Literasi Fintech Penting Untuk Mencegah Tindakan Tidak Produktif
Jakarta - Fbinews.net
Untuk memanfaatkan teknologi keuangan (fintech), sangat penting untuk menangani tingkat melek finansial yang relatif rendah di banyak negara Asia. Literasi ini dapat mencegah perilaku yang tidak diinginkan dan tidak produktif seperti pinjaman berlebihan, tabungan tidak memadai, kredit tidak produktif, dan catatan keuangan tidak memadai dipelihara oleh UKM.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam keynote speechnya pada acara Workshop Financial and Technological Literacy For Sustainable and Inclusive Development in Asia di Singosari Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta pada Kamis (07/11).
“Literasi keuangan sesuatu yang sangat penting bagi negara berkembang seperti Indonesia. Tidak boleh dianggap remeh, karena jika diterima begitu saja maka teknologi keuangan akan datang akan mengharapkan orang untuk menggunakannya sepanjang waktu dan risiko kurangnya literasi cukup besar,” jelas Wamenkeu.
Wamenkeu menjelaskan bahwa salah satu cara untuk memastikan bahwa pertumbuhan banyak negara Asia dapat berkelanjutan dan inklusif adalah dengan meningkatkan akses ke layanan keuangan seperti tabungan, kredit, dan investasi bagi kaum miskin. Akses ke layanan keuangan, terutama kredit dan tabungan, akan memungkinkan masyarakat miskin untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif, membuat rencana investasi, dan mengatasi guncangan yang merugikan.
Source : kemenkeu RI

Posting Komentar