Paskibraka Raja Ampat Dibekali Literasi Kebangsaan, Densus 88 AT Polri Perkuat Benteng Ideologi Generasi Muda
Papua Barat Daya – Fbinews
Tim Pencegahan Satgaswil Papua Barat Densus 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) dengan menjadi narasumber bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Dharma Wanita Kabupaten Raja Ampat. Kegiatan diikuti oleh sekitar 50 anggota Paskibraka Kabupaten Raja Ampat Tahun 2026 yang tengah menjalani rangkaian pembinaan menjelang pelaksanaan tugas kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tim Cegah Satgaswil Papua Barat yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas IPDA Arfa Jaya, S.H., AIPDA Fachruddin Renleeuw, BRIPTU Halim Hanafi, S.H., dan BRIPTU M. Akbar Sawaluddin. Dalam penyampaian materi, para narasumber menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila, semangat nasionalisme, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang kini semakin berkembang melalui ruang digital dan media sosial.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) beserta karakteristik, pola penyebaran, serta dampak negatifnya terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan untuk mengenali propaganda radikal di media digital sehingga mampu bersikap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif maupun menyesatkan.
Kegiatan sosialisasi ini turut memperkuat kesadaran para anggota Paskibraka untuk senantiasa menjaga persatuan, toleransi, serta semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu, terbangun komunikasi dan sinergi yang baik antara Tim Cegah Satgaswil Papua Barat dengan penyelenggara pembinaan Paskibraka sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) dan radikalisasi digital di lingkungan generasi muda.
Sebagai hasil akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk menolak segala bentuk paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, damai, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Densus 88 Anti Teror Polri melalui Satgaswil Papua Barat dalam membangun ketahanan ideologi bangsa melalui pendekatan edukatif, preventif, dan humanis kepada generasi muda Indonesia.
**

Posting Komentar