News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

500 Guru, Wali Murid, dan Siswa Cirebon Ikuti “Vaksin Ideologi”, Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme di Sekolah

500 Guru, Wali Murid, dan Siswa Cirebon Ikuti “Vaksin Ideologi”, Densus 88 Ingatkan Ancaman Radikalisme di Sekolah


Cirebon — FBINEWS 

Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri menjadi pembicara dalam kegiatan vaksinasi ideologi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang diikuti ratusan unsur pendidikan di Kota Cirebon. Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada Kamis (5/3/2026) di Ruang Wangsakerta, Sekretariat Daerah Kota Cirebon.

Kegiatan ini diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari perwakilan guru SMP, SMA, dan MA se-Kota Cirebon, perwakilan wali murid, serta pengurus OSIS dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.

Acara menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kombespol Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H. dari Dit Cegah Densus 88 AT Polri, Kepala Badan Kesbangpol Kota Cirebon Drs. Buntoro Tirto, A.P., M.H., Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Kadini, S.Sos., M.A.P., serta akademisi psikologi perkembangan remaja Herny Novianti, M.Pd., CHt., C.NLP, CHRM.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri RI Dr. Aang Witarsa Rofik, M.Si. serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon Drs. Sumanto.

Dalam pemaparannya, Kombespol Moh. Dofir menekankan pentingnya membangun ketahanan ideologis di lingkungan pendidikan sejak dini. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu ruang strategis yang harus dijaga dari potensi penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan.

Ia menjelaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan, di mana guru, orang tua, dan siswa memiliki peran penting dalam mendeteksi sejak dini potensi radikalisasi yang dapat muncul melalui berbagai media, termasuk ruang digital.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai potensi penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan pendidikan, serta langkah-langkah deteksi dini dan pencegahannya.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di sektor pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, toleran, dan berlandaskan nilai kebangsaan.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga lingkungan sekolah yang inklusif dan kondusif, sekaligus memperkuat upaya pencegahan berkembangnya paham ekstremisme berbasis kekerasan di Kota Cirebon.
**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar