2020/07/09

Upacara Sertijab dan Pisah Sambut Kapolsek Maja Polres Lebak






Lebak - Fbinews.net

Kepolisian Resor Lebak Polda Banten melaksanakan Upacara Sertijab dan Pisah Sambut Kapolsek Maja bertempat di Aula Mapolres Lebak. (9/7/20)

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto,SH,SIK,MSi, Wakapolres Lebak Kompol Ari Satmoko,SH,SIK.MM., Ketua dan Pengurus Bhayangkari Cabang Lebak, Para PJU dan Perwira Polres Lebak.

Dalam Upacara Serah terima Jabatan tersebut ,  Kompol Nono Karsono menyerah terimakan tugas dan jabatan Kapolsek Maja kepada Kompol Masbah,SH.

Kapolres Lebak Polda Banten AKBP Firman Andreanto,SH, SIK, MSi mengucapkan terimakasih kepada pejabat lama

"Saya ucapkan terimakasih kepada Kompol Nono Karsono yang selama ini  telah membantu saya, apabila ada kesalahan saya memohon maaf, mudah-mudahan lain kesempatan kita bisa bertemu kembali"ujar AKBP Firman

Kepada Pejabat Baru Kapolres Lebak mengucapkan Selamat datang, Selamat bergabung di Keluarga Besar Polres Lebak

"Selamat datang kepada Kompol Masbah, Selamat bergabung di Polres Lebak, mudah mudahan cepat menyesuaikan dan kita dapat bekerjasama"ungkapnya

Kegiatan dilanjutkan dengan Pemberian cenderamata dan ramah tamah.

Mujahidin

Kapolsek Metro Penjaringan Bagikan Sembako Untuk Warga





Jakarta - Fbinews.net


Kapolsek Metro Penjaringan Jakarta Utara Kompol Ardyansyah SIK MSi didampingi Kanit Provos Iptu Hartono SH patroli Wilayah sembari membagikan sembako kepada Warga di Wilayah Penjaringan Jakarta Utara, (9/7/20) 06.30 Wib

Adapun Kegiatan  ini rutin dilakukan saat Gelar Anggota Protap Pagi pelayanan prima dan pengecekan sembari memberikan sembako kepada warga terdampak pandemi Virus Corona (Covid-19).

Kapolsek mengatakan pembagian paket sembako menyasar warga tidak mampu atau terdampak Covid-19 secara finansial dan Alhamdulilah hari ini kami bisa berbagi kepada warga yang tidak mampu, setidaknya bisa meringankan beban perekonomian di situasi saat ini. 

Bahwa pembagian paket sembako ini merupakan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sesama, kita harapkan bisa membawa manfaat untuk meringakan beban hidup warga sekitar yang terdampak wabah virus covid-19.

Adanya pemberlakuan stay at home atau di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus Corona, maka tentunya berdampak pula terhadap perekonomian masyarakat. Maka dari itu untuk mengantisipasi kesulitan masyarakat membantu warga yang membutuhkan.

Dan sekaligus menyampaikan himbauan agar masyarakat mematuhi peraturan pemerintah guna memutuskan mata rantai penyebaran virus corona agar tidak meluas tetap gunakan masker serta Protokol Kesehatan. 

Salah satu masyarakat  sangat berterimakasih kepada Kapolsek secara langsung memberikannya atas   kepeduliannya yang telah memberi bimbingan moral serta pemberian sembako dan masyarakat merasa terbantu dengan adanya pemberian sembako tersebut.

Ari/Humas

Wakasad Hadiri Pembekalan Capaja Akademi TNI dan Akpol 2020






Jakarta - Fbinews.net

Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Moch. Fachrudin, menghadiri acara pembekalan Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri oleh Presiden RI Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Polisi  Idham Aziz. Acara pembekalan digelar di Gedung Bhineka Eka Bhakti, Mako Akademi TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, (8/7/20). 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen TNI Nefra Firdaus, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Kadispenad mengatakan bahwa 457 Capaja TNI dan 293 Capaja Polri menerima pembekalan yang diberikan oleh Kapolri, dilanjutkan pembekalan oleh Panglima TNI, dan terakhir, pembekalan inti dari Presiden RI, Joko Widodo. Pembekalan dari Presiden diberikan secara virtual dari Istana Negara. 

"Rangkaian Praspa TNI – POLRI salah satunya pembekalan yang dilaksanakan dalam rangka memberikan bekal bagi Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, guna memberikan wawasan pemikiran dalam menghadapi dinamika pengabdian kepada bangsa dan negara di era milenium. Pembekalan ini dilaksanakan menjelang pelantikan Capaja TNI-POLRI yang rencananya akan dilaksanakan pada 14 Juli 2020 melalui video conference di Istana Negara dengan menghadirkan peraih Adhi Makayasa dan perwakilan penyumpahan,” jelas Nefra.

Lebih lanjut, Nefra mengurai inti pembekalan dari Kapolri, yaitu seputar sinergitas TNI-Polri, yang diharapkan selalu mengkristal dalam pemikiran, perilaku dan tindakan, sebagai modal dasar dalam pengabdian setelah Prasetya Perwira (Praspa).

“Kita sebagai garda terdepan dan pilar utama dalam menjaga NKRI, dalam meniti karier harus menuju proses. Yang pertama, harus bertanggung jawab kepada diri sendiri, institusi dan kepada Tuhan. Yang kedua, selalu disiplin dan kerja keras. Yang ketiga, harus punya komitmen dan integritas sebagai modal dasar perwira,” ujar Nefra mengutip pesan dari Kapolri kepada Capaja.

Sedangkan inti pembekalan dari Panglima TNI adalah mengenai bagaimana menjadi pemimpin yang sigap dan melek teknologi. Dikatakan Hadi bahwa dalam pendidikan di Akademi Capaja sudah diberikan bekal bagaimana menjadi pemimpin, materi disiplin untuk diri pribadi maupun kedinasan. Hadi juga mengatakan bahwa Perwira adalah pemimpin yang jika dihadapkan pada keadaan genting dalam situasi apapun, harus bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

“Oleh karena itu, jangan berhenti berfikir. Karena generasi Milenial harus mampu menguasai teknologi. Domain perang modern adalah cyber dan internet of things. Sedangkan ancaman yang sedang dihadapi saat ini adalah ancaman biologi yaitu Covid-19 yang merusak tatanan kehidupan dunia dan ekonomi dunia,” pesan Hadi.

Tak lupa Hadi juga menitipkan empat pesannya kepada Capaja. Yang pertama, agar para Capaja membulatkan tekad untuk memberikan yang terbaik terhadap bangsa dan negara. Yang kedua agar para Capaja TNI senantiasa memelihara idealisme TNI sebagai motivasi dalam mengemban tugas dan loyalitas yang lurus. Ketiga, agar Capaja menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri, serta komponen bangsa, dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa. Serta keempat, Capaja diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan adaptasi di lingkungan tugasnya nanti.

“Selanjutnya, tunjukkan prestasi sebagai perwira muda yang tangguh dan disiplin. Terakhir, ingat untuk mencapai cita-cita, harus diperoleh dengan perjuangan dan pengorbanan,” tandas Hadi.

Sementara dalam pembekalan puncak oleh Presiden RI, Joko Widodo menyoroti tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia belakangan ini. Mulai dari teknologi militer yang kian canggih, persenjataan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), serta tantangan cyber. Untuk menghadapi itu semua, presiden berpesan agar para Capaja Akademi TNI dan Polri 2020 dapat terus konsisten berpegang teguh pada ideologi negara.

“Para calon Perwira TNI dan Polri, saya ingatkan, saudara-saudara harus konsisten pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, memiliki jiwa kesatria dan optimis pada kemajuan bangsa,” ujar Joko Widodo.

Tak lupa, Presiden juga berpesan agar para Capaja dapat merawat semangat persatuan dan kesatuan, serta memberikan pelayanan terbaik terhadap rakyat.

“TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan bangsa ke depan. Jangan lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua saudara-saudara semua. Beliau telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras untuk menjadikan saudara menjadi perwira,” lanjut Jokowi memotivasi para Capaja TNI-Polri.

Usai pembekalan Presiden, Panglima TNI menyampaikan dalam konferensi pers, bahwa pelantikan resmi akan dilaksanakan tanggal 14 Juli 2020 nanti di Istana negara. Pelaksanaannya akan dilakukan secara daring, hanya penerima penghargaan Adhi Makayasa dan perwakilan Perwira yang akan disumpah saja yang akan hadir. Sementara sisanya mengikuti acara secara virtual.

Menanggapi pertanyaan wartawan tentang harapan ke depan, Panglima TNI menyampaikan bahwa para Capaja harus mampu menguasai pengetahuan dan teknologi, karena ancaman era modern adalah cyber, biologi dan kesenjangan. Menurutnya, palagan peperangan modern adalah yang ada di genggaman kita sendiri. Di akhir tanya jawabnya dengan wartawan, Hadi mengatakan bahwa para Perwira Muda ini nantinya tidak langsung tugas, melainkan melaksanakan pendidikan spesialisasi dahulu, sebelum benar-benar terjun dalam kedinasan. 

TNI AD Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat

Mujahidin

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis Dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Mengunjungi Wisata Aquaculture Mangrove






Banten - Fbinews.net

Dalam rangka memanen hasil tambak dan penanaman bibit mangrove, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengunjungi wisata Aquaculture Mangrove di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Acara bertajuk Masyarakat Produktif Wujudkan Ketahanan Pangan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk meningkatkan sinergitas TNI-Polri sebagai penggerak dan pembantu ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19. (09/07/20)

Aquaculture Mangrove merupakan wisata yang dibangun Pemerintah Kabupaten Tangerang di Desa Ketapang. Tempat tersebut telah menjadi desa wisata dan pusat pendidikan mangrove dalam mengembangkan potensi desa. 

Dalam acara tersebut, Jenderal Pol Idham Aziz dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga melakukan pertemuan virtual dengan 34 Kepolisian Daerah dan Tentara Nasional Indonesia di seluruh Indonesia agar program ini bisa terlaksana dengan baik.

Empat kepolisian daerah sebagai perintis program juga memaparkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan karakteristik masing-masing wilayahnya. Di Majalengka, Polda Jawa Barat melaksanakan panen delapan hektar tanaman padu dan tebar benih satu ton ikan jenis nila, mas, dan lele.

Di Kabupaten Sidoarjo, Polda Jawa Timur memanen dan menebar benih ikan bandeng sebagai langkah swasembada untuk petani lokal Kecamatan Sedati. 

Polda Jawa Tengah memanen ikan jenis nila dan lele kualitas unggul. Di tambak buatan yang dibangun di dekat Markas Komando Kepolisian Air dan Udara itu, Polda Jateng juga memanen udang.

Untuk mendukung program ini, Kepolisian Daerah Metro Jaya membentuk Kampung Tangguh Nusantara di wilayah Tangerang Selatan sebagai upaya solusi mencegah penyebaran COVID -19. 

Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz meluncurkan program Kampung Tangguh Nusantara secara virtual.  Hingga kini, Polri telah membentuk 7.024 Kampung Tangguh Nusantara dan jumlah itu akan terus bertambah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia.

Program ini merupakan upaya Bhabinkamtibmas berbasis lingkungan RT/RW membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

Masyarakat secara langsung dilibatkan untuk menjaga kampungnya dari penularan wabah ini. Sebuah kampung dapat disebut tangguh jika mempunyai syarat penerapan protokol kesehatan, keamanan, dan sosial ekonomi secara ketat dalam kehidupan ‘New Normal’ yang ditetapkan pemerintah. 

Menunjang kegiatan tersebut, pembangunan infrastruktur desa seperti pos kesehatan warga, rumah karantina, lengkap dengan fasilitas penunjang yang dibutuhkan hingga pelatihan penanganan COVID-19 jika ada warga yang terjangkit virus SARS CoV2 tersebut. 

Dalam pelaksanaannya di lapangan, kegiatan ini juga bersinergi dengan TNI dan perangkat desa setempat. Selain itu, Polri turut serta turun ke masyarakat untuk membagikan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Menteri Kelautan dan Perikanan Eddy Prabowo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu dan meningkatkan perekonomian serta mendukung ketahanan pangan nasional. Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mewujudkan lembaga kepolisian profesional, modern, dan terpercaya.

Mujahidin

Presiden RI : Capaja TNI-Polri Calon Pemimpin Masa Depan




Palangkaraya - Fbinews.net

Capaja TNI-Polri merupakan generasi muda terpilih calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, harus mampu dan siap menghadapi tantangan. Demikian disampaikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo saat memberikan pembekalan kepada 750 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri Tahun 2020 melalui Video Conference, bertempat di Gedung Bhineka Eka Bhakti Akademi TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7/20). 

Dilantik menjadi Perwira Remaja adalah awal dari prestasi, awal dari medan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan Negara dalam menghadapi medan pengabdian yang penuh dinamika dan syarat dengan tantangan yang jauh lebih dinamis, jauh lebih berat dan jauh lebih kompleks dari yang sebelumnya. Atas prestasi yang telah dicapai dan akan segera dilantik menjadi perwira remaja TNI dan polri atas nama pribadi, rakyat, bangsa dan Negara menyampaikan selamat kepada Capaja TNI-Polri. 

Presiden menjelaskan bahwa dunia berubah dengan cepat, disrupsi teknologi telah berdampak pada semua sektor kehidupan, penerapan otomatisasi, artificer intelijen dan big data mengalami percepatan dan semakin dipercepat oleh terjadinya pandemi covid-19 sekarang ini. 

Teknologi militer juga berkembang dengan cepat. Teknologi militer terkini menggabungkan instrumen persenjataan dengan menggunakan kecerdasan buatan, teknologi otomatisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada penginderaan jarak jauh semakin canggih. Komputasi kuantum juga telah mengarah pada sistem senjata yang otonom serta pertahanan siber.  

Tantangan yang dihadapi oleh Perwira kepolisian juga sangat berat, kejahatan menggunakan teknologi canggih dan kejahatan siber yang lintas negara juga memerlukan kemampuan antisipasi dan mitigasi yang lebih baik. Oleh karena itu saudara-saudara wajib untuk terus belajar, belajar sendiri maupun belajar melalui institusi. Tidak bisa lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, tidak bisa lagi menggunakan cara bekerja yang monoton, dan tidak bisa lagi dengan kemampuan yang standar-standar saja. 

Presiden RI menegaskan bahwa para perwira TNI dan Polri masa depan, harus memilik mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja harus makin cerdas dan lincah dalam menghadapi perubahan, cepat beradaptasi dan selalu berpikir inovatif dan harus lebih baik dan lebih cepat dibandingkan negara lain. 

Pada kesempatan tersebut, Presiden RI juga mengingatkan kepada Capaja TNI-Polri untuk harus konsisten terhadap ideologi Negara, Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan konsisten kepada tujuan-tujuan besar bangsa, memiliki jiwa kesatria dan pantang mundur, selalu optimis pada kejayaan dan kemajuan bangsa. “Saya berpesan agar selalu merawat semangat persatuan dan kesatuan, semangat persaudaraan dan gotong royong, kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa dan Negara,” ujarnya. 

“TNI dan Polri harus selalu bersatu dalam menghadapi setiap ancaman dan tantangan bangsa kedepan. Jangan pernah lupa terhadap dukungan dan doa dari orang tua karena beliaulah yang telah membesarkan dengan penuh kasih sayang dan bekerja keras, sehingga Capaja bisa menjadi seorang Perwira,” tambahnya. 

Diakhir pembekalannya, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada para orang tua Capaja yang telah mendidik putra putrinya menjadi Perwira, menjadi ksatria bangsa dan juga kepada Pemimpin TNI dan Polri serta para pendidik, para pelatih dan juga para pengasuh jajaran Akademi TNI dan Lemdiklat Polri atas kerja keras dan pengabdiannya, dan dikenang oleh anak didik dan menjadi fondasi yang kokoh dalam membentuk karakter calon-calon pemimpin masa depan bangsa.


Mujahidin

Pemerintah Sederhanakan Prosedur Pemberian Insentif dan Santunan Tenaga Kesehatan Covid-19


Lebak - Fbinews.net

Tangkapan layar Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/392/2020.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkomitmen untuk terus bersama mempercepat penyerapan anggaran penanganan Covid-19 di bidang kesehatan.

Salah satu cara yang dilakukan yakni penyederhanaan percepatan pembayaran di bulan Juli melalui simplifikasi prosedur Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 dari revisi Kepmenkes Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Tautan:

Dalam Kepmenkes yang baru, proses verifikasi dokumen pengajuan insentif tenaga kesehatan (nakes) yakni:

Pertama, tidak seluruhnya ke Kemenkes, tapi ada yang dikelola di tingkat provinsi dan kabupaten/kota serta langsung diajukan ke Kementerian Keuangan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKPAD)/Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DKPAD) di daerah.

Kedua, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan institusi penerima insentif dan santunan kematian, tidak hanya milik pemerintah pusat dan daerah tetapi juga rumah sakit milik swasta yang menangani Covid-19.

Menurut Kemenkes tersebut, mekanisme pencairan insentif di Kemenkes, sebagai berikut:

Pertama, RS milik pemerintah pusat, RS lapangan yang didirikan dalam rangka penanganan Covid-19, RS milik swasta, KKP, BTKL-PP/BBTKL PP, BBKPM, Laboratorium yang ditetapkan Kemenkes melakukan verifikasi tenaga kesehatan (nakes) yang akan diusulkan menerima insentif.

Kedua, fasyankes atau institusi kesehatan mengusulkan penerima insentif kepada Kepala Badan PPSDMKes, selanjutnya Kepala Badan BBSDMKes melalui tim verifikasi Kemenkes melakukan verifikasi atas usulan tersebut.

Ketiga, tim verifikasi menyampaikan rekomendasi hasil verifikasi dan validasi kepada PPK melalui Kepala Badan PPSDMKes. Kemudian, Pejabat Pengelola Keuangan (PPK) mencairkan insentif melalui rekening masing-masing nakes dan tenaga lain.

Untuk mekanisme pencairan fasyankes atau institusi kesehatan milik pemda provinsi atau pemda kab/kota melakukan verifikasi nakes yang akan mendapat insentif. 

Kemudian hasil verifikasi diusulkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah provinsi atau Dinkes daerah kabupaten/kota, selanjutnya Dinkes daerah provinsi atau dinkes daerah kab/kota melalui tim verifikasi dinkes melakukan verifikasi atas usulan tersebut.

Selanjutnya, hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh Dinkes daerah provinsi atau Dinkes daerah kab/kota disampaikan kepada BPKAD/DPKAD provinsi atau kab/kota berikut nominal, nama, NIK, NPWP, dan rekening tiap nakes. 

Berikutnya, BPKAD/DPKAD provinsi atau kab/kota menelaah dan mencairkan melalui rekening masing-masing tenaga kesehatan.

Untuk mekanisme pencairan santunan kematian, fasyankes dan institusi kesehatan melakukan verifikasi atas nakes yang meninggal karena terpapar Covid-19 yang memberikan pelayanan di fasyankes atau institusi kesehatan dan akan mendapat santunan kematian. 

Langkah selanjutnya, fasyankes dan institusi kesehatan mengusulkan kepada Kepala Badan PPSDMKes.

Setelah itu, usulan diverifikasi oleh tim verifikasi dan hasilnya disampaikan kepada Kepala Badan PPSDMKes. Lalu, Kepala Badan PPSDMKes melalui PPK mencairkan santunan kematian.

Adapun sumber pendanaan insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19 dibebankan pada APBN dan APBD melalui Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tambahan.

Prosedur baru ini terdapat dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 15/KM.7/2020 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Rincian Alokasi Dana Cadangan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tambahan Gelombang III Tahun Anggaran 2020.

Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 sebesar total Rp87,55 triliun yang sudah terserap sebesar 5,12%. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan klaim terutama insentif nakes  dan klaim biaya perawatan.

“Penyerapan total saat ini dibandingkan total anggaran kesehatan Rp87,5 triliun tadi sudah sekitar 5,12%. Kalau di luar itu, mungkin masih jauh lebih tinggi. Kendalanya, keterlambatan klaim terutama insentif nakes (tenaga kesehatan) dan klaim biaya perawatan. Tapi upaya percepatan ada revisi Kemenkes dan PMK dan juga penyediaan uang muka,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu Kunta Wibawa Dasa Nugraha pada konferensi pers virtual Percepatan Pencairan Anggaran Kesehatan , (8/7/20) di Jakarta.

Direktur Dana Transfer Khusus Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Putut Hari Satyaka menambahkan, penyaluran untuk tenaga medis daerah per 30 Juni 2020 sudah sebesar Rp58,3 miliar dengan mekanisme lama.

Dengan mekanisme baru, per 7 Juli 2020 sudah tersalur Rp1,3 triliun di daerah yang dapat diminta langsung dari Dinas Penggelolaan Keuangan Daerah (DPKD) apabila sudah selesai diverifikasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).

Sementara, anggaran kelolaan Kemenkes menurut Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan, Kemenkes, dr. Trisha Wahjuni Putri, telah disalurkan Rp278 miliar dari Rp1,9 triliun insentif tenaga kesehatan (nakes) untuk 166.029 orang baik di pusat dan daerah.

Sedangkan untuk santunan kematian sudah disalurkan Rp9,6 miliar dari Rp60 miliar untuk 32 orang.

Secara kolaboratif, Pemerintah melakukan monitoring evaluasi mingguan dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kecepatan pencairan anggaran kesehatan.

Mujahidin

FORUM BHAYANGKARA INDONESIA SAMBANGI POLPP KABUPATEN LEBAK





Lebak - Fbinews.net

Dalam silaturrahmi singkat Bareng Kepala Bidang Ketertiban Umum (TIBUM) polpp kabupaten Lebak Bapak Asep Dedy Forum Bhayangkara Indonesia Menyampaikan Bahwa Kiranya Satuan Polisi Pamong Praja Bisa membantu mewujudkan Perda Lebak Nomor 10 tahun 2018 tentang penataan pendataan dan pemberdayaan masyarakat Pedagang Kaki Lima

Mengacu dari Perpres nomor 125 tahun 2012 tentang Penataan pendataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima,menurut Sekjen Forum Bhayangkara Indonesia Kabupaten Lebak  Bapak Muhamad  Yani  ketika dihubungi  melalui telepon selulernya oleh team media,di kediamanya "mengharapkan agar para pedagang diperhatikan oleh pemerintah"ungkapnya 

Mendata menata dan memberdayakan masyarakat pedagang kaki lima sesuai harapan dengan tetap menjadi pengayom dan sahabat menjaga silaturrahmi antara pedagang kaki lima dengan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja"tegasnya

Dalam rangka membantu mewujudkan cita cita bangsa Pedagang Kaki Lima adalah sebuah gerakan Sosial ekonomi mandiri  dan bernafaskan ekonomi kerakyatan yang menginginkan berkeadilan 

Untuk membantu mewujudkan perjuangan PKL tersebut Forum Bhayangkara Indonesia bertekad menjadi sumber insfirasi sinergy terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial"lanjutnya

Dan "membuka Permendagri Nomor 41 Tahun 2012 tentang pedoman penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima  tentunya berkaitan sekali dengan Undang undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Belum terciptanya lapangan kerja sebenarnya PKL turut meringankan beban pemerintah dengan berusaha sendiri berkreativitas tidak menjadikan ketergantungan dalam mencari sumber kehidupan untuk keluarganya 

Tinggal bagaimana kita bisa membantu mencarikan solusi relokasi,penataan pendataan dengan yang utama adalah membina anggauta PKL agar lebih berpengalaman dalam meningkatkat usahanya,,Sumber Daya Manusianyalah Yang harus lebih ditingkatkan"pungkasnya 


Mujahidin

Tiba Di Palangka Raya, Presiden Jokowi Gunakan Heli Merah Putih Menuju Kapuas






Palangkaraya - Fbinews.net

Presiden sebelum naik Helikopter Super Puma TNI AU untuk menuju Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, (9/7/20).

Tiba pada 08.45 WIB di Bandar Udara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Presiden Jokowi langsung menaiki Helikopter Super Puma TNI AU menuju Kabupaten Kapuas.

Namun, ada yang berbeda dengan Helikopter Kepresidenan yang ditumpangi Presiden dalam kunjungan kerja di Kalimantan Tengah, (9/7/20) kali ini.

Helikopter yang berwarna merah putih tersebut bukanlah helikopter baru, namun helikopter yang biasa digunakan Presiden saat kunjungan kerja dan kini telah dicat ulang yang merupakan bagian dari pemeliharaan.

Sekretaris Militer (Sesmil) Presiden Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden bahwa saat melaporkan kepada Presiden tentang helikopter tersebut harus memasuki pemeliharaan rutin pada bulan Maret lalu.

“Presiden berpesan agar selain dilakukan pemeliharaan berkala juga diberikan nuansa berbeda yang lebih ‘Indonesia’ pada helikopter tersebut,” ucap Suharyanto.

Senada dengan Sesmil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa diputuskan untuk mengganti warna menjadi merah putih. 

Sebelumnya helikopter tersebut didominasi warna biru.

“Kami memutuskan untuk mengganti warnanya dengan merah putih dan Presiden menyetujuinya. 

Warna ini juga dipilih untuk lebih menyemarakkan perayaan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” ucap Heru.

Dalam penerbangan menuju Kabupaten Kapuas, protokol kesehatan tetap dikedepankan. 

Di dalam helikopter yang ditumpangi Presiden biasanya diisi oleh 10 orang, kali ini hanya diisi 5 orang.

Kepala Negara hanya didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan tiga orang perangkat melekat lainnya, yaitu Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Dan Grup A Paspampres Kolonel Inf. Achiruddin, dan Ajudan Presiden Kolonel Inf. Rudi Saladin.


Mujahidin