Ratusan Surat Keterangan Bebas Narkoba Pelamar CPNS Diduga Palsu
JAKARTA - FBINews.net
Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengungkap kasus penipuan dan pemalsuan surat keterangan bebas narkotika yang biasa dikeluarkan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Diduga korbannya calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang beberapa waktu lalu mengikuti seleksi.
Tersangka RJT diduga telah menipu sekitar 600 orang. Dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku anggota BNN yang siap membantu mendapatkan surat demi kepentingan melamar kerja hingga mendaftar CPNS yang menjadi syarat utama.
Kapolres Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra mengatakan ke awak media FBINews, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya seorang pegawai honorer Dinas Lingkungan Hidup yang membuat kartu bebas narkoba. “Korban sendiri mendapatkan rekomendasi dari temannya yang sebelumnya membuat kartu bebas narkoba,” katanya, Selasa (11/12).
Berbekal keterangan dari teman, wanita ini llau membuat surat kterangan dengan membayar Rp150 ribu. Keesokan harinya karena surat sudah jadi, korban mengambilnya agar bisa dijadikan syarat untuk kembali mendaftar bekerja. “Namun saat surat jadi, korban merasa aneh. Karena surat yang didapat dinilai palsu,” ujar Toni.
Dari hal itu, sambung Kapolres, korban melapor ke Polsek Pulogadung. Unit Reskrim yang dipimpin Kanit AKP Chalid Thayib langsung mengarah ke kediaman tersangka di Gading Icon. “Saat polisi datang, pelaku masih mengaku kalau dirinya merupakan PNS BNN yang selama ini membantu membuat surat keterangan bebas narkoba,” ujarnya yang saat itu didampingi Kompol Pandji Santoso.
Namun, saat petugas meminta surat-surat keterangan PNS dan izin mengeluarkan surat bebas narkoba, RJT tak bisa menunjukkannya. Petugas pun langsung mengamankan pelaku ke polsek atas aksi penipuan dan pemalsuan tersebut. “Selain menangkap pelaku, kami juga menyita alat-alat yang selama ini digunakan untuk membuat surat keterangan bebas narkoba,” ungkapnya.
Dalam menjalankan aksinya, kata Toni, untuk memikat calon korbannya, pelaku menjanjikan proses pembuatan surat tersebut berlangsung singkat. Selain cepat, pelaku menjual surat keterangan bebas narkotika palsu tersebut sebesar Rp150 ribu perlembarnya.
“Setelah kami lakukan pengembangan ternyata korban berjumlah 616 orang. Jadi kalau dijual Rp 150 ribu, tentu ini sangat menggiurkan,” kata Toni.
DI BNN BAYAR RP 350 RIBU
Dengan banyaknya korban, ada kemungkinan banyak pencari kerja yang sebelumnya mendaftar CPNS menggunakan surat keterangan bebas narkoba palsu. Pasalnya, hanya untuk mendapatkan surat dari BNN, warga diharuskan membayar Rp350 ribu. “Ya kalau nggak ketahuan palsu dan cuma bayar Rp150 ribu ya murah,” kata Putra, 22, seorang pelamar kerja.
Menurutnya, selama ini meski mahal surat keterangan bebas narkoba yang diperlukan sebagai syarat melamar kerja meski harus merogoh kocek dalam harus dibikin. “Harusnya BNN juga jangan kasih harga mahal. Karena tingginya harga itu wajar saja kalau di palsukan,” terangnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI, AKBP Maria Sorlury mengimbau masyarakat yang ingin yang ingin membuat surat keterangan bebas narkotika untuk datang langsung ke Kantor BNNP DKI Jakarta. “Seluruh masyarakat yang ingin mencari surat keterangan dalat datang ke kantor kami di Jalan Rasuna Said. Prosesnya cepat, datang pagi dan tidak lama langsung selesai,” tukasnya.
panji & Sodikin

Posting Komentar