News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terobosan Kombes Christian Tobing Hadirkan Mal Mini Pelayanan di Polresta Sidoarjo

Terobosan Kombes Christian Tobing Hadirkan Mal Mini Pelayanan di Polresta Sidoarjo



Jakarta – Fbinews

Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menghadirkan inovasi pelayanan publik melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mal Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo, Jawa Timur. Inovasi ini bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kepolisian, mulai dari pengurusan surat kehilangan hingga pembuatan laporan.


Atas terobosan tersebut, Kombes Christian diusulkan sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026 oleh warga Sidoarjo bernama Adi Kriswanto. Usulan itu dilatarbelakangi pengalaman Adi saat mengurus kehilangan STNK di Polresta Sidoarjo yang dinilainya cepat dan memuaskan.


"Saya pernah ngurus kehilangan, waktu itu kan STNK saya hilang, saya pengurusannya di Polres, nah pelayanan itu lebih cepat, bagus pelayananannya. Langsung jadi satu, nah itulah usulan saya," kata Adi Kriswanto, Jumat (30/1/2026).


Adi mengungkapkan, pengurusan surat kehilangan yang ia lakukan sekitar satu bulan lalu tidak memerlukan antrean panjang di SPKT Mal Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo.


"Untuk pelayanan di SPKT itu langsung dilayani, jadi satu, untuk kelengkapan itu situ jadi satu. Untuk kehilangan, kelengkapan yang lain-lain yang diperlukan di Samsat itu langsung jadi satu di situ, jadi lebih cepat lah. Kalau di Samsatnya itu nunggu 1 minggu selesai STNK-nya, cuma kelengkapan di Polres itu butuh 5 menit sudah selesai," ucap dia.


Selain itu, Adi juga menyebut adanya layanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online yang dinilainya praktis dan cepat.


"Setahu saya bisa di situ, SKCK online. Kalau waktu dulu untuk online (pelayanannya) baik, nanti ambil SKCK-nya di Polres. Teman-teman juga bilang seperti itu, cepat pelayananannya," ucap Adi.


Awal Gagasan SPKT Mal Mini Pelayanan Polri


Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menjelaskan latar belakang lahirnya SPKT Mal Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo. Sejak menjabat pada Desember 2023, ia menginisiasi penggabungan seluruh layanan kepolisian dalam satu atap.


"Jadi sistem pelayanan itu satu atap. Menyatukan semua jenis layanan yang tadinya pelayanan itu terpisah-pisah, ataupun tidak satu tempat, jadi untuk ngurus SKCK terpisah, kemudian sidik jari terpisah, kemudian pembayaran PNBP di Bank BRI juga terpisah," kata Kombes Christian kepada detikcom.


Ia menuturkan, seluruh layanan kini tersedia dalam satu gedung dengan personel yang telah dilatih untuk memberikan pelayanan maksimal.


"Jadi di Mal Mini Pelayanan Polri itu sudah ada lengkap semua layanan yang ada di Polresta Sidoarjo dalam satu tempat, jadi mulai laporan polisi, kemudian Rekom-Reskrim, Laka, tilang, pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor, layanan dan perpanjangan SIM, SKCK, loket BRI, layanan pengaduan masyarakat dan surat-menyurat dan pelayanan terpadu PPA," ujar dia.


Christian menambahkan, inovasi ini muncul karena sebelumnya layanan kepolisian tersebar di beberapa gedung, yang dinilai menyulitkan masyarakat.


"Kemudian dilatarbelakangi dengan itu dan juga dalam rangka kami melakukan efektivitas, efisiensi dan upaya melakukan upaya untuk memberikan pelayanan yang nyaman dan berkualitas kepada masyarakat kami melakukan inovasi SPKT Mal Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo. Karena tentunya mengintegrasikan seluruh layanan satu gedung," ucap dia.


"Sehingga masyarakat mudah, langsung datang, tentunya yang paling utama adalah bagaimana kami bisa mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan layanan yang dilakukan personel kami," sambungnya.


Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi pelayanan dilakukan secara rutin dengan melibatkan masyarakat melalui indeks kepuasan layanan.


"Berkaitan dengan sistem antrean, kita buat program berkaitan dengan indeks kepuasan masyarakat, kita ambil dari masyarakat yang sudah menerima layanan itu. Ya harapannya masyarakat dapat mendapatkan layanan dengan baik, prosesnya cepat, tidak terjadi birokrasi yang panjang untuk masyarakat sehingga meningkatkan produk layanan kami kepada masyarakat," tuturnya.


Untuk mempermudah pengurusan SKCK, layanan SKCK online turut dioptimalkan, termasuk SKCK keliling.


"Di Mal Mini Pelayanan Polri itu juga ada pembuatan SKCK online, dan kami juga mengoptimalkan SKCK keliling online juga," tuturnya.


Layanan Inklusif dan Perlindungan Perempuan dan Anak


Fasilitas khusus juga disediakan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, mulai dari area parkir hingga petugas pendamping.


"Di situ juga kami sudah menyiapkan sarana-prasarana untuk kelompok rentan. Mulai dari area parkir khusus yang telah disediakan di luar gedung pelayanan. Untuk kelompok rentan dilengkapi dengan marka jalan dan petunjuk arah yang jelas, dan adanya duta pelayanan yang khusus melayani kelompok rentan," jelasnya.


Selain itu, Mal Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo juga menghadirkan layanan terpadu perlindungan perempuan dan anak dengan melibatkan berbagai instansi terkait.


"Di situ kami membuat inovasi pelayanan terpadu satu atapnya untuk terintegrasi antara stakeholder dan instansi terkait. Jadi kami berusaha untuk memberikan akses keadilan untuk perempuan dan anak yang akan melaporkan terkait dengan tindak pidana perempuan dan anak, sehingga pada saat datang itu langsung kita layani bersama mulai dari Dinas Kesehatan, kemudian dari Kejaksaan, juga dari psikologi," ucap dia.


Di lokasi yang sama, disediakan pula layanan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).


"Sehingga pada saat melapor dia bisa betul-betul melaporkan kejadiannya itu, nantinya dia secara terbuka mereka melaporkan, dan layanannya langsung dilayani di sana, jadi dia bisa langsung kita arahkan melakukan visum dan lain-lain," ucap dia.


Christian menyebutkan, inovasi ini dilakukan sebagai respons atas tingginya kasus perempuan dan anak di wilayah Sidoarjo.


"Dilatar belakangi kejadian laporan tentang perempuan dan anak banyak di Sidoarjo ini, dan dengan kami melakukan evaluasi dan monitoring, kami melakukan upaya-upaya perbaikan layanan untuk perempuan dan anak," ujar dia.


Berkat inovasi pelayanan satu pintu tersebut, Kombes Christian menerima penghargaan dari Menteri PAN dan RB serta Menteri Sosial.


"Kami sudah mendapatkan dari Menteri Sosial kaitan dengan penangan perempuan dan anaknya, kemudian dari Menpan terkait kegiatan pelayanannya," sebutnya.


Ia menambahkan, konsep pelayanan terpadu ini juga pernah diterapkannya di sejumlah wilayah tugas sebelumnya.


"Saya waktu di Pati juga melaksanakan ini, inovasi kaitan pelayanan terpadu ini, kemudian di Wonogiri juga, waktu itu juga kami di Wonogiri juga mendapatkan predikat pembangunan zona integritas, kemudian di Pati juga, kemudian termasuk terkait pelayanan ini," ucap dia.


Melalui sistem pelayanan terpadu tersebut, Kombes Christian berharap pelayanan publik dapat berjalan cepat, efisien, serta bebas dari pungutan liar.


"Pelayanan cepat, efektif dan efisien, dan waktunya juga dan paling utama ya pengawasan dalam ketiadaan pungutan liar. Kan di tempat layanan itu kami lakukan pengawasan terhadap personel melalui CCTV dan penempatan personel pengawasan dari Provos," pungkasnya.

** 

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar