News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolda Maluku Tinjau Polres Bursel, Tegaskan Peran Polri Hadirkan Rasa Aman dan Keadilan bagi Warga

Kapolda Maluku Tinjau Polres Bursel, Tegaskan Peran Polri Hadirkan Rasa Aman dan Keadilan bagi Warga



Maluku — Fbinews

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menegaskan bahwa jaminan keamanan dan keadilan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh kehadiran Polri.


Menurut Kapolda, masyarakat menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian sebagai pelindung dan pengayom yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus keadilan dalam penegakan hukum. Penegasan tersebut disampaikan kepada personel Polres Buru Selatan (Bursel) dan Kompi 3 Yon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku saat kunjungan kerja di Mako Polres Bursel, Rabu (21/1/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Maluku didampingi Irwasda Kombes Pol I Made Sunarta, Karo SDM Kombes Pol Jemi Junaidi, Dansat Brimob Kombes Pol Dr. Irfan S. P. Marpaung, Dir Krimsus Kombes Pol Piter Yanotamma, Dir Narkoba Kombes Pol Indra Gunawan, Kabidkeu Kombes Pol Bangun Widi Septo, serta Kabid Dokkes Polda Maluku dr. Kombes Pol M. Faizal Zulkarnaen. Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyampaikan sejumlah penekanan penting yang perlu menjadi perhatian seluruh personel Polri.


"Polisi ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas rasa aman dan adil, sehingga situasi kamtibmas menjadi kondusif," kata Kapolda.


Kapolda menjelaskan, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif dapat diukur melalui sejumlah indikator, antara lain tidak adanya fear of crime, setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat, aktivitas masyarakat berjalan lancar tanpa hambatan, keluhan masyarakat direspons secara cepat, serta adanya perhatian terhadap kesejahteraan.


Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa Polri merupakan alat keamanan dalam negeri. Oleh karena itu, seluruh anggota diharapkan memiliki kerangka berpikir yang sama dalam menyelesaikan akar permasalahan sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.


"Sebelum kita terjung ke hal yang lebih jauh, hal yang paling mendasari bagi peran seorang anggota Polri di tengah-tengah masyarakat adalah hal apa yang diinginkan masyarakat, maka dari itu rekan rekan harus bisa untuk melakukan mapping maupun identifikasi hal-hal tersebut sejak dini," ungkap Kapolda mengingatkan.


Mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini juga menyoroti sejumlah kasus yang perlu mendapatkan perhatian dan atensi bersama, seperti perkelahian antar pemuda dan penganiayaan yang berpotensi memicu konflik berkepanjangan. Menurutnya, peristiwa tersebut kerap dipicu oleh konsumsi minuman keras.


"Maka dari itu kita harus mampu  menyelesaikan dengan cara minimalisir melalui proses ritual Adat/Sasi, Peraturan Daerah serta lokalisir tempat komsumsi," ujarnya.


Selain itu, Kapolda menekankan persoalan lain yang juga perlu diwaspadai, di antaranya pencurian pada malam hari, peredaran narkoba, serta kejahatan di media sosial berupa provokasi.


"Anggota Polri harus membuka mata akan hal tersebut khususnya Intelijen, Reserse maupun Bhabinkamtibmas," tegasnya.


Kapolda Maluku juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana korupsi. Anggota Polri diminta melakukan langkah pencegahan dan pengawalan melalui pemetaan sejak dini.


"Beberapa jalan umum saya lihat tidak terawat terutama dalam perkotaan, rangkul Forkopimda agar masyarakat dapat merasakan dampak nyata kehadiran negara," pintanya.


Jenderal bintang dua ini turut menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) Polri. Menurutnya, SDM yang unggul mampu mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana.


"Spesifikasi SDM yang berkualitas dapat dilihat dari motivasi, profesional serta moralitas anggota itu sendiri," jelasnya.


Selain itu, Kapolda mengajak personel untuk lebih aktif merangkul masyarakat melalui kegiatan positif di media sosial, khususnya peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan yang melekat langsung dengan warga. Kerja sama dengan influencer lokal juga dinilai penting agar pesan-pesan positif dapat tersebar luas di ruang digital.


"Turun langsung ke lapangan untuk mendengar keluhan masyarakat maupun buka ruang komunikasi antar aparat dan masyarakat melalui sosial media, sediakan nomor telepon khusus untuk sarana pengaduan atau informasi dari masyarakat," harapnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan atensi khusus terkait perilaku anggota Polri. Ia mengingatkan bahwa masyarakat kerap menyoroti tindakan kekerasan, arogansi, pelanggaran asusila, maupun gaya hidup hedonis oknum anggota.


"Rekan-rekan perlu ketahui bahwa dampak dari perilaku negatif bukan hanya untuk 1 orang namun berdampak besar bagi kita semua terutama institusi ini," tegasnya.

** 

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar