News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Disperindag Upayakan Penjualan Garam Tanpa Melalui Agen

Disperindag Upayakan Penjualan Garam Tanpa Melalui Agen

Berlin dolok saribu
Tapteng - fbinews 

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sedang mengupayakan pendistribusian garam dari Medan ke Tapteng tanpa melalui agen demi meminimalisir harga garam sampai ke pengusaha ikan rebus dan asin di Tapteng.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tapteng, Berlin Doloksaribu mengatakan, sejak 3 bulan terakhir pihaknya terus malakukan monitor terhadap harga garam yang terus merangkak naik khususnya di wilayah sentra penghasil ikan di Hajoran, Kecamatan Pandan, Tapteng.

"Yang kita monitor, khususnya hajoran di jual 290.000 per sak ukuran 50 kg garam industri. Seandainya langsung dari medan, tentu lebih murah, inilah upaya kita sekarang," ujar Berlin kepada wartawan, kamis (27/7).

Berlin menjelaskan, upaya yang dilakukan pihaknya saat ini untuk mengatasi harga garam yang cukup tinggi itu, yaitu telah melakukan koordinasi dengan Disperindag Sumut agar pasokan garam ke Tapteng dapat langsung melalui distributor garam di medan.
"Khusus di Tapanuli tengah, kita monitor terus, garam kita datangnya dari medan juga, itupun kita sudah jajaki ke provinsi sumatera utara melalui dinas perindustrian dan perdagangan sumatera utara, apakah mungkin distributor di medan langsung kemari, kita mau potong jalur distribusi. Maksudnya tidak melalui agen-agen lagi, itulah salah satu yang sedang kita upayakan," ucap Berlin.

Disinggung soal kebutuhan garam di Tapteng dapat mencapai berapa banyak?, Menurut Berlin berada pada kisaran 1000 Ton per Tahun.
"Untuk tapteng dibutuhkan lebih kurang 1000 ton per tahun," katanya.
Ia mengakui, dengan kondisi harga garam yang sangat tinggi saat ini, para pengusaha ikan rebus dan asin di Tapteng memang telah mengeluh.
"Kalo mereka sih mengeluh, cuma hasil tangkapan juga tidak terlalu banyak,” tandasnya.

(Rommy P) 

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar