2020/11/25

Petani Rumput Laut Cantigi Indramayu Tetap Survive disa'at pandemi covid 19



Indramayu-Fbinews.net


Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Usaha perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor yang terdampak. Namun, para petani rumput laut di Kecamatan Cantigi terus bertahan ditengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.


Kegigihan para petani rumput laut yang ada di Desa Cangkring dan Cemara Kecamatan Cantigi ini menggugah rasa penasaran Pjs. Bupati Indramayu Bambng Tirtoyuliono untuk melihat secara dekat situasi kondisi dan permasalahan yang kini tengah dihadapi oleh para petani rumput laut tersebut. 


Selasa sore (24/11/2020), Pjs. Bupati Indramayu melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani pembudidaya rumput laut di kedua desa tersebut. Bambang menjelaskan, wilayah Kecamatan Cantigi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi sentra rumput laut. Pasalnya, saat ini memiliki luas yang sangat besar bila dibandingkan dengan kecamatan yang ada di wilayah pesisir lainnya.



Bambang menambahkan, potensi rumput laut di Kabupaten Indramayu mencapai luas 485 hektar. Jumlah tersebut tersebar di 6 kecamatan yakni Cantigi 225 hektar, Pasekan 125 hektar, Indramayu 75 hektar, Sindang 25 hektar, Kandanghaur 20 hektar, dan Losarang 15 hektar. "Pada pandemi saat ini petani rumput laut merasakan dampaknya. Mulai dari harga turun hingga kurangnya permintaan dari para buyer. Namun demikian secara perlahan mereka tetap bertahan dan kini mulai bangkit kembali," tegas Bambang.


Sementara itu Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi melalui Kepala Seksi Bina Produksi Perikanan Dewi Sri Hartati mengatakan, pada tahun 2019 lalu target produksi rumput laut mencapai 47,111.66 ton dengan realisasi sebanyak 43,965.60 ton (93,32 %) dengan nilai produksi Rp 307.068.115.000. "Apabila dilihat dari potensi maka Kecamatan Cantigi dengan luasan mencapai 225 hektar layak untuk dibangun industri rumput laut," kata Dewi. (MT jahol)


EmoticonEmoticon