Dansat Brimob Diminta Terbuka atas kasus penganiayaan Ibu Bhayangkari
TERNATE–Fbinews.net
Publik kembali dihebohkan dengan kasus penganiayaan sadis kepada seorang ibu Bhayangkari aktif, yang dilakukan oleh oknum Anggota Batalyon C Bacan Satbrimob Polda Maluku Utara berinisial Bripka R alias Raihan (37) tahun.
Dugaan penganiayaan hingga kritis tak sadarkan diri itu terjadi di rumah korban, di Kelurahan Toboleu, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, pada Minggu (22/3/2026) malam sekitar pukul 22.28 WIT.
Menurut keterangan Ibu korban, Tomijan Yasin, menceritakan peristiwa dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami putrinya itu diketahui saat ia menerima pesan singkat dan telepon dari putrinya yang meminta pertolongan dalam kondisi lemas.
“Dalam pesan WhatsApp dan telepon, itu korban memanggil saya untuk datang melihatnya karena merasa sudah tidak berdaya lagi,” jelas Tomijan.
Saat pihak keluarga tiba di lokasi, korban ditemukan terbaring lemas dengan luka perdarahan di bagian hidung, telinga, serta kepala.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD CB Ternate untuk tindakan operasi darurat karena adanya pendarahan di kepala akibat benturan
Tomijan membeberkan, ini bukan kali pertama anaknya mengalami kekerasan dari suaminya sendiri yang merupakan anggota Brimob itu.
Sejak menikah pada November 2025, korban diduga berulang kali menjadi sasaran penganiayaan dari suaminya. Termasuk insiden sepekan lalu di tempat tugas pelaku di Bacan yang menyebabkan luka robek di kaki korban.
Pihak keluarga kini meminta Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hendri Wira Suriyana agar menindak tegas pelaku secara transparan, jangan menutup-nutupi.
Dan kami juga menegaskan menolak upaya mediasi yang sempat ditawarkan oknum yang mengaku atasan pelaku di lokasi kejadian.
"Jadi permemintaan kami proses hukumnya dilakukan secara tegas dan terbuka, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi atau tebang pilih,” tegasnya.
Terpisah Danyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara, Kompol Wahidin juga membenarkan insiden tersebut.
“Untuk oknum anggota tersebut sudah kita amankan di Satbrimob Polda Maluku Utara,” ucap Kompol Wahidin saat dikonfirmasi wartawan.
Dia menegaskan dengan insiden tersebut pihaknya tidak akan ada toleransi jika terbukti bersalah, akan tetap ditindak tegas.
“Tadi juga saya sudah menjenguk ke rumah sakit dan melihat kondisi korban. Jelas ini akan kami tindak tegas,” cetusnya.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam penanganan intensif tim medis usai menjalani operasi selama kurang lebih lima jam.
ILON.HI MUHAMMAD M.MARSAOLY

Posting Komentar