News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Humanis TNI Berbuah Kepercayaan, Masyarakat Serahkan Ribuan Amunisi dan Puluhan Senjata

Humanis TNI Berbuah Kepercayaan, Masyarakat Serahkan Ribuan Amunisi dan Puluhan Senjata



TERNATE — Fbinews.net

Upaya menjaga Maluku Utara tetap aman tidak hanya dilakukan melalui pengamanan dan penegakan hukum. Kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senjata yang masih tersimpan juga menjadi bagian penting dalam memutus potensi penyalahgunaan senjata ilegal di daerah ini.

Kesadaran tersebut terlihat dari penyerahan sejumlah senjata api, senjata rakitan, munisi hingga bahan peledak kepada aparat TNI. Barang-barang berbahaya itu diserahkan secara sukarela oleh masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap keamanan lingkungan. 


Dalam penyerahan tersebut, tercatat 75 pucuk senjata api dan 1.069 butir munisi, termasuk bahan peledak.

Penyerahan tersebut dipimpin langsung Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, didampingi Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta sejumlah pejabat utama (PJU) Kodam XV/Pattimura dan Korem 152/Baabullah.

Pangdam mengapresiasi masyarakat yang memilih menyerahkan senjata dan munisi yang selama ini masih disimpan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang telah memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap keamanan dengan menyerahkan secara sukarela berbagai jenis senjata api, senjata rakitan, munisi dan bahan peledak kepada aparat TNI,” ujar Dody kepada sejumlah media dalam konferensi pers, Jumat (2/10/2026).

Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan, 15 pucuk merupakan senjata api standar, sementara 60 pucuk lainnya merupakan senjata rakitan. Senjata standar tersebut terdiri atas berbagai jenis, di antaranya FNC, SMR, Bruno, Steyr, double barrel, pistol FN, pistol VOC tahun 1771, revolver hingga pistol pelontar gas air mata.

Sementara senjata rakitan terdiri dari 41 pucuk laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan. Tak hanya senjata, masyarakat juga menyerahkan 1.069 butir munisi dan bahan peledak. Jumlah tersebut terdiri dari 780 butir munisi kaliber 5,56 mm, 134 butir munisi kaliber 5,56 mm lainnya, 154 butir munisi campuran, serta satu buah granat tangan/lontar.

Pangdam menjelaskan, sebagian senjata yang diserahkan merupakan peninggalan konflik 1999–2000. Sebagian lainnya disebut sebagai senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina dengan berbagai jenis.

Menurut Dody, sejumlah barang yang diserahkan masih dalam kondisi aktif, termasuk satu bahan peledak. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan apabila disalahgunakan.

“Keberadaan senjata api ilegal menjadi perhatian serius karena dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat serta berpotensi disalahgunakan,” tegasnya.

Kondisi geografis Maluku Utara yang berada di jalur laut lintas Filipina–Indonesia turut menjadi perhatian dalam upaya mencegah masuknya senjata secara ilegal melalui jalur perairan.

Wilayah Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam langkah pencegahan tersebut.

Pangdam menegaskan, TNI bersama Polda Maluku Utara, Kejaksaan Tinggi dan instansi terkait akan terus memperkuat koordinasi, termasuk dalam pendataan serta penanganan senjata, munisi dan bahan peledak sesuai ketentuan hukum.

Menurutnya, pendekatan terhadap masyarakat dilakukan secara persuasif dan humanis. Program yang menyentuh kebutuhan warga, terutama di wilayah terpencil, menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan.

“Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, para Raja dan Sultan yang bersatu menjaga Maluku Utara. Kepercayaan masyarakat adalah modal terbesar kami,” ungkap Dody.

Pangdam juga mengajak media ikut menjadi penghubung antara aparat dan masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai bahaya kepemilikan serta peredaran senjata ilegal.

“Kami mengajak teman-teman media menjadi corong penghubung, komunikatif, menjadi jembatan kepada masyarakat agar pada saatnya tidak memegang benda-benda berbahaya seperti senjata ilegal ini lagi,” katanya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis hingga ke wilayah terpencil akan terus diperkuat agar kesadaran dan kepercayaan masyarakat semakin tumbuh.

“Dengan program-program yang menyentuh hati melalui pendekatan humanis, Alhamdulillah masyarakat percaya dan menyerahkan senjata dan munisi tersebut. Program yang menyentuh daerah-daerah terpencil dengan wujud yang nyata menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan,” tuturnya.

Pangdam mengimbau masyarakat yang masih menyimpan senjata api, munisi maupun bahan peledak tanpa izin agar segera menyerahkannya kepada aparat keamanan dan tidak memperjualbelikan ataupun mengedarkannya.

“Mari kita bahu-membahu menjaga Maluku Utara tetap aman, damai dan kondusif. Tidak ada lagi yang perlu disimpan. Serahkan, agar kita bisa hidup tenang bersama keluarga,” ajaknya.

Penyerahan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mencegah agar senjata, munisi dan bahan berbahaya tidak kembali disalahgunakan.

Korem 152/Baabullah bersama jajaran akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait, khususnya di wilayah pesisir, pelabuhan kecil dan jalur perbatasan laut, guna mencegah masuknya senjata ilegal serta memastikan barang yang telah diserahkan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar