Kakorlantas Ikuti Rakor Idul Fitri di Kemenko PMK, Pastikan Kesiapan Operasi Ketupat
Jakarta - Fbinews
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Hari Raya dan Libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menegaskan jajaran lalu lintas siap bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan demi menjamin rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Rakor tersebut berlangsung di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (12/2/2026).
Dalam arahannya, Irjen Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak semata berbicara tentang arus mudik dan arus balik, tetapi juga wujud kehadiran negara dalam memastikan keamanan serta kelancaran perjalanan warga.
"Operasi Ketupat bukan hanya tentang lalu lintas, mudik dan balik, tetapi negara hadir menjamin rangkaian kegiatan mudik balik bulan suci Ramadan harus aman dari sisi kriminalitas dari sisi harkamtibmas dan kamseltibcarlantas," katanya.
Ia juga menilai pelaksanaan Operasi Ketupat pada tahun sebelumnya menjadi yang terbaik karena mampu menekan jumlah kejadian dan fatalitas kecelakaan.
"Operasi Ketupat 2025 merupakan Operasi Ketupat sepanjang masa, ini tentunya berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang cepat mengambil sikap. Salah satunya Work From Anywhere (WFA), terus kemudian sikap tegas Pak Menhub berkaitan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Pelarangan Kendaraan Sumbu Tiga untuk beroperasi selama operasi," tutur dia.
"Catatan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu adalah kita bisa menurunkan angka kecelakaan peristiwanya 31 persen, biasanya tahun lalu hanya satu digit 5 persen 6 persen, tetapi untuk 2025 31 persen," sambungnya.
Di akhir, Kakorlantas menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar pelaksanaan Operasi Ketupat mendatang berjalan optimal.
"Kami sudah siap Pak, kami selalu berkoordinasi di lapangan, sehingga nanti rangkaian cara bertindak baik nanti emergency plan akan kita siapkan. Kami selalu bergandengan tangan dipimpin Pak Menhub dengan Pak Dirut Jasa Marga, parameter yang kami lakukan itu kami diskusi baik contraflow, one way, one way nasional tergantung traffic counting yang terjadi saat itu," pungkasnya.
**

Posting Komentar