Walikota Mojokerto Uji Coba Wisata Susur Sungai
Kota Mojokerto - FBINEWS
Langkah Kota Mojokerto menuju kota pariwisata semakin menguat. Kali ini Kota Mojokerto kembali membuat gebrakan dengan mempersembahkan satu tempat wisata baru yaitu Wisata Susur Sungai.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional, Sabtu (10/1/2026) di Kota Mojokerto dipusatkan di Taman Bahari Majapahit (TBM) jalan raya Pulorejo - Blooto Kota Mojokerto yang diisi dengan beberapa kegiatan.
Kegiatan diawali dengan Walikota Mojokerto Ika Puspita Sari (Ning Ita) gowes memantau kebersihan lingkungan pada beberapa titik yang menjadi perhatian.
Yang pertama menuju ke perbatasan antara kota dengan kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di Kelurahan Blooto yang berdampingan dengan Desa Karang Kedawang Kabupaten Mojokerto.
Tempat ini mendapat perhatian karena sering menjadi tempat membuang sampah secara liar dari luar Kota Mojokerto. Dengan letaknya yang dipinggir jalan serta jauh dari pemukiman maka orang leluasa dalam membuang sampah tanpa pengawasan.
Demi mengatasi hal ini maka Pemerintah Kota Mojokerto pun memasang cctv di lokasi tersebut. Hasilnya diperoleh foto-foto orang yang membuang sampah di lokasi tersebut.
Foto-foto itu kemudian di cetak dan dipasang ditempat itu. Tujuannya supaya memberi efek jera agar orang tidak membuang sampah secara sembarangan. Hasilnya sangat signifikan pembuangan sampah ditempat itu menjadi menurun drastis.
Kegiatan selanjutnya Walikota Mojokerto meninjau kerja bhakti warga di Lingkungan Balong Cangkring 2 Kelurahan Pulorejo serta melakukan penanaman pohon di camping ground Taman Bahari Majapahit (TBM).
Kemudian yang menjadi gong kegiatan Hari Lingkungan Hidup Nasional tahun 2026 di Kota Mojokerto adalah launching wisata susur sungai.
Wisata susur sungai di Kota Mojokerto menjadi bagian penting dalam upaya pemanfaatan sumber daya air di Kota Mojokerto. Secara optimal sumber daya ini memang harus diusahakan bisa dikelola dan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat.
"Kota Mojokerto ini dialiri oleh tujuh sungai besar dan sungai ini menjadi sebuah keberkahan karena sepanjang tahun masyarakat Kota Mojokerto dan sekitarnya tidak pernah kekurangan air," ungkap Walikota Mojokerto.
Dengan berlimpahnya air maka harus dijaga supaya air bisa menjadi berkah dan tidak menjadi ancaman musibah. Sungai harus terbebas dari sampah dan segala yang mengotorinya.
Wisata susur sungai di sungai Ngotok sudah dipersiapkan lama. Termasuk terkait dengan pelayanan untuk operasionalnya. Nahkodanya dinyatakan sudah bersertifikat. Juga izin operasional dan segala prasarana dan sarananya juga sudah tersedia.
"Dari bulan Januari sampai akhir Maret nanti cukup dengan membayar 10.000 rupiah masyarakat bisa menikmati satu kali PP sepanjang 5 km," lanjut Walikota Mojokerto dalam sambutannya.
Rutenya wisata susur sungai berangkat dari dermaga barat Jembatan Rejoto mengarah ke timur hingga ke sungai Brantas dan kembali lagi menuju dermaga timur Jembatan Rejoto.
Kedepannya nanti disepanjang tepian sungai Ngotok ini juga akan dijadikan wisata petik jeruk. Saat ini tanaman jeruk di tepi sungai ngotok sudah berbuah tinggal menunggu musim panen.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Mojokerto Ika Puspita Sari (Ning Ita) bersama perwakilan Forkopimda Kota Mojokerto mencoba keseruan berwisata air susur sungai di sungai Ngotok.
Selain berwisata susur sungai dengan perahu yang bisa menampung enam orang juga ada jet sky yang bisa digunakan untuk menikmati keseruan air di sungai Ngotok.
(Agus Buyut)


Posting Komentar