2019/02/14

9 PTS Di Tutup Kemenristekdikti Wilayah Sumatra Utara, Akibat Dosen Tidak Mencukupi

Tags



MEDAN - FBINews.net

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Lembaga Layanan Dikti, menutup operasional sembilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Lembaga Layanan Dikti Wilayah I Sumut, Prof Dian Armanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa ada sekitar sembilan PTS di Sumut yang di tutup.

"SK penutupan ke-9 PTS di Sumut, dikeluarkan pada 21 Desember 2018," kata Prof Dian, Rabu (13/2/2019).


Sembilan PTS yang ditutup, di antaranya Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan, serta Akademi Kebidanan Takasima Kabanjahe dan Akademi Keperawatan Takasima Kabanjahe.

"Kalau kedua yang terakhir ini, Akbid dan Akper Takasima Kabanjahe dilakukan penutupan, memang permintaan atas yayasan tersebut," ungkap Prof Dian Armanto.

Lebih lanjut, Prof Dian menjelaskan bahwa alasan dilakukan penutupan kepada sembilan PTS tersebut, karena kebanyakan dosennya tidak ada dan tidak cukup. 


Kemudian mahasiswa tidak datang serta sarana dan prasarana tidak ada. 

Hal itu yang mendasari dilakukannya penutupan.

Namun, lanjut Dian tidak tertutup kemungkinan masih ada lagi PTS yang bermasalah dan terancam mendapat sanksi.

"Kemarin kita sudah kirim surat ke Dikti, untuk memverifikasi dan mendatangkan tim Evaluasi Kerja Akademik (EKA) untuk memeriksa belasan perguruan tinggi itu," ujarnya.

"Ada sekitar 19 PTS lagi yang mau diverifikasi. Namun pada akhirnya kalau tidak layak dan tidak ada kemajuan, maka akan dilakukan penutupan," tegasnya.

Pada 2019 ini, perbaikan mutu secara besar-besaran akan dilakukan. LLDikti Sumut sudah menjadi lembaga pemetaan mutu. 

Karena ada beberapa tugas LLDikti yakni memfasilitasi pemetaan mutu, peningkatan mutu penyelenggaraan, memfasilitasi mutu pengelolaan dan memfasilitasi kesiapan.

Kemudian melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitas peningkatan mutu, serta melaksanakan pengelolaan data dan informasi di bidang mutu dan melaksanakan administrasi LLDikti.

Lanjut, Prof Dian menerangkan bahwa ada beberapa alasan melakukan verifikasi kembali. 

Seperti sudah kena pembinaan, ada yang tidak lapor lama, ada dosen tidak cukup dan ada mahasiswa tidak datang, yang artinya mahasiswanya tidak ada.

"Kita berharap PTS yang mendapat pembinaan dari tim EKA, segera memperbaiki diri sesuai permintaan Kemenristekdikti,” jelas Prof Dian.

Ucok Horlas


EmoticonEmoticon