News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, Bersiap Sambut Perayaan Imlek 2026

Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto, Bersiap Sambut Perayaan Imlek 2026



Kota Mojokerto - FBINEWS

Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto mulai bersiap menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada Selasa (17/2/26).

Para pengurus Kelenteng mulai melaksanakan persiapan-persiapan diantaranya melaksanakan pembersihan Tumpang atau Rupang, Rabu (11/2/2026).



"Diawali dengan sembahyangan terus dilanjutkan dengan menurunkan tumpang-tumpang untuk dibersihkan lalu dikembalikan di tempatnya lagi," jelas bapak Jemy Gutama ketua Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto yang di dampingi bapak Eko Gunawan selaku ketua panitia perayaan Imlek 2026 dan bapak Gede Sidarta selaku penasehat.

Prosesi pembersihan patung dewa (Tumpang atau Rupang) diawali dengan ritual sebagaimana tradisinya sebelum patung dibersihkan dengan air bunga.

Setelah bersih dan kering selanjutnya patung-patung dewa akan dikembalikan pada tempatnya semula. Selain itu kelenteng Hok Sian Kiong juga di cat ulang serta dipasang lampion-lampion di halamannya.

Menurut hitungan Kongzili bahwa Imlek tahun 2026 masuk pada tahun 2577 dan merupakan tahun Kuda Api yang memiliki energi dinamis, berani, dan cepat berubah. Bagi kaum Tionghoa bahwa kedepannya tahun ini menjadi harapan kehidupan yang baru yang lebih baik.



Kelenteng Hok Sian Kiong yang berada di persimpangan Jalan Residen Pamuji dan Jalan Panglima Sudirman, Kota Mojokerto berdiri sejak 23 Desember 1823. Dulunya kelenteng ini berada di gudang milik Oei Kiem Hoa, di Sentanan Kidul yang saat ini merupakan Jalan Kapten Piere Tendean. Baru pada tahun 1874 Kelenteng pindah ke Jalan Panglima Sudirman Nomor 1.

Bagunan induk Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto berisi altar Makco Thian Shang Sheng Mu, yang dikenal sebagai Mazu atau Tian Hou yaitu Dewi Laut dalam kepercayaan Tionghoa.

Perannya dihormati sebagai pelindung nelayan, pelaut, dan masyarakat pesisir. Ia dipercaya sebagai penjelmaan Lin Mo Niang yang merupakan seorang wanita berbudi luhur dari zaman Dinasti Song serta gemar menolong orang. 


(Agus Buyut)

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar