News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pertamina Sibolga “Hilangkan” BBM Jenis Premium Secara Paksa

Pertamina Sibolga “Hilangkan” BBM Jenis Premium Secara Paksa

Sales Eksekutif Retail V TBBM PT Pertamina Sibolga, Zul Fiman.
SIBOLGA - fbinews 

Datangi TBBM PT Pertamina Sibolga, pengurus Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Sibolga pertanyakan soal “Hilang” nya bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Kota Sibolga.


Pasalnya, sejak beberapa waktu terakhir, BBM jenis premium itu tidak lagi ditemukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).



"Kita minta penjelasan mengapa BBM jenis Premium tidak dijual lagi di Sibolga.  Karena kita menduga dan khawatir ada permainan pengoplosan disini,” kata Mudin Pasaribu wakil ketua MPC PP Kota Sibolga didampingi ketua PAC PP Sibolga Utara, Marangin Natalisme Simanullang. Kamis (27/7) usai menggelar pertemuan dengan pihak TBBM PT Pertamina Sibolga.


Menurut Mudin, sejauh ini belum ada perintah dari pemerintah pusat untuk menghilangkan atau menghapuskan BBM jenis premiun di Kota Sibolga. Ironisnya, justru BBM jenis Premium tersebut masih ditemukan di sejumlah pedagang BBM eceran di pinggir jalan.

“Kan aneh ini, di SPBU tidak di temukan permiun, tapi di pedagang eceran masih ada, itu darimana, setahu saya bapak Presiden tidak pernah menghapuskan BBM jenis Premium di Sibolga, jadi seolah-olah kami masyarakat kecil ini di paksa untuk membeli BBM jenis lain seperti pertamax dan pertalite, sedangkan harganya jauh lebih mahal dibanding dengan premium,” tambahnya sembari meminta Pertamina Sibolga segera kembalikan BBM jenis Premium di Sibolga.
Menjawab hal itu, Sales Eksekutif Retail V TBBM PT Pertamina Sibolga, Zul Fiman, menjelaskan, premium bukannya menghilang atau sengaja dihilangkan, tetapi hampir seluruh pengelola SPBU memilih untuk menjual BBM jenis pertalite dan pertamax dibandingkan BBM jenis premium.

“Alasannya, setelah melakukan uji coba menjual pertalite, omset penjualannya mengalami peningkatan, makanya SPBU lebih memilih menjual pertalite dan pertamax,” ungkap Zul Firman.
Dia kemudian menambahkan, berdasarkan hasil survei di lapangan, penggunaan BBM jenis pertalite dan pertamax dinilai lebih menguntungkan. Pasalnya, meski harganya sedikit lebih mahal, tetapi mampu menempuh jarak yang lebih jauh daripada menggunakan premium.

“Jadi, secara ekonomi, penggunaannya dianggap lebih menguntungkan. Selain itu, kedua jenis produk ini juga dipercaya mampu menjaga kesehatan mesin kendaraan,” imbuhnya.

Zul Firman mengaku tidak mengetahui darimana asalnya premium yang dijual pedagang BBM eceran. Tetapi kuat dugaan, itu merupakan “rembesan” dari daerah penyaluran lainnya. Kemudian dari oknum pemain BBM.
Dia berharap, masyarakat bersama melakukan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. “Kalau ada buktinya, baik berupa foto atau rekaman video, tolong juga dicatat nomor plat mobil tangkinya, silahkan berikan kepada kami untuk ditindaklanjuti, akan kita berikan tindakan tegas,” ujarnya.
Lebih jauh Zul Firman mengungakapkan, bahwa distribusi BBM hanya dapat dilakukan oleh SPBU bukan pengecer.

“Seperti di Tarutung, dimana polisi menangkap para penjual BBM eceran, karena memang menurut Undang-Undang bahwa yang berhak memasarkan dan menjual BBM tersebut hanya SPBU, sedangkan konsumen atau masyarakat hanya sebagai pengguna terakhir,” pungkasnya.

(Rommy P) 

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar