News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Aktivitas Galian C Resahkan Warga, DLH & Polres Ternate Didesak Bertindak

Aktivitas Galian C Resahkan Warga, DLH & Polres Ternate Didesak Bertindak



TERNATE — Fbinews.net


Warga RT 02/RW 01 Lingkungan Toloko, Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara, mendesak Polres Ternate dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate segera turun tangan menertibkan aktivitas galian C di wilayah tersebut.


Dikarenakan Aktivitas penggalian dan pengerukan tanah di sekitar permukiman telah menimbulkan keresahan. Selain debu yang masuk ke rumah, kondisi tanah dan lingkungan sekitar dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama saat hujan deras.


Salah satu warga mengungkapkan, aktivitas tersebut membuat masyarakat harus menutup pintu rumah hampir setiap hari akibat debu, juga mempertanyakan tanggung jawab pemilik lahan terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pengerukan.


“Setiap hari abu, tong (kami) cuma tutup pintu. Ngana bilang tanggung jawab itu paling malawang sekali (sangat membahayakan),” keluh warga.




Disebut warga, pemilik lahan bernama Ais. Menurut mereka, rencana pengerukan tanah hingga kedalaman sekitar dua hingga tiga meter dikhawatirkan dapat mengubah aliran air di kawasan tersebut.


Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga mengaku khawatir karena tidak mengetahui secara pasti ke mana aliran air akan mengarah setelah proses pengerukan dilakukan.


“Kalau dorang (mereka) gusur dua meter atau tiga meter dari atas, kemudian air keluar, dorang tidak tinggal di sini jadi tidak tahu posisi air keluar dari mana. Torang (kami) yang tinggal di sini yang akan menanggung risikonya,” ujarnya.


Kondisi jalan dan lingkungan sekitar disebut menjadi jalur aliran air ketika hujan. Warga khawatir hujan deras dapat menyebabkan air mengalir ke permukiman dan memicu banjir.


“Kalau hujan, air keluar dan banjir, sasarannya kami. Musibah datang tidak bilang-bilang. Torang di sini sekarang was-was,” kata warga pada wartawan pada Jumat (21/8/2026).


Tak hanya ancaman banjir dan longsor, warga juga mengaku sejumlah bagian rumah mengalami keretakan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pengerukan di sekitar permukiman.


“Kaca rumah juga sudah retak. Memang itu tanah mereka, tapi ada torang juga yang tinggal di sini. Torang jaga keselamatan torang semua,” tegas warga.


Menurut warga, aktivitas pengerukan di lokasi tersebut bukan kali pertama menimbulkan persoalan. Sebelumnya, pengerukan untuk material timbunan juga pernah dilakukan dan sempat diminta untuk dihentikan.


Namun, setelah aktivitas tersebut berhenti, warga kembali melihat adanya rencana pengerukan lahan dengan alasan pemilik hendak menjual tanah tersebut.


Warga mengaku tidak mempersoalkan apabila pemilik ingin menjual tanah miliknya. Mereka hanya meminta seluruh aktivitas dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.


“Kalau mau jual, jual saja. Tapi bapikir (pikirkan) keselamatan warga juga. Kalau ada apa-apa, ngana (kamu) di sana tidur enak-enak, terus torang di sini bagaimana? Bukan cuma torang, ada warga lain juga yang terdampak,” ungkapnya.


Warga mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Ketua RT setempat. Namun, laporan itu disebut belum mendapat respons yang diharapkan.


Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan di tengah warga bahwa persoalan itu tidak ditindaklanjuti karena adanya komunikasi atau kerja sama antara pihak tertentu dengan pemerintah kelurahan.


Warga berharap Polres Ternate bersama DLH Kota Ternate segera melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas galian tersebut, termasuk memastikan legalitas kegiatan, dampak lingkungan, serta aspek keselamatan warga yang bermukim di sekitar lokasi.


Masyarakat menegaskan tidak ingin menunggu sampai terjadi bencana baru kemudian pemerintah turun tangan.


“Jangan tunggu ada korban atau banjir baru datang periksa. Torang cuma minta keselamatan warga diperhatikan,” tegasnya menutup.

Ilon H Marsaoly

Tags

Newsletter Signup

FBINEWS

Posting Komentar