News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Puslitbang Polri Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi di Kewilayahan melalui Seminar Hasil Penelitian

Puslitbang Polri Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi di Kewilayahan melalui Seminar Hasil Penelitian



Jakarta Selatan – Fbinews

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Puslitbang Polri) menggelar Seminar Hasil Penelitian bertajuk "Optimalisasi Pelaksanaan Fungsi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Kewilayahan Ditinjau dari Aspek Sumber Daya, Mindset Personel, dan Kelembagaan", di Arosa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh para Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) dari seluruh Polda se-Indonesia sebagai forum penyampaian hasil penelitian sekaligus perumusan rekomendasi strategis guna memperkuat pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat kewilayahan.


Seminar dibuka secara resmi oleh Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. Didi Hayamansyah, dan dihadiri pejabat utama Polri, peneliti, akademisi, praktisi, serta para pemangku kepentingan di bidang penegakan hukum.


Dalam sambutannya, Kapuslitbang Polri menegaskan bahwa penelitian memiliki peran strategis sebagai landasan dalam penyusunan kebijakan yang berbasis data dan kebutuhan organisasi. Melalui hasil penelitian yang komprehensif, Polri diharapkan mampu memperkuat strategi pemberantasan tindak pidana korupsi yang adaptif terhadap perkembangan tantangan penegakan hukum di daerah.


Penelitian yang dipaparkan dalam seminar ini memfokuskan kajian pada tiga aspek utama, yaitu penguatan sumber daya manusia, pembentukan mindset personel yang profesional dan berintegritas, serta penguatan kelembagaan. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi pemberantasan tindak pidana korupsi di kewilayahan.


Pada sesi pemaparan hasil penelitian, Sespuslitbang Polri Kombes Pol. Andreas Widihandoko, menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan elemen fundamental dalam keberhasilan penanganan perkara korupsi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi personel melalui pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kemampuan teknis penyidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengantisipasi perkembangan modus operandi tindak pidana korupsi yang semakin kompleks.


Selain peningkatan kompetensi, hasil penelitian juga menekankan pentingnya membangun mindset personel yang berorientasi pada profesionalisme, integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Sementara itu, dari aspek kelembagaan, diperlukan penguatan struktur organisasi, tata kelola, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan sarana dan prasarana guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas di lapangan.


Seminar dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan tiga narasumber. Irjen Pol. Arief Adiharsa, selaku Penyidik Tipid Utama TK I Kortastipidkor Polri, memaparkan strategi optimalisasi pemberantasan tindak pidana korupsi melalui penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas penyidik, serta sinergi antarunit dalam proses penegakan hukum.


Selanjutnya, Kombes Pol. Umar Wijaya, Psikologi Kepolisian Madya SSDM Polri, menekankan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis penyidik, tetapi juga oleh karakter, integritas, profesionalisme, dan ketangguhan moral personel dalam menjalankan tugas.


Sementara itu, Kombes Pol. Adhy Fandy Ariyanto, Kabaglemwil Rolemtala Srena Polri, mengulas pentingnya penguatan kelembagaan melalui penyempurnaan tata kelola organisasi, pembagian kewenangan yang jelas, serta peningkatan koordinasi lintas fungsi agar pelaksanaan tugas pemberantasan tindak pidana korupsi di kewilayahan semakin efektif dan adaptif.


Diskusi yang dimoderatori oleh Dini Dwi Kusumaningrum, Peneliti Pusat Riset Kependudukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), berlangsung dinamis dan interaktif. Berbagai masukan dari para Dirreskrimsus seluruh Indonesia menjadi kontribusi penting dalam penyempurnaan rekomendasi penelitian agar semakin implementatif dan sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.


Melalui seminar ini, Puslitbang Polri kembali menegaskan komitmennya untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan aplikatif sebagai dasar penyusunan kebijakan organisasi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta penyempurnaan strategi pemberantasan tindak pidana korupsi di kewilayahan, sehingga mampu mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, profesional, modern, berintegritas, serta semakin dipercaya masyarakat.

**

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar