Dua Pekan Beroperasi, Satres PPA-PPO Polres Bogor Tangani 45 Pengaduan
Bogor – Fbinews
Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polres Bogor yang resmi beroperasi sejak dua minggu terakhir telah menerima puluhan laporan masyarakat. Hingga kini, total 45 laporan tercatat sejak satuan tersebut mulai berjalan.
"Di kita kan dibentuk itu sejak bulan Januari ya. Untuk di bulan Januari sendiri, yang sudah terdata itu ada 45 kasus dengan jumlah selra atau yang sudah diselesaikan 8 kasus," kata Kasatres PPA-PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (4/2/2026).
Di wilayah Polda Jawa Barat, baru dua polres yang memiliki satuan khusus PPA-PPO, yakni Polres Bogor dan Polres Karawang. Silfi menjelaskan, pembentukan satuan tersebut di Polres Bogor dilatarbelakangi tingginya jumlah kasus yang melibatkan perempuan dan anak di Kabupaten Bogor.
"Yang mendasarinya salah satunya mungkin dengan adanya banyaknya kasus terkait perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Bogor ini. Makanya kenapa kemarin kita menjadi salah satu polres yang dibentuk Satres PPA dan PPO," ucapnya.
Ia menambahkan, sepanjang tahun 2025 jumlah laporan perkara perempuan dan anak di wilayah Polres Bogor tergolong tinggi.
"Kalau untuk tahun 2025 sendiri, jumlah total perkara yang dilaporkan itu ada 371. Sedangkan untuk perkara yang sudah diselesaikan di tahun 2025 itu ada sejumlah 160 perkara," lanjut dia.
Dari ratusan perkara tersebut, laporan paling dominan berkaitan dengan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, disusul kasus kekerasan seksual terhadap anak serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Berdasarkan catatan empat tahun terakhir, tahun 2025 menjadi periode dengan jumlah kasus perempuan dan anak terbanyak, yakni mencapai 371 perkara. Silfi kemudian menguraikan perubahan signifikan setelah PPA-PPO berdiri sebagai satuan tersendiri.
"Perbedaannya, kalau dulu unit hanya dibawahi oleh satu orang perwira atau kanit dan di bawahnya ada anggota. Kalau sekarang kita jadi satuan dibawahi oleh kasat dan di bawahnya ada tiga unit. Yang masing-masing unit itu dibawahi oleh satu orang perwira dan ada empat orang penyidik di dalamnya," ungkapnya.
Satres PPA-PPO Polres Bogor kini terdiri dari tiga unit, yakni Unit Perempuan, Unit Anak, dan Unit PPO. Dengan struktur tersebut, penanganan perkara diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan komprehensif.
"Terkait ruangan mungkin kita ada ruang taman bermain anak juga yang kita siapkan di Satres PPA PPO ini. Terus yang kedua ada ruang laktasi juga. Ada juga ruang mediasi atau ruang diversi ya," sebutnya.
Silfi juga mengungkapkan tantangan dalam menangani perkara perempuan dan anak, terutama terkait perbedaan karakteristik setiap kasus meskipun pasal yang diterapkan serupa.
"Misalkan perkara A, LP A, pasalnya A, dia kok sebulan udah beres, tapi saya yang LP-nya, misalkan LP-nya ini, terus pasalnya sama-sama yang itu, tapi kok perkara saya udah dua bulan belum beres? Itu kita nggak bisa samain karena setiap perkara punya kesulitan masing-masing. Mungkin kendalanya berbeda-beda, ada kendala mungkin di saksinya yang nggak ada atau mungkin di hasil visumnya yang nggak ada lukanya, itu kan juga nggak bisa gitu kan," ungkapnya.
Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya meresmikan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang di tingkat pusat dan daerah. Peresmian dilakukan di 11 polda dan 22 polres sebagai bagian dari penguatan penegakan hukum terhadap kasus-kasus kerentanan sosial.
Peluncuran tersebut berlangsung di aula Bareskrim Polri lantai 9, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026), dan dihadiri para direktur serta kasat Reserse PPA-PPO dari satuan yang baru dibentuk.
Direktorat PPA-PPO kini menjadi proyek percontohan di sejumlah wilayah sebelum diterapkan secara nasional. Pembentukan struktur ini diharapkan mampu memastikan penanganan perkara dilakukan dengan prosedur yang sensitif terhadap perspektif gender serta mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
**

Posting Komentar