Kapolda NTT Peduli Warga Longos, Bantuan Gempa Diantar Langsung ke Lokasi Pengungsian
Labuan Bajo — Fbinews
Kepedulian Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap warga yang terdampak gempa kembali diwujudkan dengan mengirimkan bantuan sosial ke Pulau Longos, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Senin (17/8/2026).
Bantuan tersebut berasal dari Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. dan disalurkan melalui Polres Manggarai Barat untuk membantu warga yang masih mengungsi setelah terdampak gempa bumi di wilayah Manggarai Barat.
Pengiriman bantuan dimulai sekitar pukul 15.30 WITA. Tim yang dipimpin Kasat Polairud Polres Manggarai Barat IPTU Leonardo Marpaung, S.IP., S.H., menuju Pulau Longos menggunakan speed boat.
Setelah perjalanan laut, tim tiba di Pulau Longos sekitar pukul 17.00 WITA. Dua puluh menit kemudian, bantuan diserahkan langsung kepada warga yang berada di tenda pengungsian di kawasan perbukitan.
Kedatangan personel Polri tidak sebatas mengantarkan bantuan. Mereka juga memastikan kondisi warga sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang masih mengalami trauma akibat bencana.
Warga Pulau Longos memilih bertahan di lokasi yang lebih tinggi karena masih diliputi kekhawatiran terhadap gempa susulan dan potensi tsunami. Sebanyak 10 titik pengungsian darurat didirikan secara mandiri dengan menggunakan terpal.
Kepala Desa Pontianak, Syarifuddin, menyebut sekitar 322 kepala keluarga (KK) dari Pulau Longos memilih mengungsi sementara.
Meskipun bangunan di wilayah tersebut tidak mengalami kerusakan berat dan sebagian besar hanya mengalami kerusakan ringan, kondisi psikologis warga masih menjadi perhatian. Trauma pascagempa membuat masyarakat memilih lokasi yang dianggap lebih aman.
Bantuan yang disalurkan meliputi 10 dus bantuan sosial Kapolda NTT, 114 pcs pampers anak, 10 galon air bersih, serta 10 dus mi instan.
Selain kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan dan sanitasi juga masih diperlukan. Berdasarkan informasi tenaga medis Puskesmas Desa Pontianak, warga membutuhkan obat-obatan, vitamin dan perlengkapan P3K, termasuk obat hipertensi, diare, serta obat demam untuk anak. Persediaan air bersih juga semakin terbatas, sementara fasilitas MCK belum memadai. Kebutuhan susu formula bagi anak-anak turut menjadi perhatian.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus kehadiran Polri bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polda NTT kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi. Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, perhatian dan dukungan di tengah situasi sulit yang mereka hadapi.”
Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat pascabencana juga perlu mendapatkan perhatian. Kehadiran polisi diharapkan mampu memberikan rasa aman dan membantu membangkitkan kembali semangat warga.
“Kami memahami bahwa bencana tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan trauma dan kekhawatiran bagi masyarakat. Karena itu, jajaran Polda NTT dan Polres Manggarai Barat akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan sesuai kebutuhan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan pascabencana,” ujar Kombes Pol Sajimin.
Sejumlah personel turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Komodo IPDA Adhar, S.H.; Kanit SPKT II Sek Komodo AIPTU Daniel Dolok Saribu; Bhabinkamtibmas Desa Sepang AIPDA Aloysius G. Nggae; Kanit Samapta Sek Komodo A. Wahab; Kanit Intelkam Sek Komodo AIPDA Anshary; serta Banti Patroli Polairud Polres Manggarai Barat BRIPTU Imran.
Penyerahan bantuan selesai sekitar pukul 17.40 WITA. Tim kemudian bertolak kembali menuju Labuan Bajo pada pukul 17.48 WITA dan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo sekitar pukul 18.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 18.55 WITA dalam kondisi aman dan lancar.
Melalui program bantuan sosial untuk masyarakat, Polda NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam situasi bencana. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan kebutuhan warga Pulau Longos sekaligus memberikan dukungan moril bagi mereka yang masih berada di pengungsian.
Di tengah kekhawatiran terhadap gempa susulan dan keterbatasan kebutuhan dasar, kehadiran personel Polri menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat terdampak tidak menghadapi masa sulit tersebut sendirian.
**

Posting Komentar