Pemkot Mojokerto Gelar Pengajian Akbar Memperingati HUT Ke 108 Kota Mojokerto
Kota Mojokerto - FBINEWS
Salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto adalah digelar pengajian akbar di Taman Bahari Majapahit (TBM) jalan Pulorejo-Blooto Kota Mojokerto, Minggu (7/6/2026).
Bulan Juni merupakan bulannya Kota Mojokerto. Ada dua event besar yang ada di Kota Mojokerto. Yang pertama adalah peringatan hari jadi Kota Mojokerto yang puncaknya jatuh pada tanggal 20 Juni. Sedangkan event nasionalnya adalah bulan Bung Karno.
"Kebetulan di Kota Mojokerto ini ada sejarah panjang terkait masa kecil Soekarno," ungkap Ika Puspitasari (Ning Ita) Walikota Mojokerto dalam sambutannya.
Sekitar delapan setengah tahun Soekarno kecil tinggal, sekolah, bermain serta berkegiatan lainnya di Kota Mojokerto. Dan saat ini Kota Mojokerto juga punya Galeri Soekarno Kecil yang bisa menjadi referensi bagi siapa saja untuk mengetahui terkait sejarah masa kecil Soekarno.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto sudah diawali dengan kegiatan lomba burung berkicau dengan tema Gema Kicau Nusantara. Kegiatan lomba dilaksanakan di Pasar Ketidur pada akhir bulan Mei 2026.
Kegiatan peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto yang digelar luar biasa banyak. Bahkan sampai nanti pada Minggu pertama bulan Juli.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan itu bisa menjadikan kota ini semakin maju, semakin sejahtera, warganya dijauhkan dari segala bala musibah dan bencana," harap Ning Ita.
Peringatan hari jadi Kota Mojokerto kali ini mengusung tema "Untuk Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Menuju Pembangunan Inklusif Yang Berkelanjutan".
Walikota juga menyampaikan bahwa dalam program pendidikan, Kota Mojokerto menyediakan 400 beasiswa bagi mahasiswa anak-anak/putra-putri daerah Kota Mojokerto yang kuliah di berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.
Sedangkan melalui bidang kesehatan dinyatakan lebih dari 95 persen warga Kota Mojokerto sudah tercover jaminan kesehatan nasional atau BPJS. Dan melalui bidang kesehatan pula angka stuntingnya Kota Mojokerto kurang dari satu persen. Jauh di bawah target nasional yang mempersyaratkan di bawah 12 persen.
"Artinya kita siapkan SDM-SDM unggulan. Generasi masa depan yang akan menggantikan kita harus sehat sejak bayi," jelas Walikota Mojokerto.
Lebih lanjut Ning Ita menyampaikan bahwa itu adalah upaya yang dilakukan dalam rangka memperkuat daya saing sumber daya manusia Kota Mojokerto untuk pembangunan yang inklusif ke depannya. Digambarkan sekaya apapun alam kita tapi kalau manusianya tidak memiliki kemampuan untuk mengelola dan juga menggunakan dengan bijaksana maka kekayaan alam itu tidak akan membawa dampak bagi daerah atau negara.
Hasil dari semua upaya tersebut Kota Mojokerto mendapat predikat Kota ter-inovasi se-Indonesia dan bisa bertahan selama 5 tahun berturut-turut.
Dalam Pengajian Akbar kali ini Pemkot Mojokerto mendatangkan pendakwah muda asal Blitar Muhammad Iqdam Kholid yang biasa dipanggil Gus Iqdam. Pendiri dan pengasuh Majelis Ta'lim Sabilu Taubah, malam itu menyampaikan bahwa dibalik segala kesuksesan dari suatu usaha, ada peran dari para pendahulu kita.
Dan untuk bisa melanjutkan perjuangan dari para pendahulu maka harus menjadi orang yang bertakwa kepada Allah hingga Allah menurunkan barokahNya.
Gus Iqdam menyampaikan ada 3 hal yang menjadi ciri-ciri orang yang bertakwa kepada Allah, yaitu memiliki rasa takut kepada Allah, punya pengharapan kepada Allah dan memiliki kecintaan kepada Allah.
Demikian pula disampaikan agar segala kenikmatan yang Allah sudah berikan tidak hilang haruslah menghindari kemaksiatan, sombong dan iri hati.
Tampak hadir juga dalam kegiatan tersebut antara lain Rahman Sidarta Arisandi (Wawalikota Mojokerto), Arie Hernowo (Waket II DPRD Kota Mojokerto) dan Abi Swanjoyo (Dandim 0815/Mojokerto).
Juga perwakilan dari Korem 082/CPYJ,
Polres Mojokerto Kota, Kejari Kota Mojokerto dan Pengadilan Negeri Mojokerto
(Agus Buyut)


Posting Komentar