Operasi Ketupat 2026 Sukses, Mobilitas Tertinggi Terkendali
Jakarta – Fbinews
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memimpin apel pagi dan halal bihalal bersama personel Korlantas Polri di Lapangan NTMC, Selasa (31/03/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penyampaian evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai berjalan optimal.
Dalam arahannya, Kakorlantas menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi dapat terlaksana dengan baik berkat kontribusi dan tanggung jawab personel di lapangan. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi indikator kuat kinerja kolektif selama masa pengamanan Lebaran.
“Operasi ketupat sudah berlangsung, alhamdulillah cukup berhasil dengan indikator bahwa semua rekan-rekan melaksanakan penugasan dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab, semua punya kontribusi,” ujar Kakorlantas Polri.
Ia menambahkan, capaian tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan operasi ke depan.
“Berkaitan dengan indikator-indikator keberhasilan dan tentunya juga ada beberapa catatan yang mungkin harus kita perbaiki. Tahun 2025 operasi ketupat cukup berhasil, tahun 2026 kemarin kita tingkatkan lagi,” lanjut Kakorlantas Polri.
Lebih lanjut, Kakorlantas mengungkapkan bahwa mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026 mengalami lonjakan signifikan. Hal ini terjadi meskipun sebelumnya terdapat proyeksi penurunan pergerakan.
“Melihat dari tantangan ataupun prediksi maupun proyeksi bahwa pergerakan orang, masyarakat, barang dan kendaraan, surveinya menurun tetapi faktanya meningkat dari 143 juta kendaraan menjadi 147 juta kendaraan, termasuk juga proyeksi pergerakan mobilitas kendaraan yang terhitung melintasi Gate tol yang meninggalkan Jakarta,” jelas Kakorlantas Polri.
Data menunjukkan sekitar 3,5 juta kendaraan meninggalkan Jakarta menuju berbagai wilayah, termasuk Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatra. Seluruh pergerakan tersebut dapat dikendalikan melalui strategi rekayasa lalu lintas dan pengamanan terpadu.
“Hampir 3,5 juta kendaraan yang tercatat meninggalkan Jakarta menuju Trans Jawa, Jawa Barat dan Trans Sumatra. Semuanya bisa kita kelola dengan baik. Proyeksi kembalinya adalah 3,4 juta kendaraan. Dari proyeksi itu rencana pengamanan dan garis-garis besar operasi sudah berjalan dengan sangat baik,” ungkap Kakorlantas Polri.
Selain itu, arus mudik dan arus balik tahun ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, baik dari sisi volume harian maupun total pergerakan kendaraan. Namun demikian, kondisi lalu lintas tetap terkendali selama periode puncak.
“Sebagai catatan yang pertama adalah arus mudik tertinggi sepanjang sejarah sampai saat ini, satu hari yang meninggalkan Jakarta sejumlah 270.315, ini tertinggi dan terbanyak sepanjang sejarah arus puncak mudik selama ini dan sudah bisa terkelola dengan baik,” kata Kakorlantas Polri.
“Arus balik juga yang tertinggi sepanjang sejarah sejumlah 256.338 kendaraan, arus mudik puncaknya ada peningkatan 4,62%. Tahun lalu 250.000 kendaraan, tahun ini 270.000 itu arus mudiknya. Arus puncaknya tahun lalu 223.000 kendaraan tahun ini 256.000 kendaraan, dan ini luar biasa,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Kakorlantas menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang tetap menjalankan tugas dengan dedikasi tinggi di tengah kondisi lapangan yang menantang. Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan kebijakan transformasi operasional Polri.
“Saya berada di lapangan, saya tahu anda capek, anda capek tapi anda tetap bersemangat. Itulah apa yang menjadi arahan Bapak Kapolri melalui kebijakan beliau berkaitan dengan transformasi operasional,” pungkas Kakorlantas Polri.
**

Posting Komentar