tentu harus kita wujudkan,” jelas eks Kapolda Banten itu.


Source : humaspolri

26 Jun 2022

Silaturahmi Kapolri dan Gus Yusuf di Pondok Salaf Magelang


 

Magelang - FBINEWS

Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., bersilaturahmi dengan KH Yusuf Chludori atau Gus Yusuf di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam atau Ponpes Salaf, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jumat (24/6) malam. Dalam pertemuan tersebut, Kapolri dan Gus Yusuf membahas berbagai hal, di antaranya terkait menjaga keamanan dan ketertiban masyaraka, serta mendukung percepatan penanganan Covid-19.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada kalangan pesantren telah membantu sosialisasi dan pelaksanaan vaksinasi sehingga membuat pandemi dikendalikan dan Indonesia menjadi negara paling berhasil menangani Covid-19,” jelas Kapolri.


Source : humaspolri 

24 Jun 2022

Wujudkan Indonesia Emas 2045, Kapolri Dorong Sinergitas TNI-Polri


 

Jawa Tengah - FBINEWS

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memperkuat sinergitas TNI-Polri menjadi salah satu kunci utama dalam menyukseskan visi Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.

"Sehingga dapat mengawal kebijakan pemerintah serta mampu menghadapi ancaman, tantangan dan gangguan kamtibmas dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata Sigit saat menjadi pembicara di Apel Dansat TNI AD di Akademi Militer, Magelang, Jateng, Jumat (24/6/2022).

Sigit memaparkan, ada empat pilar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pertama, manusia Indonesia unggul, berbudaya, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Ketiga, pembangunan yang merata dan inklusif. Serta keempat, negara yang demokratis, kuat, dan bersih.

"Ini semua bisa terwujud jika syaratnya satu, mewujudkan negara, kekuasaan, soliditas TNI-Polri terjaga dengan baik. Namun jika tidak, pernah mimpi mewujudkan visi ini," ujar Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menyebut pemerintah sedang menyiapkan pembangunan SDM dan infrastruktur yang unggul. Oleh karena itu, dia mengatakan TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan terkait harus bersinergi.

"Arahan pak Presiden beliau ingin TNI-Polri menjadi institusi yang profesional dan bekerja secara sinergis. Ini tentunya perintah Panglima tertinggi untuk kita semua. Terkait kerja sama dan sinergitas kita tindaklanjuti dengan dasar hukum yang ada," katanya.

Sigit menegaskan, sinergitas TNI-Polri juga sangat dibutuhkan untuk mengawal proses pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur. Menurut Sigit, pemerintah mengeluarkan kebijakan Indonesia sentris.

"Hambatan pembangunan IKN menjadi kewajiban TNI-Polri yang mengawal kegiatan IKN, terkait dengan distribusi bahan pembangunan, permasalahan tanah dan permasalahan lainnya," tutup Sigit pembukaan presentasinya.


Source: humaspolri 

23 Jun 2022

Apresiasi 'Setapak Perubahan Polri' : Bentuk Dukungan Masyarakat Kepada Polri


 

Jakarta - FBINEWS


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri malam apresiasi kreasi ' Setapak Perubahan Polri ' di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022) malam. Kegiatan ini masih dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli mendatang.


"Malam ini saya tentu sangat mengapresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya teman-teman dan adik-adik, yang dalam rangka mendorong Hari Bhayangkara ke-76, mau berpartisipasi untuk ikut dalam berbagai kegiatan. Salah satu komitmen kami melakukan perubahan, dengan tema langkah perubahan Polri,” kata Sigit.


Dalam hal ini, Sigit, Polri berkomitmen selalu membuka dan memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan ekspresinya baik itu kritik maupun saran.


Menurut Sigit, masukan, kritik dan saran dari masyarakat sangat bermanfaat untuk dijadikan bahan evaluasi demi mewujudkan Polri yang dicintai dan diharapkan oleh seluruh masyarakat.


"Komitmen kami untuk membuka ruang, mendapatkan masukan dan kritik, mendengar aspirasi masyarakat. Agar kita memiliki masukan untuk memperbaiki dan mengembangkan institusi Polri. Kami yakin tidak bisa memperbaiki dan berbenah tanpa masukan dari masyarakat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.


Adanya kritik dan saran hingga pujian dari masyarakat, dikatakan Sigit, hal itu akan diserap dan dijadikan energi positif untuk institusi Bhayangkara terus melakukan pembenahan serta perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Sehingga, semangat Polri Presisi dapat terwujud dengan sempurna.


Bahkan, Sigit, hasil karya dari peserta kreasi Setapak Perubahan Polri, agar dipasang dan dibaca. Sehingga personel kepolisian dapat terus menyerap aspirasi dari apa yang diharapkan oleh masyarakat Polri.


"Hasil karya semua peserta tentunya dihimpun kita perbanyak, ditempel dan dibaca seluruh anggota Polri. Bahwa itu menjadi harapan, kritik, dan apresiasi masyarakat dan saya minta terhadap hal itu kita selalu komitmen untuk berubah menjadi lebih baik," ucap mantan Kapolda Banten ini.


Diakhir pernyataannya, Sigit, seluruh jajaran kepolisian saat ini harus mendengar dan memperhatikan harapan masyarakat demi kemajuan dan kemajuan dari institusi Polri.


“Komitmen kita bersama adalah membenahi institusi dan insan Polri.


Terimakasih, atas kerja sama dari dewan juri yang mau meluangkan waktunya, terima karena pesertanya dari hasil yang lumayan, capek dan lelah. Bagi kami, ini merupakan apresiasi untuk mendukung Polri. Kami komitmen terus berbenah dan memperbaiki diri," tutup Sigit.


Source : humaspolri 

21 Jun 2022

Bersama Dewan Pers, Cegah Perpecahan Pemilu


Jakarta - FBINEWS

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan audiensi dengan Dewan Pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Audiensi tersebut bertujuan untuk mencegah perpecahan masyarakat saat pemilu.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Probowo mengatakan, audiensi membahas potensi kolaborasi terkait program dan sosialisasi. Termasuk sistem pemanggilan untuk mencegah perpecahan.

"Terkait dengan hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri yang biasa dikenal dengan sistem panggilan untuk mencegah terjadinya polarisasi," kata Sigit dalam keterangannya, Selasa (21/6/2022).

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, Polri dan Dewan Pers wajib terus memberikan literasi kepada masyarakat. Khususnya tentang bagaimana menjaga politik yang sehat.

"Ini yang tadi kita bahas dan kita ingat bahwa kedepan kita harus menjaga ini semua, sehingga kita bisa memberikan literasi, pendidikan tentang bagaimana bersama menjaga poltik yang sehat, yang tentunya menjadi perhatian kita bersama," tambahnya.

"Kita butuh untuk mengurangi potensi-potensi perpecahan dan ini selalu saya sampaikan saat kita bertemu dengan seluruh elemen dan tokoh, khusus hari ini harus menjadi konsen kita karena saat ini kita butuh persatuan dan kesatuan di tengah dampak global," sambung Sigit.

Sigit mengatakan, pandangan akan menjaga sinergitas dan solidaritas dengan semua pemangku kepentingan. Terutama dengan TNI dan awak media yang selalu bekerja bersama di lapangan.

'Kami akan terus bersinergi untuk melakukan hal-hal yang terbaik bagi hubungan kemitraan antara pers, rekan-rekan media, dan kepolisian karena kita selalu berada di lapangan bersama-sama, baik dalam situasi butuh keberadaan kita,' tutur Sigit.


source : humaspolri
 

20 Jun 2022

Gandeng Tokoh Agama, Cegah Perpecahan Politik


 

JAKARTA - FBINEWS

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak ingin ada perpecahan antara masyarakat karena efek negatif dari Pemilu 2024 mendatang.

Sebagai upaya untuk mencegah akibat politik identitas, Polri menggandeng tokoh agama yang ada di Indonesia untuk terus mengajarkan perdamaian meskipun berbeda pilihan politik.

"Di tahun ini nilai-nilai luhur, nilai toleransi harus kita jaga dan kita tingkatkan. Tentunya persatuan dan kesatuan juga harus selalu kita jaga karena modal kita membawa Indonesia menjadi negara bangsa yang lebih baik," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/6/2022).

Sigit secara virtual berinteraksi dengan sejumlah tokoh agama pada saat bertemu dengan bantuan sosial dan bakti sosial keagamaan dari kepolisian untuk berbagai tempat ibadah dan elemen masyarakat lainnya.

Sigit menyatakan kerjasama itu diperlukan agar tidak terjadi polarisasi seperti pemilu 2019 lalu, sehingga menimbulkan dan sedikit terganggu. Perpecahan terjadi antar masyarakat baik langsung maupun melalui media sosial.

Menurutnya, toleransi antar umat beragama bisa mencegah adanya politik identitas yang menimbulkan perpecahan. Hal itu sejalan dengan program Polri terkait dengan moderasi dalam beragama.

"Stabilitas kamtibmas, kerukunan umat, toleransi yang utama yang harus kita kawa," ucapnya.

Pengurus Masjid Al Muhtadin di Kalimantan Barat, W. Saifuddin, menyatakan toleransi di wilayahnya terus dijaga dan ditingkatkan. Ia berkomitmen bersama dengan tokoh agama untuk terus mengajarkan tentang kebaikan yang harus terus dilakukan dan perkembangan selanjutnya.

Secara virtual jajaran Polda dan tokoh berbagai agama di 34 provinsi, mendengarkan Arahan kapolri tersebut. Sigit sempat berinteraksi dengan seorang ibu pendeta di NTT, pengurus Pura di Bali dan tokoh agama lainnya.


Source : humaspolri

Alamat Redaksi : JL. Bekasi Barat Raya NO 21 Jakarta Timur email : fbinewsoke@gmail.com Website : www.fbinews.net Wartawan Media FBINews Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinews.net dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist

    FBINEWS JATIM