Satpolairud Polres Lampung Selatan Monitoring Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Waspadai Hoaks
Lampung Selatan – Fbinews
Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Lampung Selatan bersama awak Kapal Polisi XXV-2003 Pangkalan Bakauheni melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons atas beredarnya informasi palsu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian berkoordinasi dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Suwarno, untuk memperoleh informasi resmi mengenai kondisi terkini aktivitas vulkanik.
Berdasarkan hasil pemantauan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Sesuai rekomendasi Badan Geologi, masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Selain melakukan monitoring, personel Satpolairud juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai informasi resmi dari Kementerian ESDM agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu erupsi yang beredar melalui media sosial.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun mengatakan bahwa kepolisian terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau diperoleh dari instansi resmi yang berwenang," ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, Polda Lampung melalui jajaran Satpolairud akan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau dan Badan Geologi untuk mengikuti setiap perkembangan aktivitas vulkanik.
"Personel kami di lapangan terus melakukan monitoring dan koordinasi secara intensif sehingga setiap perkembangan dapat segera diketahui dan disampaikan kepada masyarakat secara cepat dan tepat," katanya.
Yuni menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh warga diminta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi.
"Kami mengajak masyarakat, nelayan, wisatawan, maupun pendaki untuk mematuhi radius aman sejauh tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi keselamatan bersama," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban dengan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Apabila masyarakat membutuhkan informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, silakan mengakses sumber resmi pemerintah atau berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat. Mari bersama-sama kita cegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan," tutupnya.
**

Posting Komentar