News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kakorlantas Ungkap Kolaborasi dan Teknologi Jadi Strategi Sukses Operasi Ketupat 2026

Kakorlantas Ungkap Kolaborasi dan Teknologi Jadi Strategi Sukses Operasi Ketupat 2026


Jakarta – FBINEWS 

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M. Hum. mengungkapkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak lepas dari kuatnya kolaborasi antarstakeholder serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan arus lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan Kakorlantas dalam wawancara di Program Berita Satu Siang, Jumat (10/4/2026) terkait tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang mencapai lebih dari 80 persen.

Menurutnya, sinergitas antara Polri, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta instansi terkait menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

“Negara hadir dengan penuh kolaborasi. Sinergitas stakeholder, kesiapan personel, pos pengamanan, hingga skenario manajemen rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama,” kata Kakorlantas.

Selain kolaborasi, penerapan teknologi seperti predictive traffic policing dan traffic counting juga menjadi strategi penting. Dengan sistem tersebut, Korlantas dapat melakukan intervensi rekayasa lalu lintas secara terukur berdasarkan data, bukan sekadar prediksi.

Ia menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way dilakukan berdasarkan parameter tertentu. Misalnya, ketika volume kendaraan mencapai angka tertentu dalam satu jam, maka langkah intervensi langsung diterapkan untuk mengurai kepadatan.

“Semua berbasis data, termasuk V/C (volume/capacity) ratio. Jadi keputusan di lapangan benar-benar terukur dan tepat sasaran,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Meski terjadi kepadatan, arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman.

Keberhasilan tersebut juga tercermin dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Kakorlantas menyebut, fatalitas korban meninggal dunia turun hingga 30 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Ini tidak lepas dari kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta peran rekayasa lalu lintas yang efektif,” kata dia.

Meski demikian, Kakorlantas menegaskan bahwa evaluasi tetap akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain peningkatan partisipasi masyarakat, optimalisasi adaptive traffic management, serta integrasi teknologi antarinstansi.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dari berbagai dimensi agar pelaksanaan mudik ke depan semakin baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar