News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Respons Cepat Gempa Patani, Kapolda & Gubernur Langsung Turun Tangan

Respons Cepat Gempa Patani, Kapolda & Gubernur Langsung Turun Tangan



Sofifi — Fbinews.net


Kepedulian Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman terhadap warga terdampak gempa di Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), langsung mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.


Begitu menerima laporan kondisi warga, Kapolda Maluku Utara menyampaikan langsung situasi tersebut kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Informasi itu kemudian segera ditindaklanjuti Gubernur dengan berkoordinasi bersama Bupati Halmahera Tengah untuk memastikan warga yang rumahnya mengalami kerusakan mendapat bantuan.


Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.22 WIT. Pusat gempa berada di laut sekitar wilayah Patani dengan kedalaman 10 kilometer.


Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman mengatakan, sejak menerima informasi gempa, dirinya langsung memerintahkan jajaran kepolisian di wilayah terdampak untuk melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.


“Merespons bencana ini supaya masyarakat yang mengalami kerusakan bisa segera terbantu. Saya juga sudah perintahkan Kapolres Halteng tadi malam untuk mendata di lokasi gempa, ada berapa kerusakan rumah,” ucap Arif Budiman.


Menindaklanjuti perintah tersebut, Kapolres Halmahera Tengah telah menurunkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk membantu proses pendataan.


“Alhamdulillah, Kapolres Halteng sudah menurunkan tim untuk membantu mendata kerusakan rumah masyarakat agar bisa segera ditindaklanjuti dan masyarakat yang terdampak bisa terbantu,” ujarnya.


Kapolda memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dampak gempa yang ditemukan berupa kerusakan pada sejumlah bangunan milik warga dan fasilitas umum.


“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan saja,” jelas Kapolda pada wartawan saat diwancarai, Rabu (2/9/2026).


Berdasarkan pembaruan situasi pascagempa di Kecamatan Patani, tercatat lebih dari 35 unit bangunan mengalami kerusakan. Bangunan terdampak meliputi rumah warga, toko, serta fasilitas ibadah yang tersebar di sejumlah desa.

Mayoritas kerusakan tergolong ringan, terutama berupa retakan pada dinding bangunan.




Di Desa Kipai terdapat dua rumah rusak, Desa Yondeliu satu rumah, dan Desa Loman satu toko. Sementara di Desa Yeisowo tercatat 16 rumah, satu masjid dan satu mushola mengalami kerusakan.


Selanjutnya, di Desa Baka Jaya terdapat 13 rumah yang mengalami kerusakan. Sedangkan di wilayah Patani Utara, Desa Bilifitu dilaporkan terdapat dua rumah dan satu masjid yang terdampak. Desa Yeisowo menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak, disusul Desa Baka Jaya.


Arif  juga mengatakan kedua wilayah tersebut menjadi prioritas pendataan lanjutan sekaligus penanganan dan penyaluran bantuan.


“Prioritas tindak lanjut di Desa Yeisowo dan Baka Jaya sebagai fokus pendataan dan bantuan perbaikan dari Pemkab maupun BPBD, termasuk perbaikan fasilitas ibadah yang terdampak,” tuturnya.


Kapolda menegaskan, sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar penanganan pascagempa dapat dilakukan secara cepat dan tepat, terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.


"Kolaborasi tersebut diharapkan memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak terdata dengan baik sehingga bantuan dan proses pemulihan dapat disalurkan secara tepat sasaran," pungkasnya.


ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar