9.242 Personel Gabungan Disiagakan Kawal 31 Aksi Demonstrasi di Jakarta
Jakarta – Fbinews
Sebanyak 9.242 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian aksi demonstrasi dan kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026). Berdasarkan pemetaan, terdapat 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat yang berlangsung di sejumlah wilayah Jakarta, di antaranya Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi mengatakan, ribuan personel tersebut dikerahkan untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi di ruang publik, berlangsung aman dan tertib.
“Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel,” kata Budi, Selasa (18/8/2026).
Salah satu aksi yang dijadwalkan berlangsung hari ini yakni aksi unjuk rasa yang akan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Sementara itu, Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries El Fathar memimpin apel gelar pasukan di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Selasa pagi. Dalam arahannya, Laode menekankan pentingnya pengamanan yang humanis, terukur, dan mengedepankan keselamatan seluruh pihak.
“Pengamanan unjuk rasa harus berjalan aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum. Kita semua yang bertugas jangan mudah terpancing emosi, kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta menjadikan penegakan hukum adalah langkah terakhir, ultimum remedium,” ujar Laode.
Laode juga meminta seluruh satuan tugas melaksanakan pengamanan secara maksimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Personel diminta tetap mengedepankan pendekatan persuasif serta mengamankan massa aksi yang kedapatan membawa benda berbahaya sesuai ketentuan.
Selain itu, Laode menegaskan bahwa personel yang bertugas dalam pengamanan aksi unjuk rasa tidak dibekali senjata api. Ia meminta Provos melakukan pengecekan terhadap seluruh anggota sebelum pelaksanaan tugas.
“Silakan rekan-rekan Provos cek anggota, tidak ada yang membawa senjata api. Tetap SOP dalam menghadapi aksi unjuk rasa adalah sifatnya pelayanan, bukan menghadapi,” tegasnya.
Laode juga mengingatkan personel agar tidak bersikap agresif ketika berhadapan dengan massa. Menurutnya, anggota harus tetap menjaga posisi bertahan, mengedepankan cara-cara humanis, serta memberikan ruang dialog kepada perwakilan massa agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib.
“Anggota yang bertugas menghadapi massa jangan bersikap agresif dan tetap menjaga posisi bertahan dengan mengedepankan cara yang humanis, serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi di lapangan dapat diatur dengan baik,”
**

Posting Komentar