Akses Permodalan Petani Diperluas Lewat Kerja Sama Polri dan Himbara, Putus Ketergantugan pada Rentenir
Jakarta – FBINEWS
Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperluas akses permodalan bagi petani binaan. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ekosistem pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak maupun praktik pinjaman berbunga tinggi dari rentenir.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Selama ini, keterbatasan modal kerap menjadi kendala yang membuat petani terjebak dalam siklus utang.
“Pada tahun 2026 ini, Polri memfasilitasi akses permodalan langsung bagi petani melalui bank-bank Himbara. Tujuannya untuk memutus mata rantai tengkulak dan praktik rentenir yang selama ini membebani petani, sehingga mereka dapat bertani dengan lebih tenang dan sejahtera,” ujar Dedi dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Melalui kerja sama dengan bank-bank Himbara yang terdiri dari BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, para petani kini dapat mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan bunga ringan sekitar 3 hingga 6 persen per tahun. Skema pembiayaan ini juga memberikan kemudahan karena tidak memerlukan agunan tambahan, sehingga petani dapat memperoleh modal usaha tanpa harus mempertaruhkan aset pribadi.
Selain membuka akses pembiayaan, Polri juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui perluasan lahan tanam dan pemanfaatan teknologi. Hingga Februari 2026, luas penanaman jagung nasional tercatat mencapai 135.723 hektare sebagai bagian dari target pengembangan hingga 1 juta hektare guna mendorong produksi jagung nasional melampaui 4 juta ton pada tahun ini.
Implementasi program tersebut juga terlihat di sejumlah daerah, salah satunya di wilayah Polda Jawa Barat. Di wilayah ini, dukungan kepada petani binaan tidak hanya dilakukan melalui modernisasi alat mesin pertanian, tetapi juga melalui akses pembiayaan dari bank-bank Himbara.
Sebanyak 215 petani yang tergabung dalam 44 kelompok tani menerima bantuan alat dan mesin pertanian berupa hand tractor, pompa air, dan hand sprayer untuk meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas hasil panen. Selain itu, para petani juga difasilitasi memperoleh pinjaman modal usaha berbunga rendah melalui skema KUR, sehingga kebutuhan bibit, pupuk, hingga sarana produksi pertanian dapat terpenuhi tanpa bergantung pada tengkulak maupun praktik pinjaman rentenir.
**

Posting Komentar