Zero ODOL 2027 Disiapkan, Kakorlantas Pastikan Distribusi Bapokting Aman
Jakarta – Fbinews
Korlantas Polri mulai mempersiapkan implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang ditargetkan berlaku pada 2027. Persiapan tersebut dibahas dalam Analisis dan Evaluasi (Anev) Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) bersama jajaran Polda se-Indonesia melalui Zoom Meeting, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa penerapan Zero ODOL harus dilaksanakan secara menyeluruh. Upaya tersebut tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga perlu didukung langkah pencegahan dan pendekatan kepada para pengemudi angkutan barang.
“Kami sudah mencanangkan kegiatan zero ODOL pada tahun 2027, namun demikian zero ODOL ini bukan hanya sebatas penegakan hukum saja. Ada langkah-langkah preventif yang bisa kita lakukan,” ujar Wibowo.
Menurut Irjen Pol. Wibowo, Korlantas Polri telah membangun komunikasi dengan para sopir angkutan barang sebagai bagian dari strategi preventif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh jajaran kepolisian di daerah. Dengan cara itu, kebijakan Zero ODOL dapat dipahami sekaligus didukung oleh para pelaku transportasi.
“Kami di jajaran Korlantas sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada sopir-sopir. Kemarin kita sudah memberikan bantuan, mungkin ini bisa juga dilakukan oleh masing-masing jajaran,” papar Wibowo.
Selain aspek keselamatan, Korlantas Polri juga menaruh perhatian pada kelancaran distribusi logistik nasional. Hal itu menjadi pertimbangan penting karena penerapan Zero ODOL pada 2027 akan berlangsung bertepatan dengan sejumlah agenda nasional, termasuk Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Irjen Pol. Wibowo menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mengganggu ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting). Stabilitas harga di masyarakat juga harus tetap terjaga selama pelaksanaan program berlangsung.
“Kegiatan zero ODOL ini jangan sampai mempengaruhi ketersediaan barang, terutama bapokting, apalagi mempengaruhi stabilitas harga di lapangan,” ucap Wibowo.
Ia menambahkan, penerapan Zero ODOL harus dilakukan secara terukur agar tujuan meningkatkan keselamatan lalu lintas tetap tercapai tanpa menghambat distribusi kebutuhan masyarakat. Karena itu, koordinasi antarpemangku kepentingan akan terus diperkuat menjelang implementasi kebijakan tersebut.
“Kita harus menjamin kegiatan ODOL ini betul-betul bisa berlangsung tanpa mengurangi ketersediaan harga bapokting pada dua momen Ramadan dan Idulfitri,” kata Wibowo.
Di akhir arahannya, Wibowo mengajak seluruh jajaran untuk terus mengedepankan semangat Semua Karena Kita dalam mendukung keberhasilan program Zero ODOL. Kolaborasi, pendekatan preventif, dan penegakan hukum yang terukur diharapkan mampu mewujudkan keselamatan berlalu lintas sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik nasional.
**

Posting Komentar