-->

Iklan

Menu Bawah

Pengrajin Tahu dan Tempe Mengeluhkan Harga Bahan Kedelai Yang Tinggi Dan Rawan Penyelewengan Subsidi Oleh Gakoptindo, Puskopti Dan Kopti

fbinews
21 Nov 2022, 09.30 WIB Last Updated 2022-11-21T02:30:02Z

 


Jakarta - Fbinews


Para pengrajin Tahu dan Tempe di Jakarta barat mengeluhkan harga kacang kedelai yang terus naik hal ini di rasakan sangat menganggu biaya produksi yang tidak sesuai dengan harga di pasaran tahu tempe kepada awak media Senin 21 November 2022. 


Para pengerajin Tahu Tempe sangat mengharapkan pemerintah dalam hal ini kementrian koperasi, kementrian perdagangan atau BPK turun ke lapangan untuk memantau harga di pasaran kacang kedelai sebagai bahan pokok pembuatan tahu tempe. hingga tidak memberatkan pengrajin tahu tempe.


Selama ini harga kedelai bersubsidi hanya di pegang oleh Gakoptindo Puskopti dan Kopti yang sangat rawan penyelewengan. Bisa saja KWP (agen kopti) menjual dengan harga melebihi yg sudah ditetapkan, dikarenakan karung dan kedelainya pun sama seperti yg reguler (non subsidi)


Saat ini harga kacang kedelai 14.000 (di tingkat agen non KOPTI)disubsidi 1000 jadi harusnya dijual ke pengrajin 13.000 tetapi dilapangan harga sangat bervariasi antara 13.270-13,500, pengecer kedelai non KOPTI juga banyak dirugikan dengan adanya subsidi karena mereka pengrajin yg sdh puluhan tahun jadi langganan beralih ke KOPTI karena selisih harga tersebut.


Jika hal ini berlangsung lama maka di kawatirkan terjadi persaingan tidak sehat diantara pengrajin karena sebagian bnyak yg tidak mendapatkan subsidi. 

"Kami sangat mengharapkan sekali kepada pemerintah agar subsidi tidak dimonopoli GAKOPTINDO- PUSKOPTI dan KOPTI."

B by

Komentar

Tampilkan

Terkini