DEMO MAHASISWA DI DEPAN ISTANA BOGOR RICUH, MASSA BAKAR BAN DAN LEMPAR TOMAT BUSUK
BOGOR - FBINEWS
Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026), berujung ricuh. Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kota Bogor terlibat aksi saling dorong dengan personel Pengendalian Massa (Dalmas) Polresta Bogor Kota saat mencoba mendekati gerbang istana.
Kericuhan terjadi ketika massa berupaya menerobos barikade pengamanan aparat di kawasan ring satu. Situasi memanas saat mahasiswa mendesak masuk ke area yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
BAKAR BAN DAN LEMPAR TOMAT BUSUK
Dalam aksi tersebut, massa juga melakukan pembakaran ban, melemparkan tomat busuk ke arah Istana Bogor, serta berupaya menutup ruas Jalan Juanda menuju Jalan Jalak Harupat.
Aksi tersebut merupakan bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa dalam mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah tuntutan disuarakan mahasiswa sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari persoalan lingkungan, ekonomi, pendidikan, hingga demokrasi dan pemberantasan korupsi.
ENAM TUNTUTAN UTAMA MAHASISWA
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan strategis, di antaranya:
1. Tetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta mencabut izin korporasi yang terbukti merusak lingkungan.
2. Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah diminta mengevaluasi pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan kepentingan masyarakat.
3. Hentikan kebijakan ekonomi yang membebani rakyat. Mahasiswa menyoroti tekanan ekonomi yang dinilai semakin dirasakan masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.
4. Wujudkan pendidikan gratis dan berkeadilan. Massa menolak komersialisasi pendidikan dan mendesak akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat.
5. Evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah diminta meninjau kembali pelaksanaan PSN, termasuk dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
6. Pulihkan demokrasi dan berantas korupsi. Mahasiswa mendesak penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, penghentian tindakan represif, serta penguatan pemberantasan korupsi.
EVALUASI DUA TAHUN PEMERINTAHAN
Demonstrasi di depan Istana Bogor ini menjadi bagian dari penyampaian kritik mahasiswa terhadap arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah memasuki dua tahun masa pemerintahan.
Mahasiswa menilai sejumlah persoalan mendasar, seperti krisis lingkungan, tekanan ekonomi, akses pendidikan, dan kualitas demokrasi, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Aksi yang berujung saling dorong tersebut juga menyoroti tantangan dalam menjaga ketertiban selama penyampaian aspirasi di ruang publik.
Penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, sementara pengamanan aksi perlu tetap mengedepankan keselamatan, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak-hak warga negara.
**

Posting Komentar