Amankan Aksi Mahasiswa Hingga Kunjungan Presiden Jerman, 6.675 Personel Disiagakan
Jakarta – Fbinews
Polda Metro Jaya menggelar apel kesiapan pengamanan untuk mengawal dua agenda penting yang berlangsung di Jakarta pada Senin (15/6/2026), yakni aksi penyampaian pendapat di muka umum yang digelar sejumlah elemen masyarakat serta kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Republik Jerman, Frank-Walter Steinmeier.
Sebanyak 6.675 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kedua agenda tersebut. Jumlah tersebut terdiri atas 6.165 personel Polri, 500 personel TNI, dan 10 personel Dinas Perhubungan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami dari Polda Metro Jaya melaksanakan pengamanan terhadap dua agenda kegiatan pada hari ini, yaitu kunjungan kenegaraan Presiden Federasi Republik Jerman, Bapak Frank-Walter Steinmeier beserta Ibu Negara, serta kegiatan penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung di beberapa titik di Jakarta,” ujar Kombes Pol. Budi usai apel pengamanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Ia menjelaskan, Presiden Jerman dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda di Jakarta, di antaranya kunjungan ke Istana Negara, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan beberapa lokasi lainnya.
Menurutnya, pengamanan kunjungan kenegaraan dilakukan dengan standar pengamanan VVIP yang meliputi pengamanan orang, tempat, dan barang sebagai objek prioritas.
“Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya melaksanakan pelayanan pengamanan terkait kedatangan dan rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan ini. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh objek yang menjadi prioritas,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas rombongan kenegaraan, petugas menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional pada sejumlah ruas jalan yang akan dilalui, mulai dari kawasan Halim Perdanakusuma, Semanggi, Sudirman, Thamrin, menuju Istana Negara, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral.
Budi menegaskan bahwa penutupan jalan tidak dilakukan sepanjang hari, melainkan hanya saat rombongan kenegaraan melintas.
Sebanyak 585 personel telah ditempatkan sejak pukul 06.00 WIB di sejumlah titik yang menjadi jalur lintasan rombongan Presiden Jerman.
“Prinsip pengamanan adalah memberikan rasa aman dan nyaman sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Selain pengamanan kunjungan kenegaraan, Polda Metro Jaya juga mengerahkan personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta.
Sebanyak 3.588 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Polres jajaran dan wilayah penyangga diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi.
Kombes Pol. Budi menegaskan seluruh personel telah mendapatkan arahan langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri untuk mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan tugas.
“Petugas yang melaksanakan pengamanan harus mengedepankan sikap sabar, humanis, profesional, dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Polri menjamin dan melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun demikian, seluruh pihak juga diharapkan tetap menjaga ketertiban, keselamatan, dan menghormati hak masyarakat lainnya.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat dilindungi oleh undang-undang dan wajib dikawal bersama. Namun keselamatan seluruh pihak serta kepentingan masyarakat lainnya juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada seluruh personel, Kapolda Metro Jaya menekankan agar pengamanan dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai prosedur. Seluruh personel juga diingatkan untuk menjaga rantai komando, mengedepankan langkah persuasif, serta menjadikan penegakan hukum sebagai upaya terakhir atau ultimum remedium.
Kapolda juga menegaskan tidak ada personel yang dibekali maupun diperbolehkan menggunakan senjata api selama pelaksanaan pengamanan aksi unjuk rasa.
“Tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apa pun selama pelaksanaan pengamanan. Seluruh tindakan di lapangan harus dilakukan secara humanis, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Adapun titik aksi yang menjadi fokus pengamanan pada hari ini meliputi kawasan DPR/MPR RI, Silang Monas, Bundaran HI–Dukuh Atas, serta Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan hasil analisis dan pemantauan yang dilakukan, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai ratusan orang yang tersebar di sejumlah lokasi tersebut.
Polda Metro Jaya memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilakukan dengan mengedepankan prinsip perlindungan terhadap masyarakat, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, serta menjamin seluruh aktivitas publik tetap dapat berjalan dengan aman dan lancar.
**

Posting Komentar