News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Kapolri Tekankan Integritas Personel dan Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

 


JAKARTA – FBINEWS

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa integritas dan pelayanan humanis harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, kecakapan dan kemampuan personel tidak akan cukup tanpa kejujuran, kepatuhan terhadap hukum, serta sikap yang baik dalam mengabdi kepada masyarakat.


Penegasan tersebut disampaikan Suyudi saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyuapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lemhannas RI, Kamis (29/10/2026).


Dalam kesempatan itu, Kapolri menyoroti pentingnya pembinaan internal, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta peningkatan kualitas pelayanan sebagai langkah memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.


"Kita tidak hanya butuh orang pintar. Kita butuh orang yang punya integritas," tegas Suyudi.


Ia mengingatkan para calon pemimpin agar tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota. Pembiaran terhadap penyimpangan, termasuk keterlibatan oknum dalam peredaran narkotika, dinilai dapat merusak organisasi dan menghambat upaya penegakan hukum.


Kapolri juga menekankan bahwa setiap proses penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan akuntabel dengan tetap menjunjung tinggi etika.


Personel Polri diminta menghindari sikap kasar, membentak, maupun mengintimidasi masyarakat dalam menangani suatu perkara. Selain itu, perlindungan data pribadi serta penghormatan terhadap hak tersangka, saksi, dan korban harus menjadi perhatian utama.


“Kepercayaan tersebut harus dibangun melalui kinerja nyata, penegakan hukum yang tidak memandang bulu, pelayanan yang mudah diakses, serta respons yang cepat terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.


Menurut Suyudi, keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari jumlah operasi maupun penangkapan. Kualitas pelayanan, kepastian penanganan perkara, pemulihan hak korban, serta meningkatnya rasa aman di tengah masyarakat juga menjadi indikator penting keberhasilan institusi kepolisian.


Ia turut meminta seluruh personel agar tidak bersikap antikritik dan terbuka terhadap masukan masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun WhatsApp.


Setiap keluhan masyarakat, kata dia, harus diteruskan kepada satuan yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.


Dalam upaya pembenahan organisasi, Kapolri juga menyoroti pentingnya penguatan personel di tingkat kewilayahan, terutama Polsek yang menjadi ujung tombak pelayanan kepolisian.


Ia menyampaikan arahan untuk merampingkan Mabes Polri dan mengalihkan personel ke satuan kewilayahan guna memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat.


“Mabes itu harus ramping, Polda harus kuat, Polres harus besar, Polsek harus tangguh,” tegasnya.


Arahan tersebut perlu diikuti dengan evaluasi kebutuhan personel dan pembagian tugas agar anggota dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal tanpa terbebani rangkap tugas yang berpotensi mengganggu pelayanan.


Suyudi menegaskan, penguatan organisasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan integritas dan profesionalisme. Dengan demikian, kewenangan kepolisian dapat dijalankan secara bertanggung jawab, sementara masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik serta penanganan perkara yang berkeadilan.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar