News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rampungkan 3 Jembatan di Dumai dan Inhu, 23 Proyek Lain Dipercepat

Rampungkan 3 Jembatan di Dumai dan Inhu, 23 Proyek Lain Dipercepat



Pekanbaru – Fbinews

Upaya Polda Riau dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan serta menunjang akses pendidikan terus menunjukkan perkembangan. Dari 26 proyek jembatan di berbagai daerah hukum Polda Riau, sebagian besar kini mendekati penyelesaian.


Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subiant Sebanyak 250 personel gabungan yang terdiri dari Satbrimob, Ditpolairud, Ditsamapta, serta jajaran Polres dikerahkan untuk bekerja intensif. Hingga hari ke-11, Minggu (8/2/2026), progres keseluruhan pembangunan telah mencapai 78 persen.


Tiga jembatan bahkan telah selesai sepenuhnya atau 100 persen, yakni Jembatan Gang Danau Toba di Kota Dumai, serta dua jembatan di Kabupaten Indragiri Hulu, masing-masing di Desa Belimbing dan Dusun III Pasir Bongkal.


Sebanyak 11 proyek lain sudah memasuki tahap akhir dengan capaian 90 hingga 98 persen, di antaranya Jembatan Buatan I Koto Gasib di Siak dan Jembatan Gantung Tanjung Betung di Rohul.


Untuk tahap konstruksi menengah dengan progres 40 sampai 85 persen terdapat enam titik, mayoritas berupa pembangunan jembatan beton di Pelalawan serta renovasi sekolah di Indragiri Hilir. Sementara lima titik lainnya masih berada pada tahap awal di bawah 40 persen, karena menghadapi tantangan geografis cukup berat seperti di Bengkalis dan Inhil. Satu lokasi di Muara Petai, Kuansing, juga masih menunggu kesiapan teknis.


Infrastruktur Sekolah


Selain membangun jembatan, Polda Riau turut merehabilitasi fasilitas pendidikan di SDN 020 Sapat, Kuala Indragiri, Inhil. Pekerjaan dilakukan terpadu antara akses jembatan dan ruang belajar. Saat ini, pembangunan jembatan menuju sekolah telah mencapai 93 persen, sedangkan renovasi bangunan sekolah berada di angka 83 persen.


"Fokus kami adalah menjamin keselamatan anak-anak sekolah. Tidak boleh ada lagi siswa yang terhambat pendidikannya karena akses jalan yang rusak atau berbahaya," kata Dansat Brimob Polda Riau selaku Kasatgas Darurat Jembatan, Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, Senin (9/2/2026).


Di tengah percepatan pekerjaan, tim juga menghadapi sejumlah tantangan alam. Pasang surut air laut di wilayah Inhil dan Meranti serta tingginya curah hujan di Pelalawan dan Rohul menjadi hambatan utama, khususnya dalam proses pengecoran pondasi.


Di Bengkalis, distribusi material untuk pembangunan Jembatan Temiang (progres 24 persen) bahkan harus melalui jalur sungai dengan memperhitungkan debit air. Untuk mengatasi kendala itu, durasi kerja ditambah menjadi 9 hingga 12 jam per hari ketika cuaca memungkinkan.


Keadilan Akses bagi Warga Desa


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan masyarakat di daerah terpencil harus memperoleh kemudahan mobilitas yang setara dengan warga perkotaan. Pembangunan infrastruktur ini, menurutnya, merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang humanis sekaligus memberi solusi.


"Ada keadilan yang harus kita bangun di situ. Saudara-saudara kita di daerah berhak memiliki dan merasakan akses yang mudah, sama seperti di tempat lain," tegas Kapolda, Rabu (28/1).


Program Jembatan Merah Putih Presisi dengan tema Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan diharapkan mampu membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah.


"Kita harapkan kegiatan ini bisa menjadi akses konektivitas antardesa untuk membuat bagaimana akses pendidikan, kesehatan, petani-petani yang akan ke kebun, anak-anak yang akan ke sekolah itu dapat terhubung dengan baik dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," jelasnya.

** 

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar