Pangdam dan Insan Pers Senam Bersama Pererat Silaturahmi, Sampaikan Arah Kebijakan Pimpinan
TERNATE – Fbinews.net
Kekuatan sebuah institusi tidak hanya terletak pada soliditas organisasi dan kesiapan personelnya, tetapi juga pada kemampuannya membangun kedekatan, kepercayaan, serta hubungan harmonis dengan masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, saat merangkul insan pers di Maluku Utara.
Melalui kegiatan olahraga dan senam bersama di Makodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Jumat (6/11/2026) pagi, Pangdam mengundang jurnalis dari berbagai platform media, mulai dari media daring, cetak, televisi hingga elektronik.
Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dan komunikasi terbuka antara TNI dan insan pers.
Dalam suasana penuh keakraban, Mayjen TNI Nefra Firdaus menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk saling mengenal lebih dekat, sekaligus memperkuat kemitraan dengan media seiring terbentuknya Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha sebagai komando kewilayahan baru di Maluku Utara.
Ia menjelaskan, pembentukan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha merupakan langkah strategis pimpinan TNI dalam memperpendek rentang kendali komando. Dengan demikian, pelaksanaan tugas pertahanan negara, pembinaan teritorial, serta pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
Sebelumnya, wilayah Maluku Utara berada dalam lingkup Kodam XV/Pattimura. Kini, dengan hadirnya Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, pelaksanaan tugas kewilayahan di Maluku Utara, mulai dari Morotai hingga Kepulauan Sula dan Obi, berada dalam kendali komando tersendiri.
Menurut Pangdam, membangun institusi yang kuat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan dukungan masyarakat, termasuk peran strategis insan pers dalam menyampaikan informasi, mengawal pelaksanaan tugas, serta memberikan kritik dan masukan yang konstruktif.
"Apapun yang dilakukan Kodam, kalau tanpa rekan-rekan wartawan untuk mengekspos, memberikan kritik dan saran kepada kami, organisasi ini tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik," ungkap Mayjen TNI Nefra Firdaus.
Ia menegaskan, Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha bukan semata-mata milik prajurit, melainkan institusi yang hadir untuk rakyat. Karena itu, hubungan antara TNI, masyarakat, dan insan pers harus dibangun melalui kebersamaan, keterbukaan, serta semangat saling menjaga.
"Kalau nanti kita bertemu di masjid, gereja, warung, jalan maupun pasar, kita harus saling menyapa. Karena penguatan Kodam ini sedikit banyak juga bergantung pada rekan-rekan wartawan yang menyampaikan berbagai kegiatan kami kepada masyarakat," tuturnya.
Lebih dari itu, Pangdam juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi insan pers untuk menyampaikan informasi apabila menemukan perilaku anggota yang tidak sesuai dengan aturan maupun nilai-nilai keprajuritan.
"Kalau di lapangan terdapat anggota saya yang melakukan pelanggaran, tolong sampaikan langsung kepada saya atau kepada para perwira. Jangan ragu memberikan masukan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut memaparkan arah kebijakan dan visi pengabdian Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha yang diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta perintah harian Panglima TNI.
Ia menjelaskan, orientasi utama pelaksanaan tugas Kodam meliputi menjaga kedaulatan negara, memelihara perdamaian, membantu penanganan bencana alam, mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta membangun kecintaan dan kedekatan prajurit dengan rakyat.
Menurutnya, seluruh arah kebijakan tersebut tidak boleh berhenti sebatas slogan atau konsep organisasi. Sebaliknya, harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Maluku Utara.
"Kami ingin bersama-sama bekerja untuk masyarakat Maluku Utara. Kodam ini bukan hanya milik prajurit, tetapi milik rakyat dan masyarakat. Karena itu, kita harus saling memiliki dan saling menjaga," pungkasnya.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa kemitraan TNI dan pers bukan hanya dibangun melalui pemberitaan, tetapi juga melalui komunikasi, kepercayaan, dan keterbukaan.
Sebab, institusi yang kuat tidak hanya membutuhkan prajurit yang tangguh, tetapi juga dukungan masyarakat serta pers yang menjalankan fungsi informasinya secara profesional dan bertanggung jawab.
ILON.HI MUHAMMAD M. MARSAOLY


Posting Komentar