Agum Gumelar: Kedudukan Polri di Bawah Presiden Sudah Tepat dan Strategis
Jakarta — Fbinews
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI–Polri (PEPABRI) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menegaskan bahwa kedudukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia merupakan posisi strategis dalam memperkuat efektivitas kelembagaan dan transformasi kepolisian.
Penegasan tersebut disampaikan kepada Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo, saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VI Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Sementara itu, dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan para senior Polri serta PEPABRI. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi besar bagi seluruh jajaran Polri untuk terus mempercepat Transformasi Polri yang berkelanjutan.
“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas transformasi kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan profesionalisme personel,” tegas Wakapolri.
Pada kesempatan tersebut, Wakapolri memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan terus dilakukan Polri dalam mendorong transformasi menyeluruh. Di antaranya penguatan sumber daya manusia melalui sistem rekrutmen yang transparan, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan karier berbasis kompetensi. Dalam waktu dekat, Polri juga akan membentuk Pusat Studi Kepolisian di 74 perguruan tinggi di seluruh Indonesia guna memperkuat riset dan pengembangan ilmu kepolisian.
Selain itu, Polri terus melakukan transformasi kultural dengan memperkuat pembinaan mental, etika profesi, dan keteladanan pimpinan untuk menanamkan nilai humanis, responsif, dan berintegritas. Penguatan pengawasan dan akuntabilitas juga dilakukan melalui peningkatan sistem pengawasan internal dan eksternal guna menjaga transparansi dan meningkatkan kepercayaan publik.
Wakapolri menambahkan, modernisasi sarana dan prasarana, pemanfaatan teknologi, serta percepatan transformasi digital menjadi bagian penting dalam menghadirkan Polri yang modern, adaptif, dan efisien. Di sisi operasional, Polri terus memperkuat fungsi harkamtibmas, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan, pengayoman, dan perlindungan kepada masyarakat.
“Transformasi Polri merupakan proses berkelanjutan. Dengan dukungan para senior, purnawirawan, dan seluruh elemen bangsa, kami optimistis Polri mampu menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Wakapolri.
**

Posting Komentar