News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolda Maluku dan Ketua MUI Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Generasi Muda dari Dampak Era Digital

Kapolda Maluku dan Ketua MUI Ajak Orang Tua Perkuat Perlindungan Generasi Muda dari Dampak Era Digital



Maluku — Fbinews 

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Prof. Dr. Hi. Abdullah Latuapo menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua serta tokoh masyarakat dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan digital. Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan tatap muka bersama masyarakat Desa Fiditan, Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Rabu (7/1/2026).


Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Hijrah Lingkungan Baru Desa Fiditan berlangsung dalam suasana religius, hangat, dan penuh kekeluargaan. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka untuk menyampaikan pesan pembinaan karakter, toleransi, serta penguatan nilai moral generasi muda di tengah pesatnya arus teknologi informasi.


Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres Tual beserta jajaran, Kapolsek Dullah Utara, Penjabat Desa Fiditan dan perangkat desa, Badan Saniri Ohoi (BSO) Fiditan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina secara bersama-sama. Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama karena derasnya pengaruh media sosial dan internet yang dapat memengaruhi pola pikir serta perilaku anak-anak.


“Internet memiliki sisi positif dan negatif. Anak-anak kita mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi, membimbing, dan mengarahkan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, toleran, dan bertanggung jawab,” ujar Kapolda.


Kapolda menekankan bahwa pembinaan karakter sejak usia dini menjadi kunci utama dalam mencegah generasi muda terjerumus ke dalam perilaku menyimpang yang berpotensi menimbulkan konflik sosial, kenakalan remaja, maupun pelanggaran hukum.


Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai kesabaran dan kedekatan kepada Tuhan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Ia menilai bahwa masalah yang dihadapi tanpa kesabaran dan landasan keimanan berisiko melahirkan emosi serta tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.


“Masalah adalah bagian dari kehidupan. Kuncinya adalah bagaimana kita menyikapinya. Beribadah dan bersabar menjadi fondasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin,” pesannya.


Senada dengan hal tersebut, Ketua MUI Provinsi Maluku Prof. Dr. Hi. Abdullah Latuapo menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga, tokoh agama, serta lingkungan sosial. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan harus menjadi benteng utama dalam menghadapi pengaruh negatif era digital.


“Generasi muda harus dibekali iman, akhlak, dan nilai toleransi sejak dini. Ketika anak-anak memiliki fondasi moral yang kuat, mereka tidak mudah terprovokasi dan mampu hidup rukun di tengah perbedaan,” ujar Ketua MUI.


Ketua MUI juga mengimbau para orang tua dan tokoh masyarakat agar aktif mengawasi pergaulan anak-anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Menurutnya, penyalahgunaan media sosial, ujaran kebencian, serta konten negatif dapat merusak masa depan generasi muda apabila tidak diantisipasi sejak dini.


“Mari kita dampingi anak-anak kita, ajak berdialog, dan jadikan rumah serta lingkungan sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk tumbuh dan belajar. Generasi muda adalah investasi masa depan bangsa,” imbaunya.


Kapolda Maluku berharap melalui kolaborasi antara orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, generasi muda di Desa Fiditan dan Kota Tual pada umumnya dapat tumbuh menjadi pribadi berkarakter kuat, cinta damai, serta mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman Maluku.


Menutup kegiatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Fiditan atas sambutan hangat serta keterbukaan dalam berdialog. Ia berharap silaturahmi yang terjalin dapat semakin memperkuat persaudaraan dan membawa manfaat bagi seluruh pihak.


Pesan yang disampaikan Kapolda Maluku dan Ketua MUI Provinsi Maluku dalam silaturahmi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan generasi muda di tengah tantangan era digital. Derasnya arus informasi menuntut peran aktif keluarga dan lingkungan dalam membentuk karakter anak sejak dini.


Pendekatan kolaboratif antara aparat keamanan dan tokoh agama menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sinergi nilai keamanan, moral, dan keagamaan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak, toleran, dan bertanggung jawab.


Melalui dialog yang humanis dan edukatif, Polri hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun masa depan generasi muda yang lebih baik, sekaligus menjaga keharmonisan sosial di wilayah Maluku yang majemuk.

** 

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar