News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Polda Maluku Bentuk Batalyon Cadangan untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Polda Maluku Bentuk Batalyon Cadangan untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas



Ambon - Fbinews

Kepolisian Daerah Maluku menyiapkan batalyon cadangan sebagai langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah dinamika global.


"Situasi kamtibmas dalam negeri saat ini tidak lepas dari pengaruh dinamika global. Karena itu, seluruh personel harus peka dan mampu mengantisipasi setiap potensi gangguan," kata Kepala Biro Operasi Polda Maluku Ronald R. Rumondor di Ambon, Senin.


Ia menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini menjadi penting mengingat perkembangan situasi global dapat berdampak pada stabilitas keamanan dalam negeri.


Sebagai tindak lanjut arahan Kapolda Maluku, pihaknya melakukan langkah pembentukan kembali batalyon cadangan yang dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk menghadapi situasi kontinjensi di wilayah Maluku.


"Seluruh personel yang tergabung harus siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Setiap anggota juga wajib memahami posisi dan tugas pokoknya dalam struktur batalyon cadangan," tegasnya.


Menurutnya, potensi gangguan keamanan dapat berawal dari ambang gangguan yang jika tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan nyata.


Selain itu, Mabes Polri telah menggelar konferensi video bersama jajaran Polda sebagai bentuk respons terhadap dinamika global yang perlu diantisipasi.


Ia juga menyoroti potensi dampak situasi geopolitik di Timur Tengah terhadap pasokan dan stabilitas harga bahan bakar minyak di Indonesia.


"Kita harus memahami bahwa sebagian pasokan BBM berasal dari kawasan Timur Tengah yang saat ini situasinya cukup dinamis. Namun pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas dalam negeri," kata Ronald.


Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kebijakan kerja dari rumah bagi aparatur sipil negara tidak berlaku bagi personel Polri karena tugas kepolisian menuntut kesiapsiagaan penuh di lapangan.


Oleh karena itu, setiap satuan kerja diminta untuk menyusun perencanaan operasional secara matang guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk keterbatasan anggaran.


Selain itu, para perwira dan komandan di setiap tingkatan juga diminta mampu mengendalikan serta menggerakkan personel secara cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar