AKSI KOMUNITAS INDUSTRI KREATIF MOJOKERTO MENGINGATKAN AGAR KITA LEBIH PEDULI TERHADAP SESAMA DISAAT PANDEMI COVID-19
MOJOKERTO -FBINEWS.NET
Situasi pandemi yang sedang melanda seluruh dunia saat ini menimbulkan krisis diberbagai bidang. Berawal dari munculnya krisis kesehatan yang berkepanjangan maka merambah pula pada krisis kepedulian, krisis mental karena ketakutan hingga krisis ekonomi.
Dampak buruk yang luar biasa inilah yang menggugah keprihatinan sekelompok seniman di Mojokerto yang tergabung dalam Komunitas Industri Kreatif Mojokerto untuk melakukan aksi demi mengingatkan kembali pentingnya kebersamaan didalam menghadapi situasi yang sedang terjadi saat ini. Termasuk juga menyoroti tentang strategi dalam mengatasinya dengan mengadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Kita menyikapi PPKM yang selama ini mendera bangsa kita. Kita berharap PPKM ini cepat selesai dan cepat kelar dan apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk aspirasi kemarin-kemarin yang ibaratnya masyarakat mengalami kesakitan, aparat berjaga juga mengalami kesakitan, pejabat mengalami kesakitan. Kita semua seharusnya bersyukur, dalam artian kita sebagai masyarakat harus saling bahu-membahu untuk segera membantu agar negara ini cepat pulih" kata Bagus Septyan Tri P selaku penanggungjawab aksi Komunitas Industri Kreatif Mojokerto saat di wawancara seusai melakukan aksi teatrikal di depan pintu masuk alun-alun kota Mojokerto sebelah selatan (25/7/2021).
Didalam aksi teatrikal tersebut mereka selain mengajak untuk saling peduli, juga berupaya menyerukan semangat kepada mereka yang terdampak untuk bertahan dan berusaha bangkit kembali.
Sebagaimana narasi yang mereka sampaikan saat aksi teatrikal yang berbunyi: Membantu sesama adalah jalan. Jalan dimana kita bisa meringankan beban sesama manusia yang berada dalam suatu tekanan moral dan mental. Kita harus tetap hidup walau hanya mengandalkan uluran tangan.
Situasi memang sedang sulit secara merata. Tak terlepas juga bagi yang menggeluti industri kreatif kegiatannya berhenti total selama diberlakukannya PPKM. Otomatis mereka tidak berpenghasilan. Namun dalam situasi seperti itu, tetap tidak ada alasan untuk terjadi krisis kepedulian. Harus tetap ada tindakan nyata untuk meringankan beban sesama.
"Selama PPKM kita mensupport pemerintah. Kita membuat gerakan bagi-bagi sembako kepada orang-orang terdampak, pedagang-pedagang kecil. Terus kita juga mengirim makanan kepada teman-teman yang lagi isoman. Terus malam hari kita juga memberikan gorengan, makanan ringan kepada aparat yang bertugas di penyekatan-penyekatan" lanjut Bagus Septyan Tri P. (Agus Buyut)


Posting Komentar