Irwasda Polda Bali Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Agung 2026
Denpasar — Fbinews
Irwasda Polda Bali Kombes Pol Asep Ahdiatna, S.I.K., M.H., selaku Wasops Keselamatan Agung, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Agung-2026 yang digelar di halaman depan Mapolda Bali, Senin (2/2/2026).
Apel tersebut dihadiri para Pejabat Utama Polda Bali, pejabat dan personel yang terlibat dalam Operasi Keselamatan Agung-2026, serta perwakilan instansi terkait, antara lain Danpomdam IX/Udayana, Kadishub Provinsi Bali, Kacab Jasa Raharja Bali, dan Kepala Jasa Marga Tol Bali Mandara.
Dalam kesempatan itu, Irwasda Polda Bali membacakan amanat Kapolda Bali. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir atas kolaborasi dan sinergi yang selama ini terjalin dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas (kamseltibcarlantas) di Provinsi Bali sebagai etalase pariwisata dan wajah Indonesia di mata dunia.
Kamseltibcarlantas di Bali disebut memiliki peran yang sangat strategis. Lalu lintas tidak hanya menyangkut mobilitas kendaraan, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian dan penopang pariwisata berkualitas. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan, arus lalu lintas yang tinggi menandakan pertumbuhan ekonomi yang baik, namun di sisi lain memicu persoalan seperti kemacetan yang berdampak pada kerugian materiil dan psikologis bagi masyarakat maupun wisatawan.
Selain itu, kondisi tersebut turut memicu peningkatan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, baik yang melibatkan warga lokal maupun wisatawan asing. Berdasarkan data Ditlantas Polda Bali, jumlah pelanggaran lalu lintas periode 2024–2025 meningkat sebesar 54 persen. Meski demikian, penanganan pelanggaran tetap mengedepankan teguran dan edukasi. Pada 2025, peningkatan pelanggaran juga diikuti kenaikan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 2 persen.
Situasi tersebut dinilai tidak bisa dianggap biasa karena selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil, tingginya angka kecelakaan juga berpotensi berdampak pada citra pariwisata Bali. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, Polda Bali bersama jajaran melaksanakan Operasi Keselamatan Agung-2026 selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi ini melibatkan 1.492 personel dari Polda Bali dan Polres/Polresta jajaran, serta mendapat dukungan dari instansi terkait lainnya. Dalam pelaksanaannya, operasi mengedepankan upaya preemtif dan preventif secara humanis, dengan tetap didukung penegakan hukum profesional melalui ETLE.
Adapun sasaran operasi difokuskan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk keselamatan, pengemudi di bawah pengaruh alkohol atau menggunakan ponsel saat berkendara, serta perilaku lain yang membahayakan pengguna jalan.
Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Ops Ketupat Agung-2026”. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Selain itu, Operasi Keselamatan Agung-2026 juga bertujuan menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif menjelang pengamanan arus mudik dan Hari Raya Idul Fitri yang akan berlangsung pada Maret 2026.
Manajemen lalu lintas di Bali disebut sebagai tantangan yang kompleks dan dinamis sehingga memerlukan perhatian, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Polda Bali mengajak seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya pelaksanaan operasi ini.
Menutup amanatnya, Irwasda Polda Bali menyampaikan sejumlah penekanan kepada personel, antara lain agar mengawali tugas dengan doa dan mengutamakan keselamatan, melaksanakan tugas sesuai rencana operasi dan SOP secara profesional, humanis, dan simpatik, menjaga integritas serta menghindari penyalahgunaan wewenang, mengoptimalkan koordinasi dan kerja sama lintas instansi, serta meningkatkan pengawasan melekat di lapangan.

Posting Komentar