Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

3 Agu 2022

Polisi Segera Lengkapi Berkas Perkara Roy Suryo terkait Meme Stupa


Jakarta - FBINEWS 


Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akan segera melengkapi berkas Roy Suryo dalam kasus meme stupa Candi Borobudur yang diedit mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Endra Zulpan, S.I.K, M.Si., mengatakan berkas perkara akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan setelah rampung.


"Kita sekarang sedang lengkapi berkasnya, sehingga kalau sudah lengkap dikirim ke kejaksaan. Apabila dinyatakan lengkap, baru tahap dua, lanjut proses persidangan," jelas Kabid Humas, Selasa (2/8).


Ia memastikan proses hukum terhadap Roy tetap berlanjut meski penyidik tidak menahan yang bersangkutan. Dia juga menjelaskan ada beberapa pertimbangan penyidik tak menahan Roy. Di antaranya, Roy dianggap kooperatif, tidak akan melarikan diri, dan tidak akan menghilangkan barang bukti.


"Jadi sekarang penyidik sedang melengkapi berkas terkait dengan kasus ini, ya. Dipastikan kasus ini akan berlanjut," ucapnya.


Source : humaspolri 

17 Jul 2022

Hindari Spekulasi, Polri Terus Perkuat Pembuktian Ilmiah di Kasus Brigadir J


Jakarta – FBINEWS 

Polri terus memperkuat proses pembuktian ilmiah dalam mengusut kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Hal itu untuk menghindari spekulasi-spekulasi yang kebenarannya belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.


Terkait kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus gabungan internal dan eksternal. Dalam hal ini, tim tersebut mengedepankan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI).


“Untuk menghindari spekulasi yang dianalogikan tanpa didukung oleh pembuktian ilmiah dan bukan orang yang expert di bidangnya justru akan memperkeruh keadaan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jakarta, Minggu 17 Juli 2022.


Dedi pun memaparkan proses pembuktian ilmiah yang dilakukan oleh jajaran kepolisian. Dalam hal ini, pihak kedokteran forensik terus berupaya merampungkan hasil autopsi. Kemudian, laboratorium forensik tengah melakukan uji balistik dari proyektil, selongsong dan senjata api dalam peristiwa itu.


“Di tempat kejadian perkara (TKP), pihak Inafis akan melakukan olah TKP untuk menemukan sidik jari DNA, mengukur jarak dan sudut tembakan, CCTV, Handphone dan lainnya,” ujar Dedi.


Secara paralel, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri juga melakukan pemeriksan ke sejumlah saksi-saksi dan memberikan asistensi ke tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan.


Dengan keseluruhan proses pembuktian ilmiah ini, kata Dedi, diharapkan fakta yang sebenarnya akan terungkap. Nantinya, Polri akan menyampaikan secara objektif dan transparan kepada masyarakat terkait dengan penanganan perkara ini.


“Mohon bersabar dulu biar tim bekerja. Jadi nanti hasilnya akan sangat jelas dan komprehensif karena bukti yang bicara secara ilmiah dan ada kesesuaian dengan hasil pemeriksaan para saksi-saksi,” tutup Dedi.


Source : humaspolri 

15 Jun 2022

Iko Uwais Laporkan Balik Rudi ke Polda Metro Jaya


 

Jakarta - FBINEWS 

Aktor (Iko Uwais) melalui kuasa hukumnya melaporkan balik (Rudi) di atas dugaan dugaan dan pencemaran nama baik. Rudi menilai melakukan terlebih dahulu.

"Maka klien kami (Iko Uwais) permalam hari ini memutuskan untuk menggunakan haknya untuk mempertahankan haknya atas adanya perbuatan yang dilakukan Rudi dan istri yang merugikan klien kami," ujar kuasa hukum Iko Uwais (Leonardus Sagala).

Iko Uwais melapor ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/06/2022) dini hari tadi dengan nomor LP/B/2895/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

"Klien kami telah membuat laporan, di Polda metro atas dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP dan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 dan 311 KUHP,"

Dalam laporan tersebut, awal awalnya terlapor satu (Rudi) menawarkan desain interior kepada Iko dengan kesepakatan Rp 300 juta. Kedua pihak pembayaran dengan termin 20%, 30%, dan 50%.

"Saudara Iko Uwais sudah membayarkan termin 1 dan termin 2, namun terlapor atas nama Rudi ini tidak memenuhi kewajibannya, karena mengeluarkan gambar tidak sesuai," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya (Kombes. Pol. Endra Zulpan).

Iko Uwais kemudian meminta menghubungi menghubungi Rudi untuk melakukan perbaikan. Namun Rudi dituding melakukan rekaman terhadap istri Iko Uwais, Audy. Iko menemukan keberadaan Rudi hingga kemudian mereka bertemu di depan rumahnya dan merekam Iko. Iko Uwais mencoba namun Rudi yang sedang merekam, menurut Iko Uwais, dirinya malah ditendang.

"Terlapor (Rudi) menendang korban pada bagian samping sebelah kiri yang menimbulkan luka memar dan terlapor Rudi berusaha membanting korban," ujarnya.


Source : humaspolri

14 Jun 2022

Polri Tetapkan Tersangka Kasus Khilafatul Muslimin


 

Jakarta - FBINEWS

Kepolisian telah menetapkan 23 orang tersangka dalam kasus organisasi Khilafatul Muslimin. Mereka terdiri dari pimpinan organisasi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja dan jumlah anggotanya.

Para tersangka ditahan dan tersebar di sejumlah Polda. Polda Jawa Tengah menangani enam tersangka, Polda Lampung lima tersangka, Polda Jawa Barat lima tersangka, Polda Jawa Timur satu tersangka dan Polda Metro Jaya enam tersangka.

"Jumlah total yang terkait dengan Khilafatul Muslimin sebanyak 23 tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Jakarta, Selasa (14/6/2022)

Menurutya, asistensi dan pemantauan dilakukan oleh Densus 88, untuk melakukan pendampingan terhadap Polda-Polda yang disana ada para tersangka.

Ramadhan menyatakan terus mendalami kasus-kasus tersebut. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus itu.

Pendalaman dilakukan terkait konvoi yang mereka lakukan di Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5/2022) lalu.

"Berawal dari pimpinan pusat, saat ini Polri sedang melakukan pendalaman pergerakan organisasi Khilafatul Muslimin terkait dengan kirab ke khilafahan berupa konvoi kendaraan dengan tujuan mensyiarkan khilafah yang dilakukan jemaahnya," kata Ramadhan.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHPidana dan UU Nomor 17 tahun 2017 tentang Ormas.


Source : humaspolri

7 Jun 2022

Kronologi Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin


Jakarta -  FBINEWS

Polri memaparkan kronologi penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Lampung. Dalam hal ini ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, AQB, GZ, DS dan AS. Dedi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada Minggu 29 Januari 2022 di jalan Desa Keboledan, Wanasari, Brebes. Dalam konvoi itu ada kurang lebih 40 orang dengan menggunakan sepeda motor kurang lebih 20 sepeda motor. "Diketahui bahwa konvoi tersebut membagikan brosur atau selebaran tentang ajakan kepada umat Islam khususnya kabupaten Brebes untuk mengikuti ideologi khilafah," ujar Dedi. Sementara itu, kata Dedi pihak kepolisian sedang mendalami adanya keterlibatan dari AQB terkait dengan konvoi motor Khilafatul Muslimin di Jakarta Timur.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa, modus yang mereka lakukan di Jawa Tengah yakni menyelenggarakan kegiatan konvoi kendaraan roda dua dan melakukan penyebaran pamflet atau selembaran berupa maklumat serta nasehat dan imbauan.

"Yang tidak ditampilkan di mana-mana, berita bohong atau belum pasti yang menyebabkan keonaran di masyarakat serta kemungkinan makar," kata Dedi kepada awak media, Jakarta, Selasa (7/6).


"Dilakukan penyelidikanan lebih lanjut terkait kegiatan motor syiar Khilafah di Cawang, Jakarta Timur pada hari Minggu tanggal 29 Mei 2022 yang dilakukan oleh Jama'ah Khilafatul Muslimim," ucap Dedi.

Menurut Dedi, AQB telah mengajak mengubah ideologi pancasila ini juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Bahkan, kegiatan konvoi rombongan khilafah oleh Khilafatul Muslimin terdapat dalam website kemudian juga buletin bulanan dan juga tindakan nyata di lapangan yang mereka lakukan.

Dedi dimana menyatakan, semua hal itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagaimana tercantum pada website yang menyatakan Pancasila tidak sesuai khilafah yang bisa memakmurkan bumi dan mensejahterakan umat.

"Sehingga Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap AQB.

Kegiatan Khilafatul Muslimin ini murni melawan hukum perlu kami tegaskan juga siapapun tidak boleh melawan hukum di negara ini mengapa beberapa saat yang lalu Kapolda Metro Jaya membentuk tim dalam rangka untuk melakukan penyelidikan mengumpulkan alat bukti kemudian melakukan perkara dan hari ini melakukan upaya paksa di Bandar Lampung," jelasnya.

Atas perbuatannya mereka dijerat dengan Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 82 A jo Pasal 59 UU Nomor 16 tahun 2017 tentang Penetapan Perpu No 2 tahun 2017 tentang Periubahan UU Nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat.

Source : Kadivhumaspolri

6 Jun 2022

Kasus Binomo, Bareskrim Sita Uang Rp1,8 Miliar Dari Rekening Payment Gateway


 
Jakarta - FBINEWS

Penyidik ​​Bareskrim Polri terus mengusut kasus investasi perdagangan bodong binary option Binomo. Polisi polisi uang miliaran rupiah dari rekening payment gateway ( PG ).


"Telah dilakukan penyitaan dana di rekening PG PT. Dhasatra Money Transfer untuk transaksi milik PT. Beta Akses Voucher sebesar Rp1,8 miliar," kata Kanit 5 Subdit II Perbankan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kompol Karta saat dikonfirmasi, Senin (6/6/2022).


Karta mengatakan uang miliaran rupiah itu bukan aset tersangka Indra Kenz. transaksi para korban Binomo.


"Itu terkait transaksi para pemain Binomo yang ikut linknya IK (Indra). Secara garis besar itu aliran Binomo," ungkap Karta.


Kasubdit II Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara menjelaskan terlebih dahulu melakukan penelusuran transaksi korban Binomo sebelum penyitaan. Penelusuran dilakukan terhadap rekening PT Dhasatra.


"(Ditemukan) ada kerja sama bahwa PT. Beta Akses Voucher untuk buka rekening PG di PT. Dhasatra Money Transfer," jelas Chandra saat dikonfirmasi secara terpisah.


Penyidik ​​Bareskrim Polri telah membuktikan barang bukti berupa uang dan barang dalam kasus investasi bodong yang Indra Kenz. Bukti yang disita itu adalah dokumen dan alat bukti elektronik, mobil mewah Tesla dan Ferarri, tiga unit rumah di Deli Serdang, Sumut.


Selanjutnya, Bareskrim Polri juga sebidang tanah dan bangunan di Tangerang. Lalu, 12 jam tangan mewah, berikutnya uang tunai Rp1.645.262.000.


Seluruh barang bukti yang disita akan diserahkan ke pengadilan. Agar mendapat penghargaan untuk memperbaiki kerugian para korban.


Total tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong Binomo. Mereka yaitu Indra Kesuma alias Indra Kenz sebagai afiliasi Binomo, Brian Edgar Nababan sebagai pembawa Binomo ke Indonesia dan afiliasi perekrut Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich.


Kemudian, Wiky Mandara Nurhalim sebagai tenaga admin Indra, Fakarich selaku perekrut Indra Kenz. Nathania Kesuma menjadi tersangka karena menerima aliran dana dari kakaknya, Indra Kenz; Vanessa Khong yang merupakan mantan kekasih Indra jadi tersangka karena menerima aliran dana, serta Rudiyanto Pei sebagai pembeli 10 jam tangan mewah Indra senilai Rp8 miliar untuk membantu membantukan hasil kejahatan.


Ketujuh tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Indra dijerat Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Brian Edgar, Fakarich, dan Wiky dijerat Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat 2 dan/atau Pasal 45 A ayat (1) jo 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan/atau Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.


Sedangkan, Vanessa, Rudiyanto, dan Nathania dijerat Pasal 5 dan atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP terkait yang turut serta melakukan perbuatan pidana. Dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

#HUMASPOLRI

3 Jun 2022

Bareskrim Periksa Rionald Soerjanto Terkait Penggelapan dan Penipuan


 
Jakarta - FBINEWS

Bareskrim Polri memeriksa Ketua Digital ID dan Digital Signature Asosiasi Fintech Indonesia ( Aftech ) Rionald Anggara Soerjanto. Rionald diperiksa sebagai terlapor terkait kasus dugaan penipuan hingga penggelapan.


"Dipanggil sebagai saksi (terlapor) dalam dugaan tindak pidana penipuan dan Rancangan Penggelapan di PT Asli Indonesia," kata Dirtipiddeksus Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).


Whisnu menjelaskan, kasus ini sudah masuk tahap penyidikan. Namun dia belum menjelaskan duduk perkara kasus yang melibatkan Rionald.


"Perkara saat ini dalam tahap penyidikan. Nanti hasilnya saya sampaikan," terang Whisnu.


Laporan terkait Rionald teregister dengan Nomor: LP/B/0081/II/2022/SPKT/Bareskrim Polri, tertanggal 14 Februari 2022. Rio dilaporkan atas kasus dugaan tindak pidana, tindak pidana penggelapan dalam jabatan, tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana tindak pidana uang.


Dalam laporan itu, Rionald terlupakan telah melanggar ketentuan dalam Pasal 378 dan/atau Pasal 374 dan/atau Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan tindak pidana pelanggaran uang (TPPU).

Source :Humaspolri 

Alamat Redaksi : JL. Bekasi Barat Raya NO 21 Jakarta Timur email : fbinewsoke@gmail.com Website : www.fbinews.net Wartawan Media FBINews Dalam Menjalankan tugas, dibekali Press card Identity yang masih berlaku dan Surat Tugas, serta Namanya tercantum di website Fbinews.net dalam Susunan Redaksi. Laporkan segera segala bentuk dan tindakan melanggar Hukum dan Melanggar kode etik Jurnalist

    FBINEWS JATIM