2019/03/30

TABUNG GAS SUBSIDI LANGKA DIDUGA AGEN GAS JUAL KE MAFIA

Tags



Jakarta - Fbinews.net

Masyarakat keluhkan langka nya gas subsidi berukuran 3kg terutama wilayah jakarta selatan baru - baru ini

Hal yang di rasakan langsung oleh beberapa masyarakat yang mengeluh kosongnya tabung gas berukuran 3kg di beberapa titik pangkalan atau warung eceran yang biasa masyarakat dapatkan kini berapa pekan terakhir kosong,melihat kelangkaan tabung gas tersebut berdasarkan analisa dan laporan dari masyarakat tim wartawan bekerja sama dengan Aliansi indonesia dan LSM (Pemerhati kebijakan layanan publik)

Menindaklanjuti informasi tersebut,kami bersama tim menelusuri dan menemukan salah satu agen tabung gas subsidi PT SATYA MITA LESTARI yang di duga nakal  di kawasan Jln.lenteng agung no 39 jakarta selatan, kemudian kami temui pemilik agen namun pemilik agen tersebut marah-marah seperti enggan di tanya oleh wartawan terkait kelangkaan dan di kemanakan gas yang biasa di jual, menanggapi hal tersebut semakin kuat dugaan kami benar agen tersebut menjual tabung gas kepada mafia pengoplos.

Tabung gas yang di jual ke mafia juga diduga  untuk di pindahkan dari tabung ukuran 3kg subsisdi ke non subsidi selanjutnya di jual ke pengusaha nakal lainya hanya untuk kepentingan dan memperkaya diri sendiri.

PT.SATYA MITA LESTARI diduga menjual ribuan tabung gas bersubsdi setiap harinya, dan di jual kisaran 18.000 kepada mafia dan di kirim ke beberapa tempat di wilayah rumpin bogor jawa barat yang tidak lain di antara penerimanya adalah mafia berinisial TM Dan EK,dalam waktu dekat ini lebaga aliansi indonesia dan LSM PKLP akan mendorong aparat penegak hukum dan dinas perdagangan serta Pertamina untuk mengaudit PT.SATYA MITA LESTARI karna di duga menyalahi aturan Undang-undang no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

Tidak hanya itu masyarakat yang mengeluh akan bekerja sama dengan pihak kelurahan untuk mencari keberadaan agen gas subsidi nakal jika terbukti gas di jual kepada mafia atau pengusaha nakal masyarakat mengancam akan menutup paksa agen tersebut ujar warga jagakarsa.

Ari/Tim.


EmoticonEmoticon