Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Kalteng, Satu Kru Gugur
KALIMANTAN TENGAH — FBINEWS
Helikopter TNI Angkatan Darat (AD) jenis Mi-17V5 jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).
Dalam insiden tersebut, satu orang kru dinyatakan meninggal dunia, lima orang berhasil selamat, sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.
Helikopter tersebut jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, saat menjalankan misi pemadaman karhutla dari udara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter lepas landas pada pukul 09.55 WIB untuk melaksanakan operasi pemadaman menggunakan metode water bombing.
Namun, saat mengambil air laut untuk keperluan pemadaman, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh ke perairan.
Satu Kru Gugur, Lima Selamat
Dari total delapan orang kru yang berada di dalam helikopter, satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah korban telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, lima kru lainnya berhasil diselamatkan dan saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit yang sama.
Adapun dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan.
Evakuasi Masih Berlangsung
Tim SAR gabungan bersama personel TNI AD terus melakukan upaya evakuasi terhadap dua kru yang masih belum ditemukan.
Proses evakuasi dilakukan di sekitar lokasi jatuhnya helikopter di perairan Desa Sungai Perlu.
Insiden ini terjadi saat helikopter tersebut tengah menjalankan tugas kemanusiaan dalam upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.
Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi terhadap seluruh kru masih terus berlangsung.
Penyebab pasti jatuhnya helikopter Mi-17V5 tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
**

Posting Komentar