Bupati Pelalawan Apresiasi Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau, Wujud Nyata Polri Hadir untuk Masyarakat
Pelalawan – Fbinews
Bupati Pelalawan H. Zukri mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai aksi sosial, lingkungan, dan kebangsaan.
"Bapak Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, merupakan sosok pemimpin yang sangat baik dan memiliki berbagai program yang luar biasa. Apa yang kita saksikan hari ini merupakan bukti nyata bahwa Polri semakin dekat dengan masyarakat," ujar H. Zukri saat menghadiri kegiatan di Pantai Otis, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Selasa (4/8/2026).
Memasuki hari keempat pelaksanaan, Ekspedisi Merah Putih Presisi digelar di kawasan Pantai Otis, Teluk Meranti. Kegiatan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol. Ade Kuncoro Ridwan serta dihadiri Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, Kapolsek Teluk Meranti Ipda Vicki Rizki, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, H. Zukri mengaku bangga karena Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi hadir di Teluk Meranti, salah satu wilayah terluar di Kabupaten Pelalawan. Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tersebut tidak hanya membangkitkan semangat nasionalisme, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai, Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan penanaman 1.000 bibit mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan pesisir.
"Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya pemulihan lingkungan. Saat ini kita berada di Kecamatan Teluk Meranti, tepatnya di kawasan Pantai Otis, yang menjadi salah satu wilayah pesisir dengan tingkat kerawanan abrasi cukup tinggi," ujarnya.
H. Zukri juga memperkenalkan Teluk Meranti sebagai daerah yang dikenal dengan fenomena alam Ombak Bono di Sungai Kampar. Fenomena tersebut, kata dia, diperkirakan mencapai puncaknya pada November hingga Desember dan menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Pelalawan.
"Apabila Bapak dan seluruh tim ingin menyaksikan Ombak Bono yang paling besar di Sungai Kampar, tempatnya berada di Kabupaten Pelalawan. Ombaknya dapat berlangsung lebih dari satu jam dan merupakan salah satu ombak sungai terpanjang di dunia," tuturnya.
Ia menjelaskan, material berupa kayu dan sampah yang banyak ditemukan di sepanjang pantai bukan berasal dari aktivitas masyarakat setempat, melainkan terbawa arus saat Ombak Bono datang dari hulu Sungai Kampar.
"Setiap kali Ombak Bono datang, ombak tersebut membawa kayu dan berbagai material dari hulu sungai yang kemudian terdampar di kawasan ini sehingga harus terus-menerus dibersihkan," jelasnya.
Menurut H. Zukri, kondisi tersebut turut menyebabkan tingginya tingkat abrasi di kawasan pesisir Teluk Meranti. Dampaknya tidak hanya merusak vegetasi pantai, tetapi juga mengancam permukiman warga, rumah walet, serta sejumlah fasilitas pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Pelalawan, lanjutnya, telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pembangunan dinding penahan tebing. Namun, keterbatasan anggaran membuat perlindungan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.
Oleh karena itu, ia mengapresiasi penanaman 1.000 bibit mangrove yang dilaksanakan jajaran Polda Riau bersama Polres Pelalawan dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan sebagai solusi alami untuk mengurangi abrasi di kawasan pesisir Sungai Kampar.
"Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Hari ini jajaran Polda Riau, Polres Pelalawan, bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan melaksanakan penanaman mangrove. Kita semua berdoa semoga mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi abrasi di sepanjang Sungai Kampar," pungkasnya.
Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan program Polda Riau dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan berlangsung pada 1–17 Agustus 2026 dengan menyasar 17 wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di seluruh Provinsi Riau.
Melalui Tim 8 Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polda Riau mengusung sejumlah misi, di antaranya misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan sosial dan pelayanan kesehatan, misi pelestarian lingkungan melalui aksi penghijauan, serta misi kebangsaan dengan pengibaran Bendera Merah Putih sebagai wujud penguatan semangat nasionalisme di wilayah perbatasan dan kawasan 3T.
**

Posting Komentar