Belum Genap Dua Bulan, Polda Kaltim Bongkar 163 Kasus Narkoba: Pelajar dan Mahasiswa Terseret Jadi Kurir
Balikpapan – Fbinews
Upaya Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) dalam memerangi peredaran gelap narkotika semakin gencar. Dalam periode Januari hingga Februari 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) bersama jajaran Polres mengungkap 163 kasus narkoba di wilayah hukum Benua Etam. Dari operasi tersebut, 202 tersangka diamankan, dan 12 di antaranya berasal dari kalangan pelajar serta mahasiswa.
Wakil Kepala Polda Kaltim, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, menegaskan bahwa intensifnya pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional. “Ini merupakan komitmen Polda dalam mendukung program Asta Cita ke-7 Presiden, khususnya memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi serta narkoba. Sekali lagi saya sampaikan, komitmen Polda Kaltim dalam pemberantasan peredaran narkoba sangat tegas, jadi jangan coba-coba,” ujarnya dalam rilis resmi, Kamis (26/2/2026).
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, merinci barang bukti yang disita dari ratusan kasus tersebut. Di antaranya 6,1 kilogram sabu, 1.914 butir ekstasi, 6,15 gram ekstasi bubuk, 2,3 kilogram ganja, serta 1.140 butir obat daftar G. Ia menyampaikan keprihatinannya karena dari total 202 tersangka, terdapat dua pelajar dan 10 mahasiswa yang turut diamankan.
“Ini angka yang cukup tinggi mengingat waktunya belum sampai dua bulan. Ini bukan sekadar angka, tetapi sesuatu yang mengkhawatirkan. Pelajar dan mahasiswa bukan hanya sebagai pengguna, tetapi sudah ada yang dimanfaatkan sebagai kurir,” ungkap Romylus.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa jaringan peredaran narkotika mulai menyasar lingkungan pendidikan dan melibatkan generasi muda sebagai bagian dari operasional mereka.
Menanggapi hal tersebut, Polda Kaltim berencana memperkuat langkah pencegahan di sekolah dan perguruan tinggi melalui sosialisasi secara masif guna memutus mata rantai peredaran narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa. “Kami akan menjangkau sekolah-sekolah dan kampus agar para pelajar dan mahasiswa waspada. Jangan sampai mereka dimanfaatkan jaringan sebagai kurir,” tutupnya.
**

Posting Komentar