News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Peran Pendidik Diperkuat, Cegah Radikalisme di Kubu Raya

Peran Pendidik Diperkuat, Cegah Radikalisme di Kubu Raya


Kubu Raya, Kalimantan Barat — FBINEWS 

Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Kalimantan Barat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama kepala sekolah serta tenaga pendidik SMP dan MTs se-Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Polda Kalimantan Barat dan dilaksanakan pada Senin, (27/4/2026) di Meeting Room Gardenia Resort Kubu Raya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Bintibsos Humas Polda Kalbar, Oon Sudirman, serta sekitar 50 dewan guru dari SMP, MTs, dan pondok pesantren di wilayah Kubu Raya. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, hingga sesi diskusi interaktif bersama peserta.

Dalam penyampaian materi, personel Unit Pencegahan Satgaswil Kalbar, Muhammad Mursid, memaparkan terkait pola penyebaran paham radikal dan terorisme di era digital, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran propaganda. Ia menjelaskan bahwa kelompok muda menjadi salah satu target utama dalam proses radikalisasi, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama, khususnya di lingkungan pendidikan.

Selain itu, disampaikan pula indikator awal konten radikal, seperti narasi “kita versus mereka”, glorifikasi kekerasan, serta upaya delegitimasi terhadap negara. Konten berbahaya tidak selalu tampak ekstrem, namun sering muncul dalam bentuk ujaran kebencian, hoaks, dan provokasi yang dapat memecah belah. Oleh karena itu, literasi media menjadi hal yang penting untuk ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menyaring informasi secara bijak.

Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya pendekatan soft approach melalui edukasi, penguatan daya kritis, serta peran aktif tenaga pendidik dalam membimbing siswa. Faktor sosial seperti bullying turut menjadi perhatian, karena dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi infiltrasi ideologi kekerasan pada anak di bawah umur.

Melalui sesi tanya jawab, para peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai pengalaman di lingkungan sekolah masing-masing. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bersama akan pentingnya kolaborasi dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan pelajar.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah kesimpulan, antara lain pentingnya pengawasan ruang digital secara bersama, perlunya peningkatan literasi media, serta peran strategis tenaga pendidik sebagai benteng utama dalam pencegahan. Selain itu, sinergi antara pemerintah, aparat, lembaga pendidikan, dan organisasi pemuda dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ruang informasi yang aman dan sehat.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan penguatan kolaborasi dalam pengawasan dan pelaporan terhadap siswa yang berpotensi terpapar konten negatif, serta rencana pelaksanaan kegiatan sosialisasi lanjutan di masing-masing sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mengedepankan langkah pencegahan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan.
**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar