News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dari Bullying ke Radikalisme: Densus 88 Edukasi 200 Santriwati Ponpes Batam Soal Ancaman Kekerasan Anak

Dari Bullying ke Radikalisme: Densus 88 Edukasi 200 Santriwati Ponpes Batam Soal Ancaman Kekerasan Anak


 
Batam — FBINEWS 

Tim Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) kepada tenaga pengajar dan santriwati Pondok Pesantren Media Umah Cendekia (MUC) Kota Batam, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan radikalisasi dan kekerasan terhadap anak sebagai bagian dari upaya menangkal penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

 

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB di ruang pertemuan Ponpes Media Umah Cendekia tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari tenaga pengajar dan santriwati.

 

Dalam sambutannya, Ust. Saiful Hadi Wasyaril, S.Pd.I selaku Kepala Ponpes Media Umah Cendekia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Satgaswil Kepri Densus 88 AT Polri yang telah memberikan edukasi kepada para santri dan tenaga pengajar mengenai bahaya radikalisme dan kekerasan di kalangan pelajar.

 

“Materi ini sangat penting sebagai bekal bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikalisme maupun perilaku kekerasan yang dapat merusak masa depan,” ujarnya.

 

Sementara itu, dalam pemaparannya, Briptu Abdur Razaq Nugraha menjelaskan definisi serta proses terbentuknya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Ia juga memaparkan tren terbaru modus aksi terorisme yang kini menjadikan anak dan remaja sebagai sasaran utama.

 

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah faktor yang membuat anak rentan terpapar paham radikal, termasuk pengaruh lingkungan pergaulan, konten digital, serta fenomena bullying atau perundungan yang dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi pelajar.

 

Para santriwati juga diingatkan untuk lebih waspada terhadap propaganda di media sosial dan game online, termasuk simbol-simbol kekerasan dan konten yang berpotensi mengarah pada radikalisasi. Tim turut menjelaskan tanda-tanda awal seseorang yang mulai terpapar paham radikal serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk merespons dan melindungi diri dari pengaruh tersebut.

 

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri berharap para pelajar dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat nilai toleransi dan kebangsaan sehingga mampu menangkal pengaruh radikalisme dan kekerasan sejak dini.
**

Tags

Newsletter Signup

Untuk Berlangganan

Posting Komentar