Kapolda Maluku Hadiri Sidang Ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih, Tegaskan Sinergi Gereja–Polri Penopang Perdamaian Bangsa
Maluku — Fbinews
Komitmen Polri dalam memperkuat toleransi, moderasi beragama, serta menjaga stabilitas keamanan nasional kembali ditunjukkan. Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto menghadiri pembukaan Persidangan Ke-XII Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Kategorial Polri Bukit Kasih yang digelar pada Minggu (18/1/2026) di Gereja Bukit Kasih Jemaat Kategorial Polri, Aspol Kayu Putih, Kota Ambon.
Kehadiran Kapolda Maluku disambut hangat melalui prosesi adat Maluku sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan. Pengalungan syal oleh anak-anak jemaat yang diiringi alunan musik tradisional Tifa Totobuang mencerminkan kearifan lokal, semangat kebangsaan, serta nilai persatuan yang hidup di Bumi Raja-Raja Maluku.
Kegiatan ini turut dihadiri Karo Rena Polda Maluku, Wakil Ketua MPH Sinode GPM Pdt. Ny. A. Lohy, Ketua Klasis Kota Ambon Pdt. Elriyantk Muskita, Ketua Majelis Jemaat Kategorial Polri Bukit Kasih Pdt. Ny. T. I. Nussy, para pendeta Jemaat Kategorial Polri (Sinar Kasih, Teratai Kasih, dan Dian Kasih), serta jemaat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa persidangan jemaat tidak hanya bersifat rutinitas gerejawi, namun juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran gereja dalam menjawab tantangan sosial, kebangsaan, dan keamanan yang kian dinamis.
“Sidang jemaat ini adalah momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan dan merumuskan program kerja gereja yang relevan dengan kebutuhan jemaat serta tantangan bangsa saat ini,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menekankan pentingnya sinergi antara gereja dan Polri sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian di Maluku sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas nasional. Ia menilai penguatan nilai spiritual dan etika menjadi fondasi penting bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas secara profesional dan berintegritas.
“Tugas Polri ke depan semakin kompleks. Pembinaan mental dan rohani menjadi kebutuhan mendasar agar setiap personel Polri bekerja dengan kejujuran, integritas, dan kasih kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolda berharap Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih dapat menghasilkan program-program yang menyentuh kebutuhan nyata anggota Polri, baik di bidang kerohanian, pembinaan keluarga, maupun kesejahteraan sosial.
Dalam konteks nasional, Kapolda Maluku turut menyampaikan tiga pesan strategis. Pertama, gereja diharapkan terus berperan sebagai pilar perdamaian dan agen penyejuk kehidupan sosial di tengah kemajemukan bangsa.
Kedua, peran aktif gereja dan Polri dalam menangkal intoleransi serta radikalisme. Kapolda mengingatkan maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan paham ekstrem di ruang digital yang berpotensi mengganggu persatuan dan kerukunan umat beragama.
Ketiga, penguatan kolaborasi lintas elemen bangsa. Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri, melainkan memerlukan dukungan tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi Polri dan tokoh agama adalah kekuatan besar bangsa ini. Pendekatan dialog, kekeluargaan, dan kearifan lokal harus terus dikedepankan dalam menyelesaikan setiap potensi konflik,” katanya.
Di akhir sambutannya, Kapolda Maluku menyampaikan apresiasi kepada panitia, pengurus gereja, dan seluruh jemaat atas dedikasi pelayanan yang telah diberikan. Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan dalam persidangan dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaat, masyarakat, serta menjadi kontribusi positif bagi perdamaian Maluku dan Indonesia.
“Selamat bersidang. Kiranya Tuhan memberkati setiap keputusan yang diambil demi pelayanan kepada sesama dan persatuan bangsa,” tutup Kapolda.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berakhir pada pukul 11.00 WIT dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, mencerminkan kuatnya harmoni antara nilai keagamaan, budaya, dan komitmen kebangsaan di Maluku.
**

Posting Komentar