Pangdam Utamakan Putra-Putri Maluku Utara Jadi Prajurit TNI AD
TERNATE – Fbinews.net
Harapan agar generasi muda Maluku Utara memiliki kesempatan lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Darat menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, Jumat (6/11/2026).
Seiring terbentuknya Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Maluku Utara ke depan akan memiliki peluang dan kuota rekrutmen prajurit tersendiri. Kesempatan ini diharapkan menjadi jalan bagi putra-putri daerah untuk mengambil bagian dalam pengabdian kepada negara melalui institusi TNI AD.
Pangdam menegaskan, generasi muda asli Maluku Utara yang memenuhi persyaratan harus mendapatkan prioritas kesempatan. Karena itu, ia berharap informasi penerimaan prajurit dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga wilayah pelosok.
Menurutnya, animo pendaftaran yang diharapkan mencapai hampir 5.000 calon prajurit perlu didukung dengan sosialisasi yang luas. Dalam hal ini, insan pers memiliki peran penting untuk memastikan informasi tersebut sampai kepada generasi muda yang memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI.
"Saya minta tolong kepada rekan-rekan wartawan untuk membantu menyosialisasikan bahwa prioritas menjadi prajurit TNI di Maluku Utara adalah putra-putri daerah yang berasal dari Maluku Utara dan memenuhi persyaratan," tegas Pangdam.
Di balik terbukanya kesempatan tersebut, Pangdam juga menyampaikan peringatan keras terhadap praktik percaloan yang kerap memanfaatkan harapan dan cita-cita masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa menjadi prajurit TNI tidak dipungut biaya. Tidak boleh ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang, baik mengatasnamakan satuan maupun secara perorangan.
"Tidak pernah ada pembayaran untuk menjadi prajurit TNI. Tidak boleh ada yang meminta uang, baik melalui satuan maupun perorangan. Kalau ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta bayaran, segera laporkan kepada saya. Pasti akan ditindak," tegasnya.
Pangdam menekankan, proses penerimaan prajurit harus berjalan secara bersih, transparan, dan objektif. Kelulusan harus ditentukan berdasarkan kemampuan, kesehatan, serta persyaratan yang telah ditetapkan, bukan karena kedekatan, koneksi, ataupun kemampuan finansial.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua agar tidak mudah tergiur janji kelulusan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Kesempatan menjadi prajurit harus diraih melalui perjuangan, persiapan, dan kemampuan masing-masing calon.
Menutup sambutannya, Mayjen TNI Nefra Firdaus berharap pertemuan bersama insan pers tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi semata, tetapi menjadi awal dari hubungan komunikasi dan kemitraan yang berkelanjutan.
Ia memandang media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi, menjembatani komunikasi institusi dengan masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan dan pengabdian TNI di Maluku Utara.
Menurutnya, kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui kata-kata, melainkan harus dirawat dengan keteladanan, keterbukaan, kerja nyata, serta kesediaan menerima kritik dan evaluasi.
Pangdam juga berharap kemitraan TNI dan pers senantiasa dibangun atas dasar saling menghormati, tanpa mengurangi independensi jurnalistik, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama.
Olahraga bersama yang berlangsung pagi itu pun memiliki makna lebih dari sekadar menjaga kebugaran jasmani. Di balik kebersamaan tersebut, terbangun ruang komunikasi yang lebih dekat, persaudaraan yang semakin erat, serta kepercayaan antara institusi TNI dan insan pers.
Sebab, pada akhirnya, kekuatan sebuah institusi tidak semata-mata diukur dari seragam, pangkat, maupun kewenangan yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar kepercayaan rakyat yang mampu dijaga melalui ketulusan dan pengabdian.
"Kami ingin membangun kebersamaan, menjaga komunikasi, dan menghadirkan pengabdian yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena TNI lahir dari rakyat, bersama rakyat, dan mengabdi untuk rakyat," tutupnya mengakhiri.
ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY

Posting Komentar