News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Humas sebagai Pasukan Khusus Bangun Citra Polri

Humas sebagai Pasukan Khusus Bangun Citra Polri



Riau - Fbinews

Wakapolda Riau secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kehumasan Polda Riau Tahun Anggaran 2026, Kamis (12/2/2026) di Aula Tribrata Lantai 5 Polda Riau. Kegiatan ini dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau dan menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi kehumasan di era digital.


Dalam sambutannya, Wakapolda Riau menegaskan bahwa manajemen media merupakan kunci utama keberhasilan organisasi Polri. Ia membagikan pengalaman selama 15 tahun berdinas di Polda Metro Jaya, yang disebutnya sebagai barometer keamanan nasional.


“Sejak era Jenderal Tito Karnavian, manajemen media menjadi prioritas. Bahkan sempat muncul gagasan agar Humas dipimpin Jenderal Bintang Tiga, karena baik atau buruknya citra Polri sangat bergantung pada bagaimana kita mengelola media,” ujarnya.


Wakapolda juga menyoroti tantangan era digital native, di mana jumlah ponsel di Indonesia disebut telah mencapai 125 persen dari total populasi dan pengguna media sosial sekitar 60 persen. Kondisi ini, menurutnya, menciptakan ruang digital yang sangat luas sekaligus kompleks.


“Kita berada di era disrupsi. Siapa yang tidak beradaptasi akan tertinggal. Termasuk dalam dunia kriminal, pelaku kejahatan kini belajar secara otodidak melalui internet dan dapat menimbulkan dampak lintas negara,” jelasnya.


Ia juga mengingatkan ancaman fenomena post-truth, yakni kondisi ketika opini publik lebih dipengaruhi narasi viral dibanding fakta objektif. Berbagai isu yang berkembang di media sosial, termasuk tagar bernada negatif terhadap institusi, dinilai harus direspons dengan strategi komunikasi yang cepat dan tepat.


Berdasarkan pengalamannya menangani kerusuhan di Jakarta, media sosial disebut kerap dimanfaatkan untuk memicu kejahatan berimplikasi kontingensi yang bersifat mendadak dan sulit diprediksi. Teknik social engineering, lanjutnya, dapat membungkus isu sensitif untuk menggerakkan massa dan mengganggu stabilitas keamanan.


Karena itu, Wakapolda menegaskan bahwa fungsi Humas adalah “pasukan khusus” Polri dalam membangun citra institusi. Humas diharapkan mampu melakukan agenda setting, membangun opini publik yang positif, serta mengangkat sisi humanis anggota di lapangan.


“Keberhasilan operasional harus mampu dikemas secara visual dan naratif agar masyarakat melihat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.


Ia juga mendorong tim Humas dan pengelola media sosial agar solid, responsif, serta cakap dalam menyajikan data dan informasi guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Assoc. Prof. Eka Putra, S.T., M.Sc., Ph.D., dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau, serta Aris Nugroho, S.H., konten kreator dari Riau Creative Hub. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, penayangan video selayang pandang, serta laporan ketua pelaksana.


Mengakhiri sambutannya, Wakapolda Riau secara resmi membuka pelatihan dengan harapan kegiatan ini mampu melahirkan personel Humas yang profesional dan adaptif dalam menjaga kehormatan institusi di ruang digital.

** 

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar